MOMSMONEY.ID - Kebiasaan makan yang tidak sehat meningkatkan risiko kolesterol tinggi pada anak muda. Tak hanya itu, jarang berolahraga, memiliki kebiasaan merokok dan obesitas juga jadi penyebab kolesterol tinggi.
Meski masih muda, sebaiknya tetap menjalani tes skrining setiap 5 tahun sekali setelah berusia 20 tahun. James Beckerman, dokter kardilogi, menjelaskan, setelah wanita berusia 55 tahun dan pria 45 tahun, tes skrining harus dilakukan lebih sering.
Dilansir dari Webmd.com, hiperkolesterolemia familial atau kolesterol tinggi pada anak muda terjadi karena perubahan gen yang diturunkan dalam keluarga. Anak muda yang memiliki kolesterol tinggi mewarisinya dari orang tua.
Baca Juga: Kolesterol Tinggi Rontok Setelah Makan Wortel & Buah, Hambat Lemak Darah!
Kolesterol adalah zat yang diproduksi oleh hati dan diperlukan untuk produksi hormon, vitamin D, hingga garam empedu yang berperan dalam pencernaan. Zat seperti lemak ini terdiri dari HDL (high-density lipoprotein) dan LDL (low-density lipoprotein).
HDL dikenal sebagai kolesterol baik dan kadar LDL merupakan kolesterol jahat. Secara spesifik, kolesterol LDL harus kurang dari 100 mg/dL. Kadar LDL 130 hingga 159 mg/dL dikategorikan sebagai batas tinggi, 160 hingga 189 mg/dL adalah tinggi, dan kadar 190 mg/dL atau lebih dianggap sangat tinggi.
Gejala dan penyebab kolesterol tinggi pada anak muda
Berikut adalah gejala kolesterol tinggi pada anak muda:
- Plak berlemak dan bertekstur lilin pada kulit (xanthoma)
- Benjolan kuning di atau dekat kelopak mata (xanthelasma)
- Lingkaran putih atau keabu-abuan di sekitar tepi luar mata (arcus kornea)
Banyak faktor yang memengaruhi kadar kolesterol, seperti:
- Konsumsi makanan tinggi lemak
- Jarang melakukan aktivitas fisik
- Kondisi medis seperti obesitas, diabetes, dan sindrom nefrotik
- Obat-obatan yang dikonsumsi
- Gen yang diwarisi oleh keluarga
Penyebab genetik kolesterol tinggi pada anak muda
Faktor genetika memainkan peran besar dalam menyebabkan kolesterol tinggi pada anak-anak. Hiperkolesterolemia familial pada anak muda merupakan suatu kondisi genetik yang menyebabkan anak muda memiliki kolesterol LDL tinggi.
Kondisi ini paling sering bersifat dominan, artinya hanya dibutuhkan satu gen abnormal dari salah satu orang tua untuk diturunkan kepada anak. Jika kolesterol tinggi pada anak muda disebabkan oleh faktor poligenetik, berarti mereka mewarisi banyak gen dari kedua orang tua yang menyebabkan LDL tinggi.
Kadar LDL juga akan meningkat seiring waktu, faktor genetik ini menyebabkan peningkatan risiko kardiovaskular. Anak muda dengan kolesterol tinggi biasanya membutuhkan pengobatan lebih cepat daripada anak-anak dengan penyebab poligenetik.
Baca Juga: Kebiasaan Ini Diam-diam Picu Risiko Penyakit Jantung & Kolesterol Meningkat
Diagnosis dan tes untuk mengukur kadar kolesterol
Dokter akan memeriksa kadar kolesterol pada anak muda lewat tes darah sederhana. Dalam situasi tertentu, Anda harus berpuasa sebelum pengambilan sampel darah.
Melakukan tes semacam ini sangat penting, terutama jika ada riwayat penyakit jantung yang kuat dalam keluarga. Hasil tes darah akan menunjukkan apakah kadar kolesterol atau trigliserida yang tinggi.
Pengobatan kolesterol tinggi yang harus dipahami!
Untuk anak muda dengan kadar LDL tinggi, statin adalah pilihan pengobatan medis pertama. Obat-obatan ini meliputi:
- Atorvastatin
- Rosuvastatin
- Simvastatin
Statin menurunkan LDL dengan menghentikan produksi kolesterol oleh hati dan membantu tubuh mengeluarkan kolesterol berlebih dari darah. Sehingga, tubuh dapat menggunakannya dengan benar.
Ezetimibe adalah obat lini kedua untuk menurunkan kadar LDL. Obat ini bekerja dengan menghambat penyerapan kolesterol di usus, sehingga tidak dapat mencapai aliran darahnya. Itulah gejala, penyebab dan pengobatan kolesterol tinggi pada anak muda.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News