M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Sering Makan Mie Instan? Awas, Ini 4 Bahaya yang Mengintai Kesehatan

Sering Makan Mie Instan? Awas, Ini 4 Bahaya yang Mengintai Kesehatan
Penulis: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Mie instan dikategorikan sebagai makanan olahan yang rendah nutrisi. Berikut 4 bahaya makan mie instan terlalu sering yang wajib Anda ketahui.

Mie instan sering kali menjadi penyelamat di kala sibuk atau ketika lapar melanda di malam hari karena rasanya yang lezat dan cara penyajiannya yang sangat praktis.

Namun, di balik kenikmatannya, konsumsi mie instan secara berlebihan menyimpan risiko kesehatan yang tidak boleh disepelekan.

Mie instan dikategorikan sebagai makanan olahan yang rendah nutrisi namun sangat tinggi kandungan natrium dan pengawetnya. Konsumsi mie instan yang terlalu sering dapat mengganggu metabolisme tubuh dan memicu berbagai penyakit degeneratif.

Baca Juga: Pencahayaan Bukan Hanya Tentang Menerangi Ruangan, Ini Fungsi Lainnya

Melansir Harvard School of Public Health dan Healthline, berikut 4 bahaya makan mie instan terlalu sering yang wajib Anda ketahui.

1. Meningkatkan risiko sindrom metabolik dan penyakit jantung

Salah satu bahaya paling signifikan dari konsumsi mie instan secara rutin adalah meningkatnya risiko sindrom metabolik.

Berdasarkan penelitian berskala besar yang diterbitkan dalam The Journal of Nutrition, wanita yang mengonsumsi mie instan setidaknya dua kali seminggu memiliki risiko lebih tinggi terkena sindrom metabolik dibandingkan mereka yang jarang mengonsumsinya.

Sindrom ini mencakup sekumpulan kondisi seperti peningkatan tekanan darah, kadar gula darah tinggi, kelebihan lemak tubuh di sekitar pinggang, dan kadar kolesterol yang tidak normal.

Gabungan dari kondisi-kondisi ini secara drastis meningkatkan risiko terkena penyakit jantung koroner, stroke, dan diabetes tipe 2 di masa depan.

2. Beban natrium berlebih yang memicu tekanan darah tinggi (hipertensi)

Satu porsi mie instan biasanya mengandung kadar natrium (garam) yang sangat tinggi. Bahkan, terkadang mencukupi lebih dari separuh batas asupan harian yang direkomendasikan oleh organisasi kesehatan dunia.

Konsumsi natrium yang berlebihan dalam jangka panjang merupakan penyebab utama terjadinya hipertensi atau tekanan darah tinggi.

Tekanan darah yang terus-menerus tinggi akan memberikan beban ekstra pada pembuluh darah dan jantung, yang pada akhirnya dapat menyebabkan kerusakan organ vital.

Selain itu, asupan garam berlebih juga menyebabkan tubuh menahan cairan (retensi air), yang sering kali membuat tubuh terasa membengkak atau bloated.

Baca Juga: 6 Pilihan Makanan untuk Tekanan Darah Tinggi agar Stabil secara Alami, Coba yuk

3. Risiko gangguan pencernaan dan perut kembung akibat rendahnya serat

Mie instan merupakan produk pangan yang melalui proses pengolahan sangat panjang (ultra-processed food). Ini mengakibatkan kandungan serat alaminya hampir hilang sepenuhnya.

Kurangnya asupan serat dalam makanan yang dikonsumsi secara rutin dapat memperlambat proses peristaltik atau pergerakan usus.

Akibatnya, sistem pencernaan harus bekerja ekstra keras untuk memproses mie instan, yang sering kali memicu masalah konstipasi dan penumpukan gas di dalam perut.

Dalam jangka panjang, kondisi ini dapat mengganggu keseimbangan mikrobioma atau bakteri baik di dalam usus yang sangat penting untuk sistem kekebalan tubuh.

