MOMSMONEY.ID - Simak cara kerja obat pereda nyeri antiinflamasi untuk meredakan asam urat berikut ini. Serangan asam urat sangat menyakitkan, rasa sakitnya bisa berlangsung 6 sampai 12 jam.
Senol Kobak, dokter reumatologi, menjelaskan, mengelola serangan asam urat akut dengan baik adalah kunci untuk mengurangi rasa sakit pada sendi. NSAID atau obat pereda nyeri antiinflamasi adalah pilihan pertama untuk mengobati serangan asam urat.
Dilansir dari Int.livhospital.com, penggunaan NSAID seperti ibuprofen mampu meredakan gejala dengan cepat. Penting untuk mempertimbangkan manfaat dan kerugian NSAID agar mendapatkan perawatan terbaik.
Baca Juga: Timun & Semangka Obat Asam Urat: Ini 6 Minuman Lain yang Bisa Jadi Pereda Nyeri
Apa penyebab dan penumpukan asam urat?
Penyakit asam urat terutama disebabkan oleh terlalu banyak asam urat dalam darah. Kelebihan ini dapat membentuk kristal di persendian.
Faktor-faktor seperti genetika, diet, dan kondisi kesehatan bisa berkontribusi pada penumpukan asam urat ini. Obat penurun asam urat membantu dengan mengurangi produksi asam urat atau meningkatkan pengeluarannya.
Gejala asam urat sangat khas. Gejala sering dimulai dengan nyeri hebat di jempol kaki, tetapi juga dapat menyerang persendian lainnya.
Persendian menjadi bengkak, merah, dan nyeri. Kambuhnya gejala dapat dipicu oleh pola makan, stres, dan beberapa obat.
Mendeteksi gejala sejak dini adalah kunci untuk mengelola asam urat. Obat pencegahan asam urat sangat disarankan bagi pasien yang sering mengalami kekambuhan.
Cara kerja obat pereda nyeri antiinflamasi untuk asam urat
NSAID berperan penting dalam pengobatan asam urat, obat ini membantu mengurangi peradangan dan nyeri. Ketika asam urat kambuh, kristal asam urat di dalam sendi menyebabkan peradangan dan nyeri.
NSAID menargetkan enzim yang memulai proses peradangan ini. Pada penyakit asam urat, peradangan melibatkan beberapa jalur biokimia dan enzim siklooksigenase (COX) memainkan peran penting.
Enzim ini mengubah asam arakidonat menjadi prostaglandin yang menyebabkan nyeri, pembengkakan, dan kemerahan. NSAID memblokir enzim COX ini, mengurangi produksi prostaglandin dan peradangan.
Mekanisme Inhibisi COX-1 vs. COX-2
Terdapat dua enzim COX yakni COX-1 dan COX-2. COX-1 membantu melindungi lapisan lambung, sementara COX-2berperan dalam peradangan.
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) tradisional memblokir keduanya, tapi menyebabkan masalah lambung. Inhibitor selektif COX-2 menargetkan COX-2, mengurangi peradangan dengan efek samping lambung yang lebih sedikit.
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dengan cepat mulai bekerja untuk meredakan nyeri asam urat. Obat ini efektif karena secara langsung mengurangi peradangan di lokasi serangan asam urat.
Dengan menghentikan produksi prostaglandin, NSAID tidak hanya meredakan nyeri tetapi juga mengurangi pembengkakan dan kemerahan. Hal ini meningkatkan kualitas hidup bagi penderita asam urat.
Baca Juga: Kopi Susu Picu Asam Urat? Ini Aturan Minum agar Gout Tak Kambuh
Pilihan obat pereda nyeri antiinflamasi untuk asam urat
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) sangat penting dalam mengelola asam urat. Obat-obatan ini telah terbukti efektif mengurangi gejala asam urat:
1. Indometasin
Indometasin sering menjadi pilihan pertama untuk mengobati serangan asam urat. Obat ini dikenal karena kemampuannya mengurangi peradangan dan nyeri dengan cepat.
Dosis indometasin yang biasa diberikan untuk asam urat adalah 50-75 mg, diminum dua hingga tiga kali sehari. Dosis pastinya dapat berubah tergantung pada tingkat keparahan serangan dan kondisi kesehatan pasien.
2. Naproxen
Naproxen adalah NSAID lain yang disetujui untuk pengobatan asam urat, dikenal karena efeknya yang lebih lama. Obat ini biasanya diminum dua kali sehari.
Naproxen sangat baik untuk mengelola gejala asam urat dalam jangka panjang. Dosis naproxen yang direkomendasikan untuk asam urat adalah 250 mg hingga 500 mg, diminum dua kali sehari.
Penting untuk mengikuti dosis yang diresepkan untuk menghindari efek samping.
3. Sulindac
Sulindac dikenal memiliki efek samping yang lebih sedikit. Dosis sulindac yang biasa diberikan untuk penyakit asam urat adalah 200 mg dua kali sehari.
Penting untuk memberi tahu dokter mengenai semua obat yang Anda konsumsi karena sulindac dapat berinteraksi dengan obat-obatan tersebut.
Memilih NSAID yang tepat untuk asam urat bergantung pada beberapa faktor. Faktor-faktor tersebut meliputi tingkat keparahan gejala, riwayat kesehatan pasien, dan interaksi obat.
Berkonsultasi dengan dokter dapat membantu menemukan NSAID dan dosis terbaik untuk setiap orang.
Baca Juga: Gejala Asam Urat: 7 Sinyal Tubuh Ini Selamatkan Sendi dari Kerusakan
Obat anti nyeri (NSAID) yang dijual bebas di apotek
Berikut ini daftar obat anti nyeri (NSAID) yang dijual bebas di apotek:
1. Ibuprofen (Advil)
Ibuprofen atau Advil adalah pilihan utama untuk meredakan asam urat. Obat ini memblokir enzim COX, mengurangi prostaglandin yang menyebabkan nyeri dan pembengkakan.
Untuk asam urat, ibuprofen baik digunakan saat gejala baru muncul. Konsumsi 400 mg hingga 800 mg setiap 8 jam, hingga 2400 mg dalam 24 jam.
2. Natrium Naproksen (Aleve)
Natrium naproxen atau Aleve adalah pilihan bagus lainnya untuk asam urat. Obat ini memiliki waktu paruh yang lebih lama, sehingga Anda bisa mengonsumsi 220 mg hingga 550 mg dua kali sehari.
Obat ini membantu mengurangi rasa sakit dan pembengkakan akibat asam urat. Untuk serangan asam urat yang parah, NSAID dengan resep dokter merupakan solusi yang ampuh.
Durasi pengobatan NSAID untuk serangan asam urat akut biasanya berkisar dari beberapa hari hingga beberapa minggu, tergantung pada tingkat keparahan.
Obat antiinflamasi nonsteroid (NSAID) dapat membahayakan ginjal, terutama pada pasien yang memiliki penyakit ginjal. Penting untuk secara teratur memeriksa fungsi ginjal pada pengguna NSAID. Sekian cara kerja obat pereda nyeri antiinflamasi untuk meredakan asam urat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News