MOMSMONEY.ID - Harga emas hari ini di pasar global tergelincir setelah reli empat hari. Para pedagang mengambil keuntungan setelah kenaikan lebih dari 7% dalam empat sesi sebelumnya, yang dipicu ketidakpastian kebijakan perdagangan AS dan meningkatnya ketegangan di Timur Tengah.
Mengutip Bloomberg, Selasa (24/2), harga emas spot turun 1,53% menjadi US$ 5.147,30 per troi ons pada pukul 15.04 WIB. Harga emas hari ini turun saat para pedagang China kembali berdagang pada Selasa, setelah libur Tahun Baru Imlek.
Harga emas naik selama empat sesi sebelumnya, sebab investor tertarik pada aset yang lebih aman, seiring dengan kebijakan Presiden AS Donald Trump yang menjanjikan tarif impor baru, dan AS berhadapan dengan Iran di Timur Tengah.
Song Jianghen, Peneliti di Guangdong Southern Gold Market Academy, menilai, pergerakan dalam kisaran 2% masih dalam rentang normal volatilitas pasar saat ini. "Sentimen jangka panjang masih positif, dengan ketidakpastian yang terus berlanjut di Iran, dan AS berisiko terisolasi dengan kebijakan tarifnya," ujarnya, mengutip Bloomberg, hari ini.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Lanjut Naik di atas US$ 5.100, Terpicu Tarif AS
Pasar dalam keadaan bingung setelah Trump menyatakan ia akan menaikkan pungutan impor global menjadi 15%, menyusul putusan Mahkamah Agung AS yang menentang tarif timbal balik. Arahan sebelumnya mengizinkan pajak impor sebesar 10% mulai berlaku pada Selasa, dengan jadwal pemberlakukan pungutan yang lebih tinggi belum final.
Christopher Hamilton, Kepala Solusi Klien Asia Pasifik di Invesco Ltd., seperti dilansir Bloomberg, Selasa (24/2), mengatakan bahwa berita utama tentang tarif terus meningkatkan ketidakpastian yang sedikit mendukung harga emas. Tetapi, sejauh ini belum cukup untuk memicu dorongan yang menentukan.
"Dengan suku bunga riil yang masih relatif stabil dan dollar AS yang bertahan, emas tampaknya lebih cenderung terkonsolidasi daripada mengalami tren kenaikan yang agresif dalam jangka pendek," kata Hamilton.
Saat investor mencari perlindungan dari risiko, harga emas kembali menguat di atas US$ 5.000 per troi ons, setelah turun tajam pada awal bulan ini.
Sebelumnya, gelombang pembelian spekulatif mendorong reli harga emas ke titik kritis pada akhir Januari. Dari puncak di atas US$ 5.595, harga emas anjlok ke dekat US$ 4.400 per troi ons dalam penurunan tajam selama dua hari di awal Februari. Meskipun telah pulih sebagian dari penurunan itu, perdagangan tetap fluktuatif.
Baca Juga: Melesat Tinggi! Simak Daftar Harga Emas Antam Hari Ini Selasa 24 Februari
Banyak bank, termasuk BNP Paribas SA, Deustche Bank AG dan Goldman Sachs Group Inc., memperkirakan bahwa harga akan kembali lanjut reli naik, dengan faktor-faktor pendukung kenaikan harga emas yang stabil diperkirakan akan berlanjut. Faktor tersebut meliputi keraguan terhadap independensi The Fed, pergeseran dari mata uang dan obligasi pemerintah, hingga meningkatnya ketegangan geopolitik termasuk di Timur Tengah.
AS yang memiliki kekuatan militer terbesarnya di kawasan itu sejak 2003, akan melanjutkan pembicaraan seputar program nuklir Iran pada minggu ini. Trump menyatakan akan menjadi hari yang sangat buruk bagi Iran, jika kesepakatan tidak tercapai, serta membantah laporan bahwa Pentagon khawatir tentang potensi kesulitan kampanye militer yang berkepanjangan.
Selanjutnya: Efek Sentimen Tarif Trump, Rupiah Melemah ke Rp 16.829 per Dolar AS
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News