4. Gangguan penyerapan nutrisi dan risiko obesitas

Mie instan umumnya terbuat dari tepung terigu yang telah melalui proses pemurnian tinggi, sehingga kehilangan sebagian besar serat, vitamin, dan mineral alaminya.

Mengonsumsi mie instan terlalu sering dapat menyebabkan tubuh kekurangan nutrisi penting (malnutrisi fungsional) meskipun berat badan terus bertambah.

Karena mie instan kaya akan karbohidrat sederhana dan lemak trans namun rendah serat, makanan ini tidak memberikan rasa kenyang yang lama. Hal ini bisa memicu lonjakan insulin dan rasa lapar yang datang lebih cepat, yang pada akhirnya mendorong seseorang untuk makan lebih banyak dan memicu obesitas.

Selain itu, mie instan juga mengandung zat anti-nutrisi yang dapat menghambat penyerapan kalsium dan zat besi oleh tubuh.

Itulah 4 bahaya makan mie instan terlalu sering. Jika Anda ingin mengonsumsi mie instan sesekali, cobalah untuk membuatnya lebih sehat dengan membuang setengah bumbu bawaannya guna mengurangi natrium.

Tambahkan sumber protein seperti telur, ayam, atau tahu serta perbanyak sayuran seperti sawi atau wortel untuk menambah asupan serat dan vitamin yang hilang.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Bukan Sekadar Penahan Kantuk, Ini 5 Manfaat Minum Kopi untuk Kesehatan Mental Anda

Tak hanya bikin melek, ada berbagai manfaat minum kopi bagi kesehatan mental, mulai dari menjadi mood booster hingga mengurangi risiko depresi.

Moms Ingin Anak Jadi Pemain Bola, Kesehatan Mata juga Penting bagi Pesepak Bola lo

​Kesehatan mata, koordinasi gerak, dan kemampuan membaca situasi mendukung performa pemain sepak bola.

Jangan Disepelekan ya! Ini 5 Risiko Kesehatan Akibat Jarang Mengganti Pembalut

Ketahui dampak buruk malas mengganti pembalut secara rutin saat datang bulan, mulai dari ruam hingga infeksi bakteri serius yang membahayakan.

Selain Stevia, Ada 5 Pilihan Pengganti Gula Alami yang Sehat untuk Diet lo

Sedang mencari alternatif pemanis yang aman? Kenali berbagai bahan pengganti gula alami dan menyehatkan untuk diet Anda berikut.

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Rabu (4/11), Tidak Ada Hujan dan Suhu Bisa Capai 36°C

BMKG memprakirakan cuaca besok Jawa Timur pada Rabu (4/11) bervariasi. Suhu tertinggi mencapai 36 derajat Celsius di Kota Mojokerto.

Cita Rasa Rendang Sudah Dinikmati Pasar Mancanegara

Sudah ada beberapa UMKM dalam negeri yang memasarkan produk rendang beserta bumbunya ke pasar global.

4 Perbedaan Makeup Baddie dan Makeup Latina yang Sering Dikira Mirip

Berikut adalah ulasan mendalam mengenai 4 perbedaan makeup baddie dan makeup latina yang wajib Anda ketahui.  

Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (4/11), Hujan Lebat Terjadi di 11 Provinsi Ini

BMKG memberikan peringatan dini cuaca besok Rabu 4 November 2026 dengan status Waspada hujan lebat di banyak provinsi berikut ini.

Potensi Yield Dividen Interim Triputra Agro 3,7%, Ini Jadwal Cum Date Saham TAPG

PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) akan membagikan dividen interim Rp 70 per saham dengan potensi yield 3,76%.

Ada Tawaran Program Bagi UMKM Yang Ingin Tembus Pasar Kanada

Kemdag dan Trade Facilitation Office (TFO) Canada melansir Program Trade through Regional Inclusive Sustainable Economic Growth, atau Triseg.