MOMSMONEY.ID - Rasa nyeri pada sendi bisa disebabkan oleh gelombang kristal asam urat. Prevalensi penyakit asam urat semakin meningkat, baik pada orang lebih tua maupun lebih muda.
Theodore R. Fields, dokter reumatologi, menjelaskan, peningkatan asam urat pada orang yang lebih muda berkaitan dengan kelebihan berat badan dan masalah pola makan.
Pada orang yang lebih tua, penyakit ini berkaitan dengan peningkatan harapan hidup, peningkatan berat badan dan peningkatan penggunaan diuretik.
Dilansir dari Hss.edu, obat diuretik umumnya digunakan untuk hipertensi dan dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
Baca Juga: Penurunan Hormon Estrogen Jadi Ancaman Fatal Penumpukan Asam Urat di Sendi
Siapa yang bisa terkena penyakit asam urat?
Penyakit asam urat dapat berkembang karena tubuh memproduksi terlalu banyak asam urat atau karena tubuh tidak mampu mengeluarkan cukup asam urat ke dalam urin. Penyebab asam urat yang paling umum adalah ketidakmampuan mengeluarkan cukup asam urat dalam urin.
Ketidakmampuan ini dapat terjadi karena sejumlah alasan. Hal yang paling umum adalah cacat genetik pada zat yang disebut sebagai transporter anion organik di ginjal yang menyebabkan reabsorpsi asam urat yang berlebihan dari ginjal.
Namun, kegagalan dalam pengeluaran asam urat juga dapat terjadi karena obat-obatan, seperti diuretik, aspirin dosis rendah, atau alkohol. Gangguan pengeluaran asam urat juga terjadi ketika ginjal berfungsi dengan buruk.
Pria lebih sering terkena asam urat dibandingkan wanita. Usia paling umum terjadinya asam urat adalah antara usia 40 hingga 60 tahun.
Asam urat cukup jarang terjadi pada wanita, sampai mereka mencapai menopause. Hormon estrogen berfungsi memblokir transporter pertukaran anion di ginjal, menyebabkan lebih banyak asam urat dikeluarkan dalam urin dan membantu menurunkan kadar asam urat dalam darah.
Dalam beberapa kasus, cedera juga bisa memicu serangan asam urat. Terbenturnya jari kaki dapat menyebabkan serangan asam urat jika sudah terdapat cukup kristal asam urat yang meresap ke dalam tulang rawan.
Apa pun peningkatan mekanisme asam uratnya, peristiwa kunci pada penyakit asam urat adalah pergerakan kristal asam urat ke dalam cairan sendi.
Mekanisme pertahanan tubuh seperti sel darah putih (neutrofil), menelan kristal asam urat yang menyebabkan pelepasan sitokin yang menimbulkan semua tanda peradangan. Siklus ini juga merekrut lebih banyak sel darah putih ke sendi yang mempercepat proses inflamasi.
Baca Juga: Makanan Tidak Sehat: Konsumsi Buah Tinggi Fruktosa Picu Lonjakan Asam Urat
Bagaimana cara mengobati serangan asam urat?
Penanganan serangan asam urat akut sangat berbeda dengan pencegahan. Pengobatan dengan mengonsumsi allopurino sebenarnya dapat melemahkan keadaan, jika diberikan selama kekambuhan.
Oleh karena itu, perlu ditunda hingga kekambuhan mereda selama beberapa minggu. Ada sejumlah langkah yang dapat membantu mengatasi serangan asam urat:
1. Konsumsi obat NSAID atau penghambat COX-2
Contoh NSAID yang direkomendasikan adalah Naproxen 500 mg dua kali sehari, indometasin 25 mg tiga kali sehari. Contoh penghambat COX-2 adalah celecoxib 200 mg dua kali sehari.
Kemungkinan efek samping dari obat ini adalah peningkatan tekanan darah, pembengkakan pergelangan kaki, sakit perut dan tukak lambung.
2. Kortikosteroid Antiinflamasi
Contoh kortikosteroid antiinflamasi adalah Prednison 40 mg untuk hari pertama. Lalu, dokter akan menurunkan dosisnya menjadi 30 mg hari kedua, 20 mg hari ketiga dan 10 mg hari keempat.
Kemungkinan efek sekitarnya yakni peningkatan tekanan darah, peningkatan gula darah dan perubahan suasana hati.
3. Kolkisin
Di masa lalu, dosis tinggi kolkisin digunakan untuk serangan asam urat. Namun, hal ini cenderung menyebabkan diare pada sejumlah besar pasien.
Dosis kolkisin yang lebih rendah sama efektifnya dengan dosis tinggi untuk serangan asam urat dan jauh lebih mudah ditoleransi. Untuk serangan asam urat, pasien akan menerima dua tablet kolkisin dengan masing-masing 0,6 mg.
Dosis kolkisin perlu disesuaikan pada pasien dengan penurunan fungsi ginjal yang signifikan. Kolkisin memiliki interaksi dengan obat-obatan tertentu seperti klaritromisin.
Baca Juga: Jangan Sampai Kena Penyakit Ginjal, Mulai Cara Mengontrol Asam Urat Normal
Peran diet dalam pencegahan asam urat
Pengendalian asam urat melalui diet cukup pada pasien dengan kadar asam urat yang meningkat sedikit, misalnya 7.0 mg/dL. Bagi mereka yang memiliki kadar asam urat sekitar 10,0 mg/dL atau lebih, diet saja biasanya tidak akan mampu meredakan nyeri akibat asam urat.
Ada beberapa prinsip dasar diet pada asam urat yang bisa diikuti:
- Batasi daging merah dan kerang
- Batasi alkohol karena menyebabkan lebih banyak asam urat diserap kembali oleh ginjal, meningkatkan kadar asam urat dalam darah.
- Pilih produk susu rendah lemak
- Konsumsi karbohidrat seperti oatmeal dan gandum utuh yang rendah purin
Itulah cara mengatasi nyeri sendi yang disebabkan oleh kadar asam urat tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News