MOMSMONEY.ID - Apa hubungan antara obat aspirin dan asam urat tinggi? Penyakit asam urat adalah kondisi medis yang ditandai dengan peningkatan kadar asam urat dalam darah, serangan berulang peradangan sendi dan endapan keras di dalam sendi
William C. Shiel Jr, dokter reumatologi dari Medicinet.com menjelaskan bahwa dosis kecil dari obat aspirin dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah, karena dapat mengganggu ekskresi asam urat dari ginjal. Namun, perubahan ini biasanya hanya terlihat ketika aspirin diminum dalam dosis biasa yang dijual bebas yakni dua tablet 325 mg setiap empat jam.
Dosis aspirin yang sangat rendah sekitar 75-81 mg per hari biasanya digunakan untuk pencegahan serangan jantung atau stroke. Dalam dosis yang sangat tinggi, aspirin akan menghambat penyerapan kembali asam urat secara normal oleh bagian ginjal yang berbeda.
Baca Juga: Gatal Kulit Sendi Mengintai Penderita Asam Urat akibat Penumpukan Kristal Tofi
Sehingga, menyebabkan asam urat dikeluarkan dari tubuh melalui urin dan mengakibatkan penurunan kadar asam urat dalam darah. Produk-produk yang mengandung aspirin umumnya meliputi Alka-Seltzer, Anacin, Empirin dan Excedrin.
Untuk mengatasi asam urat tinggi dan nyeri sendi, konsumsi obat berikut ini:
1. Obat yang menghambat produksi asam urat
Obat yang paling umum digunakan untuk menghambat produksi asam urat meliputi penghambat xantin oksidase seperti allopurinol (Aloprim, Lopurin, Zyloprim) dan febuxostat (Uloric). Allopurinol sangat direkomendasikan sebagai obat lini pertama penurun kadar asam urat.
Tes genetik disarankan sebelum memulai penggunaan allopurinol karena pembawa gen ini memiliki risiko lebih tinggi mengalami reaksi alergi yang parah. Efek samping allopurinol meliputi demam, ruam, hepatitis, dan gangguan ginjal.
Efek samping febuxostat meliputi ruam, mual, dan penurunan fungsi hati. Febuxostat juga dapat meningkatkan risiko kematian akibat masalah jantung.
2. Pegloticase
Pegloticase (Krystexxa) adalah pilihan lain untuk menurunkan produksi asam urat. Obat ini umumnya diperuntukkan bagi penderita asam urat parah yang tidak berhasil dengan pengobatan lain atau tidak dapat menoleransi pengobatan allopurinol.
Obat ini diberikan secara intravena setiap 2 minggu sekali bersamaan dengan pemberian methotrexate oral mingguan untuk mencegah efek samping dan meningkatkan efektivitas. Konsumsi asam folat (vitamin B) setiap hari juga disarankan untuk mengurangi risiko efek samping terkait methotrexate.
Efek samping pegloticase meliputi reaksi alergi, sensasi hangat, atau kulit kemerahan, infeksi, dan mual.
3. Obat yang meningkatkan pembuangan asam urat
Obat-obatan seperti probenesid (Probalan) menurunkan kadar asam urat dengan cara yang berbeda dibandingkan allopurinol dan febuxostat. Obat ini memicu ginjal untuk membuang lebih banyak asam urat daripada biasanya.
Probenesid dapat digunakan secara tunggal atau dikombinasikan dengan allopurinol atau febuxostat pada pasien yang kadar asam uratnya tidak turun secara memadai hanya dengan penggunaan allopurinol atau febuxostat saja. Probenesid mungkin tidak bekerja efektif pada penderita penyakit ginjal.
Hal tersebut karena obat ini bisa meningkatkan risiko terbentuknya batu ginjal. Efek samping yang mungkin timbul meliputi sakit kepala, nyeri sendi, hilangnya nafsu makan, dan mual.
Baca Juga: Penderita Asam Urat Boleh Makan Ayam Gorang Tanpa Takut Kambuh, Simak di Sini
Penggunaan obat anti-inflamasi disarankan setidaknya selama 3 bulan pertama terapi penurun kadar urat. Itulah penjelasan mengenai hubungan aspirin dengan asam urat tinggi dan tips pengobatannya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News