MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global lanjut turun, setelah jatuh lebih dari 3% pada Jumat. Janji Ketua Federal Reserve untuk memerangi inflasi, meningkatkan spekulasi bahwa bank sentral AS akan menaikkan suku bunga sebelum akhir tahun.
Mengutip Bloomberg, Senin (31/8), harga emas spot diperdagangkan turun 0,54% menjadi US$ 4.431,04 per troi ons pada pukul 13.09 WIB.
Harga emas hari ini melorot ke bawah US$ 4.400 per troi ons, setelah pada sesi Jumat mengalami penurunan harian terbesar sejak awal Juni. Warsh menegaskan kembali pada konferensi tahunan Fed di Jackson Hole bahwa para pembuat kebijakan akan mengembalikan inflasi menuju target 2%, yang menurutnya target yang pasti dan tetap.
Para pedagang sekarang memperkirakan peluang lebih dari 50% untuk kenaikan suku bunga pada pertemuan bank sentral berikutnya di September.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini Senin (31/8) Anjlok Rp 48.000 Jadi Rp 2.670.000 Per Gram
Menurut Rajeev De Mello, manajer portofolio makro gobal di GAMA Asset Management SA, yang dilansir Bloomberg, Senin, pergeseran menuju sikap yang lebih agresif mengejutkan banyak investor, sehingga beberapa hambatan jangka pendek pada harga emas diperkirakan berlanjut.
Ia memperkirakan harga akan berada di kisaran US$ 4.200-US$ 4.300 dalam waktu dekat, dan akan mempertahankan investasi emasnya karena dia adalah investor jangka panjang.
Kenaikan harga minyak menambah tekanan pada inflasi, setelah militer AS menyerang peluncur roket Iran, dan dilaporkan sedang bersiap untuk mengirimkan ranjau ke jalur perairan. Ini adalah aksi militer Amerika pertama terhadap Iran dalam lebih dari sebulan, setelah Presiden AS Donald Trump beralih ke kampanye untuk menekan ekonomi Iran.
Baca Juga: Harga Emas Bergulir Tipis di Sekitar US$ 4.600, Pasar Tunggu Pidato Bos The Fed
Namun, harga emas batangan naik sekitar 10% pada Agustus, kenaikan bulanan terbesar sejak Januari. Harga melonjak setelah pengumuman mengejutkan Departemen Keuangan AS pada pertengahan bulan untuk meningkatkan pembelan kembali obligasi.
Intervensi untuk mengendalikan biaya utang itu memunculkan kembali debasement trade, yang didorong oleh kekhawatiran atas meningkatnya utang negara dan devaluasi mata uang. Tema ini yang mendorong reli emas sebesar 65% pada 2025.
Nicky Shiels, kepala riset dan strategi logam di MKS PAMP SA, menilai, Departemen Keuangan yang pro-dovish dan Fed yang pro-hawkish sedang tarik menarik. "Debasement trade kemungkinan berlanjut hingga September karena Departemen Keuangan mulai buyback obligasi dan menjelang pertemuan Fed, yang akan mendukung harga emas," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News