MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global bergulir tipis di dekat level US$ 4.600 jelang pidato Ketua Federal Reserve Kevin Warsh.
Mengutip Bloomberg, Jumat (28/8), harga emas spot bergerak dua arah, dan hanya naik tipis US$ 10 menjadi US$ 4.609,80 per troi ons pada pukul 15.29 WIB.
Meski pergerakan hari ini tipis, harga emas telah naik lebih dari 13% pada Agustus, kenaikan terbesar sejak Januari dan salah satu kenaikan bulanan terbesar abad ini.
Reli terbaru harga emas diipercepat oleh pengumuman pembelian kembali alias buyback obligasi oleh Departemen Keuangan AS, intervensi yang mengejutkan di pasar obligasi. Ini menghidupkan kembali minat pada debasement trade alias perdagangan penurunan nilai mata uang, faktor yang mendorong reli emas hingga memecahkan rekor pada tahun lalu.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Memantul Lagi ke US$ 4.600 Jelang Pidato Bos The Fed
Investor akan mencari petunjuk mengenai pendekatan Fed terhadap inflasi ketika Warsh akan menyampaikan pidato perdananya sebagai ketua pada Jumat. Pidato yang sangan dinantikan pada simposium tahunan Jackson Hole memberi Warsh kesempatan untuk merespons kritik yang menilai ia belum berterus terang mengenai pandangannya tentang perekonomian.
Menruut Justin Lin, analis di Global X ETFs, acara itu salah satu dari sedikit kesempatan yang dimiliki Warsh utnuk secara langsung membentuk narasi dan menenangkan sentimen pasar. "Investor kemungkinan akan berhati-hati menjelang pidato tersebut," katanya mengutip Bloomberg, hari ini.
Para ekonom dan pembuat kebijakan terpecah pendapat mengenai perlu atau tidak menaikkan suku bunga dalam beberapa bulan mendatang, yang akan menjadi hambatan bagi emas karena tidak memberikan imbal hasil. Meskipun para pejabat The Fed mempertahankan suku bunga tidak berubah pada Juli, tiga di antaranya berbeda pendapat dan mendukung kenaikan 25 bps.
Di Jackson Hole pada Kamis, dua pejabat bank sentral mengatakan bahwa kebijakan The Fed tidak menahan ekonomi AS pada saat inflasi terus berada di atas target 2%. Mereka mendesak rekan-rekannya untuk segera bertindak guna mendinginkan tekanan harga. Namun, Presiden Bank Sentral Boston Susan Collins mengatakan ada bukti bahwa tingkat suku bunga agak membatasi.
Baca Juga: Harga Emas Antam dan Buyback Hari Ini (28/8) Kompak Turun Rp 5.000, Cek Rinciannya
Kenaikan harga emas yang signifikan belakangan ini didukung partisipasi investor yang luas, telah membantu logam mulia bertahan di atas rata-rata pergerakan 200 hari. Itu dianggap sebagai level support teknis utama.
Hasil pelacakan Bloomberg, dana berbasis emas yang diperdagangkan di bursa (ETF) menambahkan lebih dari 28 ton minggu lalu, terbanyak sejak Januari, yang diikuti penambahan 20 ton lagi pada minggu ini. Selain itu, bank sentral juga telah meningkatkan pembelian.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News