MOMSMONEY.ID - Cara berinvestasi emas kini punya alternatif baru. Jika sebelumnya harus menyiapkan dana untuk beli emas fisik dan repot menyimpannya, kini investasi logam mulia bisa melalui pasar modal lewat produk exchange traded fund (ETF).
ETF adalah instrumen reksadana dengan aset dasar berupa emas, yang unitnya dapat ditransaksikan di bursa.
Salah satu ETF berbasis emas yang resmi dipasarkan di Bursa Efek Indonesia pada 10 Agustus lalu adalah Reksadana Syariah Premier ETF Gold Sharia Indonesia dengan kode XGLD yang diterbitkan PT Indo Premier Investment Management (IPIM).
Di pasar sekunder, investor dapat membeli dan menjual ETF emas melalui perusahaan sekuritas alias broker. Menariknya, denominasi ETF dibuat sangat kecil. Misalnya, 1 unit penyertaan XGLD merepresentasikan 0,1 miligram emas. Namun, karena transaksi ETF di bursa dilakukan dalam satuan lot, pembelian minimal adalah 100 unit atau satu lot.
Dengan harga penawaran awal XGLD ditetapkan Rp 256 per unit, misalnya, maka modal yang dibutuhkan investor untuk beli 1 lot sekitar Rp 25.600.
Baca Juga: Dua Hari Diperdagangkan di BEI, ETF Emas XMES Naik 24%
Direktur PT Indo Premier Investment Management, Noviono Darmosusilo, mengatakan kehadiran XGLD membuat masyarakat tidak perlu menunggu memiliki modal besar untuk mulai berinvestasi emas.
"Melalui inovasi produk XGLD ini batas modal besar itu runtuh. Siapa pun kini bisa mulai menabung emas hanya mulai dari 0,1 milligram (1 unit penyertaan), sebuah langkah kecil yang siap mengubah modal kecil menjadi pondasi kekayaan di masa depan," kata Noviono mengutip siaran pers, Selasa (18/8).
Keunggulan ETF emas
Lantas, apa yang membedakan XGLD dengan emas digital yang selama ini sudah tersedia? Berikut ini beberapa keunggulannya.
1. Berbasis emas fisik
Portofolio XGLD berbasis aset emas murni, dengan ketentuan komposisi kas maksimal hanya 5%.
Emas yang menjadi underlying XGLD terhubung langsung dengan emas murni bersertifikat internasional LBMA (London Bullion Market Association) atau SNI. PT Pegadaian berperan sebagai penyedia sekaligus penyimpan emas fisik, sedangkan Deutsche Bank AG Cabang Jakarta bertindak sebagai Bank Kustodian.
Dengan demikian, meski transaksi dilakukan secara digital, kepemilikan XGLD tetap didukung aset riil atau physical gold underlying.
Baca Juga: Syailendra Capital Luncurkan ETF Emas Syariah (XSGO), Bisa Dibeli Mulai Rp 100.000
2. Tak repot menyimpan emas
Berbeda dengan emas fisik yang membutuhkan tempat penyimpanan dan memiliki risiko kehilangan atau pencurian, investor XGLD tidak perlu memikirkan risiko perampokan, biaya sewa brankas, hingga kerepotan ketika melakukan proses buyback dan appraisal.
Sistem physical lock pada emas fisik digantikan dengan perlindungan digital defense.
3. Transparan dan efisien
Transaksi XGLD dilakukan secara digital melalui bursa dan pergerakan nilainya dapat dipantau selama jam perdagangan secara real-time.
Investor memperoleh gold exposure tanpa harus mengurus emas fisik secara langsung. Nilai investasinya juga didukung underlying asset emas murni yang jelas dan teregulasi.
Proses penyelesaian transaksi ETF emas juga cepat, yakni menggunakan mekanisme T+1
4. Modal relatif terjangkau
Setiap satu unit XGLD merepresentasikan 0,1 miligram emas. Dengan minimum transaksi 1 lot setara 100 unit, investor dapat mulai berinvestasi dengan dana yang relatif kecil.
Pada harga Rp 256 per unit, misalnya, satu lot XGLD bisa dibeli dengan modal minimal Rp 25.900. Namun, ini belum termasuk biaya transaksi pada broker.
5. Berbasis prinsip syariah
XGLD menggunakan akad Wakalah bil al-Ujrah untuk pengelolaan dana dan Bai' al-Muthlaq untuk transaksi emas fisik. Produk ini diawasi Dewan Pengawas Syariah dan berlandaskan Fatwa DSN-MUI No. 163/DSN-MUI/VIII/2025.
Performa harga XGLD
Sebagai produk yang baru melantai di BEI, XGLD memang belum memiliki rekam jejak kinerja yang panjang.
Pada Selasa (18/8), XGLD ditutup di harga Rp 259 per unit, naik 2% dibandingkan penutupan Jumat lalu.
Jika dibandingkan dengan harga penawaran awal Rp 256 per unit, harga XGLD terakumulasi naik sekitar 1,17%.
Pergerakan harga XGLD akan dipengaruhi oleh harga emas sebagai aset dasar, serta permintaan dan penawaran unit ETF di pasar sekunder. Dus, investor tetap perlu memahami bahwa ETF emas merupakan produk investasi yang nilainya dapat naik dan turun.
Baca Juga: Harga Emas Dunia Bergerak Liar Hari Ini, Ada Apa?
Pasar keuangan global selalu bergerak dinamis, penuh dengan siklus ekspansi, perlambatan, hingga lonjakan volatilitas. Investor yang matang memahami bahwa strategi investasi bukan hanya tentang mengejar growth atau mencari aset dengan kenaikan tertinggi, melainkan seberapa tahan portofolio saat kondisi pasar berubah.
Melalui platform milik broker, ETF emas dapat menjadi diversification layer untuk mendampingi saham, obligasi atau reksadana. Moleonoto The, President Director & CEO PT Indo Premier Sekuritas, mengatakan integrasi tersebut memungkinkan investor menyesuaikan alokasi dana sesuai kondisi pasar dan profil risiko.
"Tanpa perlu berpindah aplikasi atau mengelola akun yang terpisah-pisah, investor dapat menggeser alokasi dana secara seamless sesuai kondisi pasar dan profil risiko. Integrasi ini mengubah perjalanan finansial dari sekadar stock portfolio menjadi Multi-Asset Wealth Portfolio yang lebih aman dan teroptimasi," tuturnya.
Bagi investor yang ingin menambahkan emas ke dalam portofolio secara bertahap, ETF emas dapat menjadi alternatif. Bahkan, investor pemula tidak perlu menunggu modal besar atau menebak kapan harga emas berada di titik terendah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News