MOMSMONEY.ID - Kristal asam urat bersumber dari berbagai zat dapat menumpuk di dalam dan di sekitar persendian, menyebabkan peradangan dan nyeri. Penumpukan kristal asam urat menyebabkan asam urat.
Nancy Carteron, dokter reumatologi dan imunologi, menjelaskan bahwa kristal kalsium pirofosfat menyebabkan pengendapan kalsium pirofosfat (CPPD). Asam urat dan CPPD keduanya merupakan kondisi inflamasi yang memengaruhi persendian.
Pada kedua kondisi tersebut, kristal kecil terbentuk di sendi dan jaringan sekitarnya. Dalam beberapa kasus, kristal tersebut juga dapat mengendap di jaringan lain.
Baca Juga: Nyeri Asam Urat Mereda Tanpa Obat, Coba 5 Teknik Pijat Ini!
Dilansir dari Medicalnewstoday.com, kristal ini menyebabkan peradangan pada sendi yang dapat menyebabkan nyeri dan kekakuan. Gejalanya mungkin mirip dengan osteoartritis atau artritis reumatoid.
Asam urat terjadi ketika asam urat, atau monosodium urat, menumpuk dan membentuk kristal di sendi. Kristal yang bertanggung jawab atas CPPD terbentuk ketika terjadi penumpukan kalsium pirofosfat di tulang rawan.
Episode CPPD yang menyakitkan dapat terjadi ketika tubuh melepaskan kristal dari tulang rawan ke dalam sendi.
Berbagai jenis kristal asam urat
Ada berbagai jenis kristal asam urat yakni kristal monosodium urat atau asam urat. Asam urat adalah produk limbah dari pemecahan purin yang ada di dalam tubuh dan dalam makanan seperti daging merah, seafood, dan jeroan.
Biasanya, ginjal menyaring kelebihan asam urat. Namun, jika terjadi kelebihan, kalsium dapat menumpuk dan membentuk kristal berbentuk jarum di persendian.
Kristal-kristal ini dapat bergesekan dengan sinovium yaitu lapisan lunak sendi. Gesekan ini menyebabkan peradangan, nyeri, dan pembengkakan.
Gejala-gejala ini sering terjadi pada jempol kaki, tetapi juga dapat memengaruhi persendian lain di tubuh. Mulai dari persendian jari kaki yang lebih kecil, pergelangan kaki, lutut, dan bursa siku.
Kristal kalsium biasanya terdapat pada tulang dan gigi. Pada penderita CPPD, kristal terbentuk di tulang rawan. Dalam banyak kasus, kristal-kristal ini tetap berada di tulang rawan tanpa menimbulkan gejala.
Namun, kristal dapat berpindah ke rongga sendi dan bergesekan dengan jaringan lunak dan menyebabkan nyeri hingga pembengkakan. Kristal CPPD memiliki bentuk belah ketupat dengan ujung tumpul.
Pengobatan rumahan & pengobatan medis untuk asam urat
Beberapa pengobatan rumahan yang dapat dicoba meliputi:
- Mengistirahatkan sendi serta mengaplikasikan kompres es dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan saat mengalami serangan asam urat.
- Mempertahankan berat badan yang moderat dapat mengurangi kemungkinan terjadinya serangan asam urat. Selain itu, kelebihan berat badan dapat menyebabkan peningkatan peradangan dalam tubuh.
- Memilih olahraga berdampak rendah dapat membantu mengurangi tekanan pada sendi.
Pengobatan medis untuk serangan asam urat dapat meliputi:
- Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID): NSAID dapat membantu mengurangi rasa sakit dan peradangan pada persendian. Pasien dapat mengonsumsi obat ini dalam 24 jam pertama serangan asam urat untuk memperpendek durasi serangan.
- Kolkisin: Obat ini dapat membantu mengurangi pembengkakan dan rasa sakit yang dialami seseorang selama serangan asam urat.
- Steroid: Kortikosteroid seperti prednison, metilprednisolon, dan triamsinolon bermanfaat bagi mereka yang tidak dapat menggunakan NSAID.
Tidak ada obat untuk melarutkan kristal CPPD. Namun, pasien dapat mengonsumsi NSAID dan kortikosteroid untuk mengurangi peradangan dan rasa sakit.
Kolkisin juga dapat membantu mengurangi interaksi antara kristal dan sistem kekebalan tubuh. Dokter mungkin juga akan memasukkan jarum ke dalam sendi yang terkena untuk mengambil cairan sendi.
Baca Juga: Komplikasi Asam Urat: Waspada Risiko Kerusakan Ginjal dan Stroke Mengintai
Dokter akan menyuntikkan kortikosteroid ke dalam sendi. Selain obat-obatan di atas, dokter bisa meresepkan febuxostat atau allopurinol untuk mengurangi jumlah asam urat yang diproduksi tubuh dan probenecid untuk membantu ginjal menghilangkan asam urat.
Kapan harus menghubungi dokter?
Jika Anda mengalami nyeri sendi yang hebat,segera hubungi dokter. Dokter dapat merujuk seseorang untuk menemui spesialis yang disebut ahli reumatologi.
Ahli reumatologi dapat mendiagnosis asam urat atau CPPD berdasarkan gejala yang dialami dan penampilan sendinya. Dokter juga dapat melakukan beberapa tes, termasuk:
- Tes cairan sendi: Tes ini melibatkan pengambilan sebagian cairan dari sendi yang terkena untuk mencari kristal di bawah mikroskop.
- Tes darah: Dokter mungkin ingin memeriksa kadar asam urat dan elektrolit seperti kalsium, fosfat, dan magnesium dalam darah. Mereka juga akan mengukur fungsi ginjal.
- USG: Ini dapat membantu menemukan kristal di dalam atau di sekitar sendi.
- Rontgen: Tes ini dapat menyingkirkan penyebab peradangan lainnya.
Meski tidak ada cara untuk melarutkan kristal CPPD, menguras cairan di sekitar sendi dapat mengurangi tekanan dan peradangan.
Itulah informasi mengenai kristal asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News