MOMSMONEY.ID - Penderita leukemia mungkin memiliki kadar asam urat yang tinggi. Jika sejumlah besar sel kanker mati dengan cepat, sel-sel tersebut akan melepaskan asam urat ke dalam aliran darah,yang tidak mampu dihilangkan oleh ginjal dengan cepat.
Teresa Hagan Thomas, perawat onkologi bersertifikasi, menjelaskan, pengobatan leukemia seperti kemoterapi memiliki laju pembelahan sel yang cepat dapat menyebabkan kematian sel kanker dan kadar asam urat yang tinggi dalam tubuh.
Dilansir dari Medicalnewstoday.com, jika sel kanker hancur terlalu cepat dalam waktu singkat maka sel-sel tersebut melepaskan sejumlah besar zat kimia ke dalam aliran darah. Salah satunya adalah asam urat.
Baca Juga: Tips Makan Lobster Nikmat tapi Asam Urat Tetap Terkendali
Ginjal tidak mampu merespons peningkatan kadar asam urat dengan cukup cepat. Sehingga, menyebabkan kadar asam urat meningkat pesat dalam darah.
Kadar asam urat yang tinggi dapat menyebabkan kondisi yang oleh para ahli kesehatan disebut sindrom lisis tumor. Penderita leukemia akut atau limfoma tingkat tinggi memiliki risiko lebih tinggi terkena TLS karena tumor yang memiliki laju pembelahan sel yang cepat.
Dehidrasi dan masalah ginjal yang sudah ada juga meningkatkan risiko sindrom lisis tumor. Selain itu, sindrom lisis tumor dapat disebabkan oleh kemoterapi dan perawatan lainnya, seperti steroid, terapi hormonal, terapi target dan terapi radiasi.
Individu yang memiliki jumlah sel darah putih lebih tinggi sebelum memulai pengobatan leukemia juga memiliki risiko lebih besar untuk mengembangkan sindrom lisis tumor.
Kadar asam urat lebih tinggi pada pasien asam urat
Kadar asam urat normal dalam darah berkisar antara 2,4 hingga 6,0 miligram per desiliter (mg/dl) pada wanita dan antara 3,4 hingga 7,0 mg/dl pada pria. Kadar asam urat tinggi adalah di atas 6,8 mg/dl.
Kadar asam urat lebih tinggi pada penderita leukemia myeloid akut. Kadar asam urat rata-rata pada individu dengan leukemia myeloid akut adalah 4,8 mg/dl.
Jika seseorang menderita TLS (Sindrom Leukemia Transversal), kadar asam urat yang sangat tinggi dapat merusak jantung dan ginjal. TLS yang tidak diobati berisiko, pasien bisa mengalami:
- Aritmia, atau detak jantung tidak teratur.
- Kejang.
- Kehilangan kendali otot.
- Gagal ginjal.
Obat-obatan tertentu, seperti allopurinol dan rasburicase, dapat membantu mencegah atau mengurangi risiko komplikasi TLS.
Bisakah penderita leukemia menurunkan kadar asam uratnya?
Penderita leukemia dengan kadar asam urat tinggi dapat menerima cairan intravena. Obat ini bisa dimasukkan ke dalam pembuluh darah dan langsung ke aliran darah untuk memastikan tubuh memiliki cukup cairan untuk mengeluarkan kelebihan asam urat.
Penderita dapat menerima cairan tambahan 24-48 jam sebelum terapi kanker dan selama beberapa hari setelah pengobatan. Dokter akan memantau kadar asam urat serta seberapa banyak urin yang diproduksi.
Untuk mengurangi risiko TLS, seseorang perlu menghasilkan 150-200 mililiter urin per jam. Dokter dapat memberikan diuretik jika seseorang tidak menghasilkan cukup urin atau untuk mempertahankan produksi urin yang cukup.
Dokter juga dapat menggabungkan natrium bikarbonat atau asetazolamida dengan cairan infus untuk mencegah kristalisasi asam urat. Langkah ini membantu ginjal mengeluarkan asam urat dari tubuh.
Obat lain juga membantu menurunkan kadar asam urat. Allopurinol mencegah tubuh memproduksi asam urat dan rasburicase memecah asam urat, sehingga tubuh dapat mengeluarkannya dengan lebih mudah.
Baca Juga: Kabar Baik untuk Penderita Asam Urat: Jamur Kancing Aman Dikonsumsi
Bisakah asam urat meningkatkan risiko kanker?
Kadar asam urat yang tinggi merupakan penanda peradangan kronis dan dapat meningkatkan risiko kanker. Namun, asam urat juga memiliki sifat antioksidan yang dapat membantu melindungi terhadap kanker.
Ada hubungan antara peningkatan kadar asam urat dan peningkatan risiko kanker yang moderat. Meskipun, risikonya tidak signifikan secara statistik. Demikian hubungan antara leukimia dan kadar asam urat tinggi, semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News