Santai

Cuaca Panas Terik, Musim Hujan Tahun Ini Lebih Singkat & Lebih Kering? Ini Kata BMKG

Cuaca Panas Terik, Musim Hujan Tahun Ini Lebih Singkat & Lebih Kering? Ini Kata BMKG

MOMSMONEY.ID - Pasca hujan berhari-hari, cuaca panas terik kembali di sejumlah daerah di Indonesia. Lantas, apakah musim hujan tahun ini lebih singkat dan lebih kering?

Cuaca panas terik kembali melanda beberapa wilayah di Indonesia setelah hujan lebat disertai petir turun berhari-hari. Misalnya, di daerah Jakarta dan sekitarnya.

Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), musim hujan di wilayah Indonesia tahun ini sangat dipengaruhi oleh aktifnya Monsun Asia.

Monsun Asia membawa massa udara lembab yang berasal dari Benua Asia menuju Benua Australia melalui Benua Maritim Indonesia.

Musim hujan dimulai dari bagian utara Pulau Sumatra menuju ke selatan secara gradual dan selanjutnya ke wilayah bagian timur Indonesia. 

"Umumnya, musim hujan akan mengalami puncaknya pada bulan Januari dan Februari, ditandai dengan hujan yang terjadi di sebagian besar wilayah Indonesia dan akumulasi curah hujan yang tinggi," sebut BMKG di akun Instagram resminya, dikutip Rabu (21/2).

Tapi, keragaman morfologi wilayah Indonesia yang terdiri dari perairan dan kepulauan, daratan dan pegunungan, membuat respons dari tiap wilayah terhadap Monsun Asia dan musim hujan juga berbeda-beda.

Baca Juga: 3 Jenis Teh Hijau Populer Asal Jepang, Bukan Cuma Matcha

Berdasarkan distribusi data rata-rata curah hujan bulanan, respons yang berbeda-beda ditunjukkan oleh tiga pola hujan di Indonesia, yaitu:

Pertama, pola hujan monsunal. Wilayahnya memiliki perbedaan yang jelas antara periode musim hujan dan periode musim kemarau dengan tipe curah hujan yang bersifat unimodial (satu puncak musim hujan dan satu puncak musim kemarau).

Kedua, pola hujan equatorial. Wilayahnya memiliki distribusi hujan bulanan bimodial (dua puncak musim hujan) yang biasanya terjadi sekitar bulan Maret dan Oktober.

Ketiga, pola hujan lokal. Wilayahnya memiliki distribusi hujan bulanan berkebalikan dari pola monsun. Pola lokal dicirikan oleh bentuk pola hujan unimodial (satu puncak hujan), tetapi waktunya berlawanan dengan tipe hujan monsun.

Selain itu, terdapat wilayah-wilayah tertentu, yang memiliki karakteristik hujan yang tinggi sepanjang tahun ataupun kurang hujan sepanjang tahun.

Berdasarkan prediksi curah hujan bulanan untuk periode Januari-April 2024:

Pada Januari, sebagian besar wilayah Indonesia masih akan mengalami hujan pada kategori tinggi hingga sangat tinggi (300-lebih dari 500 mm/bulan).

Baca Juga: Coba Lakukan 5 Gerakan Olahraga Ini untuk Latih Koordinasi Tubuh, yuk

Pada Februari, hujan di wilayah Indonesia diprediksi masih berada pada kategori menengah hingga tinggi (150-500 mm/bulan), kecuali untuk wilayah Sumatera bagian utara, Sulawesi bagian utara, dan Papua Barat bagian utara yang diprediksi mengalami hujan bulanan pada kategori menengah (150-300 mm/bulan).

Pada Maret dan April 2024, curah hujan bulanan di wilayah Indonesia diprediksi masih berada pada kategori menengah hingga tinggi (150-500 mm/bulan), kecuali untuk sebagian wilayah Nusa Tenggara yang mengalami hujan pada kategori menengah. 

Kategori hujan ini (>150 mm/bulan) masih termasuk pada periode musim hujan menurut definisi musim BMKG. Oleh karena itu, BMKG memprediksi bahwa musim hujan masih akan berlangsung hingga April 2024 di sebagian besar wilayah Indonesia.

Perbandingan total curah hujan prediksi tahun 2024 dengan curah hujan tahun 2023:

Januari

Diprediksikan cenderung normal. Daerah yang diprediksikan mengalami hujan bawah normal adalah Lampung bagian selatan, Jawa, sebagian Bali, sebagian Nusa Tenggara Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Utara bagian tengah, Kalimantan Timur bagian utara, Maluku Utara bagian utara, dan Papua bagian tengah.

"Lebih basah daripada bulan Januari 2023," kata BMKG.

Baca Juga: Bisa Kurangi Depresi, Simak 5 Keuntungan Bangun Pagi

Februari

Diprediksikan cenderung normal. Daerah yang diprediksikan mengalami hujan bawah normal adalah Aceh bagian utara, Sumatera Utara bagian utara, sebagian Banten, sebagian kecil Jawa Barat, sebagian Yogyakarta, sebagian Nusa Tenggara Timur, Sulawesi Tengah bagian utara, Maluku Utara bagian utara, dan Papua bagian tengah.

"Lebih basah daripada bulan Februari 2023," ujar BMKG

Maret

Diprediksikan cenderung normal. Daerah yang Sama dengan diprediksikan mengalami hujan bawah normal bulan Maret 2023 adalah Aceh bagian utara, Sumatera Utara bagian utara, sebagian kecil Jawa Barat, sebagian Nusa Tenggara Timur, Kalimantan Timur bagian utara, Sulawesi Tengah bagian utara, dan Papua bagian tengah.

"Sama dengan bulan Maret 2023," ungkap BMKG.

April

Diprediksikan cenderung lebih tinggi dari Lebih basah normal. Daerah yang diprediksikan mengalami daripada bulan hujan bawah normal adalah sebagian kecil Aceh, April 2023 sebagian kecil Jawa Barat, dan sebagian kecil Papua.

"Lebih basah daripada bulan April 2023," imbuh BMKG.

Itulah penjelasan BMKG soal pertanyaan apakah musim hujan tahun ini lebih singkat dan lebih kering.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News