M O M S M O N E Y I D
Bugar

Daftar Negara ASEAN dengan Tingkat Obesitas Tertinggi dan Faktor Penyebabnya

Daftar Negara ASEAN dengan Tingkat Obesitas Tertinggi dan Faktor Penyebabnya
Penulis: Widya Oktaviana  |  Editor: Widya Oktaviana


MOMSMONEY.ID - Tingkat obesitas tertinggi di wilayah ASEAN bukan lagi sekadar angka statistik. Tapi juga sebagai alarm peringatan agar waspada bahwa masalah ini semakin serius.

Dari gerai makanan cepat saji yang menjamur hingga gaya hidup sedentari, hal ini menjadi pintu gerbang masuknya obesitas secara diam-diam, lo.

Paling mengkhawatirkannya lagi, obesitas datang dengan membawa risiko berbagai penyakit kronis. Misalnya saja hipertensi, jantung koroner, stroke, hingga kanker.

Baca Juga: 5 Pilihan Olahraga Ramah Sendi yang Aman dan Ringan buat Penderita Obesitas

Menurut laporan World Obesity Federation, sebagian besar negara-negara di ASEAN mengalami kenaikan jumlah penduduk yang mengalami obesitas, termasuk Indonesia. Tentu saja hal ini menjadi perhatian serius bagi suatu negara.

Daftar negara ASEAN dengan tingkat obesitas tertinggi

Berdasarkan data dari World Obesity Federation's Global Obesity Observatory, berikut adalah daftar negara ASEAN dengan tingkat obesitas tertinggi:

  1. Brunei Darussalam (32,09%)
  2. Malaysia (22,41%)
  3. Thailand (15,44%)
  4. Singapura (13,97%)
  5. Indonesia (11,52%)
  6. Filipina (8,96%)
  7. Laos (8,32%)
  8. Myanmar (7,71%)
  9. Kamboja (4,50%)
  10. Timor Leste (2,41%)
  11. Vietnam (2,04%)

Baca Juga: 6 Tips Menurunkan Berat Badan secara Aman bagi Penderita Obesitas, Harus Konsisten ya

Faktor penyebab obesitas

Ada beberapa faktor yang menjadi penyebab obesitas. Ini dia penjelasannya yang dikutip dari www.alodokter.com:

1. Genetik

Faktor genetik bisa menjadi penyebab dari obesitas. Anak-anak bisa mewarisi gen dari orang tuanya. Di mana ada beberapa gen yang memengaruhi cara tubuh untuk menyimpan lemak, kecepatan metabolisme, dan rasa lapar.

Itulah kenapa, jika ada keluarga yang memiliki obesitas, maka anak-anaknya memiliki risiko terkena obesitas juga. 

2. Malas bergerak

Aktivitas fisik menjadi hal yang sangat penting untuk membantu membakar kalori di tubuh. Jika seseorang jarang berolahraga, maka bisa meningkatkan risiko mengalami obesitas.

Hal ini kalori yang ada di tubuh tidak segera dibakar dan akan disimpan sebagai lemak. Inilah yang menyebabkan berat badan melonjak.

Baca Juga: Fungsi Ginjal Terganggu? Waspada, Obesitas Bisa Tingkatkan Asam Urat

3. Mengonsumsi makanan dan minuman tidak sehat

Kebiasaan mengonsumsi makanan dan minuman yang tidak sehat juga meningkatkan risiko terkena obesitas. Misalnya saja makanan fast food dan minuman kemasan dengan kandungan gula tinggi.

Kesemuanya memiliki kalori tinggi, namun rendah serat dan nutrisi. Jika makanan dan minuman tersebut sering dikonsumsi, maka akan membuat berat badan cepat naik dan memicu obesitas.

4. Psikologis

Penyebab lainnya adalah karena faktor psikologis. Tak sedikit orang yang ketika sedang sedih, marah, atau bosan, ia akan melampiaskannya dengan makan untuk memberikan rasa bahagia dan puas.

