MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global naik tipis seiring imbal hasil obligasi AS stabil setelah lonjakan.
Mengutip Bloomberg, Rabu (19/8), harga emas spot diperdagangkan naik 0,52% menjadi US$ 4.357,24 per troi ons pada pukul 10.43 WIB.
Harga emas hari ini sedikit memantul, setelah ditutup turun hampir 2% pada sesi sebelumnya, penurunan harian terbesar dalam hampir dua bulan.
Melandainya imbal hasil obligasi pemerintah AS, mengurangi tekanan terhadap logam mulia. Pada Selasa, yield US Treasury tenor 30 tahun mencapai level tertinggi dalam hampir dua dekade. Suku bunga yang lebih tinggi biasanya berdampak negatif bagi emas, yang tidak memberikan bunga.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Bergerak Liar Hari Ini, Ada Apa?
Harga emas telah pulih dalam beberapa pekan terakhir dan diperdagangkan sekitar US$ 4.400 per troi ons, didukung permintaan investor yang meningkat dan pembelian oleh bank sentral, terutama China. Survei manajer investasi oleh Bank of America Corp. pada Selasa menunjukkan bahwa persentase orang yang mengatakan emas undervalued mencapai level tertinggi sejak Maret 2023.
Namun, prospek suram kesepakatan damai antara AS dan Iran mungkin akan membatasi kenaikan harga emas lebih lanjut. Presiden AS Donald Trump bersikeras pada Selasa, bahwa tidak ada pembicaraan yang sedang berlangsung dengan Iran, sehingga kendali atas Selat Hormuz tetap tidak jelas.
Nota kesepahaman yang diteken kedua negara pada Juni telah berakhir, tanpa rencana untuk diperpanjang, sehingga mendorong kenaikan harga minyak. Inflasi yang dipicu oleh energi memberikan tekanan bagi Federal Reserve untuk menaikkan suku bunga, yang menjadi hambatan bagi emas.
Baca Juga: Harga Emas Antam Hari Ini (19/8) Ambles Rp 50.000 Jadi Rp 2.645.000 per Gram
"Meskipun mungkin tidak ada tekanan jual yang kembali meningkat, lonjakan aliran dana ke logam mulia baru-baru ini tampaknya mulai mereda," kata Ryan McKay, analis TD Securities, mengutip Bloomberg, hari ini.
Petunjuk selanjutnya mengenai arah suku bunga Fed akan muncul pada Rabu, melalui rilis risalah pertemuan kebijakan bulan Juni. Diikuti pidato Ketua Fed Kevin Warsh pada simposium tahunan di Jackson Hole pada minggu depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News