Kondisi ini semakin tidak baik jika Anda memilih makanan yang tinggi kalori. Risikonya adalah membuat berat badan Anda naik dan meningkatkan risiko obesitas.

Baca Juga: Transformasi Hidup Pasien Obesitas, Bariatrik Bukan Sekadar Diet

5. Penyakit dan konsumsi obat tertentu

Ada beberapa penyakit yang bisa menyebabkan obesitas. Misalnya saja hipotiroidisme dan PCOS. Penyakit ini menimbulkan rasa lapar yang sulit kenyang.

Selain itu, obat-obatan tertentu juga meningkatkan risiko naiknya berat badan. Apalagi jika tidak disertai dengan olahraga dan menjaga pola makan yang sehat.

6. Usia

Usia yang semakin tua akan membuat metabolisme tubuh turun. Hal ini pun otomatis juga memperlambat proses pembakaran kalori. 

Jika kondisi ini tidak diimbangi dengan aktivitas fisik, maka kalori akan disimpan dalam bentuk lemak dan menyebabkan obesitas.

Itulah penjelasan terkait daftar tingkat obesitas tertinggi negara-negara di ASEAN serta faktor yang menyebabkan kenapa obesitas itu bisa terjadi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Roemah Koffie Ungkap Cerita Budaya Jadi Nilai Tambah Kopi Indonesia

Di tengah perkembangan industri kopi, cerita mengenai budaya di balik secangkir kopi juga mulai menjadi bagian dari nilai sebuah produk.

Populasi Lansia Makin Bertambah, Ini Peluang Bisnis Caregiver di Indonesia

Bisnis jasa caregiver atau pendamping lansia berpotensi semakin dibutuhkan seiring dengan meningkatnya populasi lansia di Indonesia.​

Ini Manfaat, Kalau Anda Rajin Donor Darah

Sebanyak 200 kantong darah berhasil dikumpulkan dalam aksi donor darah yang digelar Indodana Finance bersama KSSD

Musikal Absurd Ubah Kegelisahan Hidup Jadi Pertunjukan Musikal Penuh Tawa

Jakarta Doodle Fest dan Indonesia Kaya menghadirkan Musikal Absurd: Hidup Segan But I’m Not Done dengan durasi lebih panjang dan karakter baru.

Film Agensi Rumah Tangga Angkat Kisah Perempuan Korban PHK dan Pekerja Rumah Tangga

Film Agensi Rumah Tangga mengangkat kisah perempuan yang harus bangkit setelah terkena PHK dan menghadapi dilema keluarga.

Mau Gambar TV Lebih Detail? Kenali Teknologi Precise Dimming

​TCL C7L menjadi salah satu TV Mini LED yang menggunakan teknologi Precise Dimming dengan hingga 1.352 zona pencahayaan.

Daftar Rekomendasi Film Horor Adaptasi Kisah Nyata Menyeramkan Penuh Teror

Simak beberapa film horor populer yang ternyata merupakan adaptasi kisah nyata. Berani nonton The Conjuring?

Nikmati Promo Burger Bangor September 2026, Diskon Hemat di GoFood & ShopeeFood

Mulai dari Rp 40.000 saja, Anda sudah bisa menikmati paket burger lezat yang dijamin tiap gigitannya bikin puas dan happy.

Sering Dibuang, Ternyata Ini 7 Manfaat Makan Biji Pepaya yang Jarang Diketahui

Jangan buru-buru membuangnya! Rasakan beragam manfaat makan biji pepaya untuk mencegah sembelit hingga menjaga kesehatan ginjal.

4 Waktu Terbaik untuk Berhubungan Seks dan Alasannya, Pasutri Wajib Tahu

Berikut 4 waktu terbaik untuk berhubungan seks yang wajib diketahui para pasutri. Simak sampai akhir, Moms.