MOMSMONEY.ID - Terdapat hubungan antara jumlah air putih yang harus dikonsumsi untuk menjaga kadar asam urat terkontrol.
Sebuah abstrak yang dipresentasikan pada pertemuan tahunan ACR 2009 melaporkan lebih sedikit serangan asam urat pada 535 pasien yang melaporkan minum lebih dari delapan gelas air selama periode 24 jam.
Dr. Patricia Kachur, dokter penyakit dalam di University of Central Florida, menyebutkan, asupan air yang sebaiknya dikonsumsi yakni sekitar 2,2 liter atau lebih.
Risiko terkena asam urat jadi lebih rendah jika mengonsumsi asupan air lebih tinggi. Penurunan volume intravaskular meningkatkan konsentrasi urat serum dan peningkatan urat serum di atas ambang batas saturasi dapat menyebabkan kristalisasi.
Mengutip dari Timesofindia.indiatimes.com, dehidrasi menyebabkan asidosis metabolik dan kelainan elektrolit yang dapat menyebabkan penurunan sekresi asam urat di tubulus ginjal, pH asam dapat mengurangi kelarutan urat serum. Maka dari itu, jumlah asupan air bermanfaat untuk mengontrol asam urat.
Baca Juga: Ramadan Aman bagi Penderita Asam Urat, Cukup Lakukan Ini
Selain itu, pasien dianjurkan untuk menghindari atau membatasi konsumsi minuman bersoda dan minuman tinngi fruktosa.
Alasan minum air putih saat perut kosong
Asam urat akan dikeluarkan melalui ginjal melalui urin, maka hidrasi yang tepat jadi cara yang paling efektif untuk mengontrol kadar asam urat. Air meningkatkan volume urin yang diproduksi oleh ginjal.
Produksi urin yang lebih tinggi akan mengencerkan asam urat, mengurangi konsentrasi asam urat dalam darah dan urin. Sebaliknya, ketika tubuh mengalami dehidrasi, asam urat menjadi lebih pekat dan ginjal kesulitan untuk mengeluarkannya.
Dengan demikian, hal tersebut bisa meningkatkan risiko pembentukan kristal.
Berapa banyak air yang harus dikonsumsi untuk mengontrol asam urat?
Hidrasi yang tepat adalah landasan dalam mengelola kadar asam urat dan mencegah kondisi seperti asam urat dan batu ginjal. Untuk orang dewasa yang sehat, The Lancet merekomendasikan 8 hingga 10 gelas air per hari yaitu sekitar 2,5 hingga 3 liter air.
Jumlah ini mendukung fungsi ginjal normal dan menjaga ekskresi asam urat yang memadai. Namun, orang yang memiliki kadar asam urat tinggi bisa mengonsumsi asupan air yang lebih tinggi sekitar 3-4 liter air per hari.
Tips praktis untuk mengonsumsi air yang cukup
Mempertahankan asupan harian sebanyak 8 hingga 10 gelas air terasa menantang bagi banyak orang. Berikut beberapa strategi untuk membuatnya lebih mudah:
- Awali pagi dengan segelas air segera setelah bangun tidur.
- Bawalah botol air minum sepanjang hari.
- Minum sedikit demi sedikit tapi sering.
- Sertakan buah dan sayuran seperti semangka atau mentimun untuk membantu menjaga hidrasi.
Baca Juga: Penderita Asam Urat Wajib Tahu: Ini 6 Suplemen Kunci Saat Puasa
Alternatif lain yang bermanfaat untuk asam urat
Air putih adalah pilihan utama, tetapi ada beberapa minuman lain yang bisa bantu mengontrol asam urat:
1. Air lemon
Anda bisa mengonsumsi lemon bersama air hangat, diminum di pagi hari atau sepanjang hari. Lemon mengandung vitamin C dan asam sitrat, keduanya dapat meningkatkan pH urin dan mendukung ekskresi asam urat.
Asupan jus lemon secara teratur dapat sedikit mengurangi asam urat dalam darah dan meningkatkan pH urin. Vitamin C sendiri telah dikaitkan dengan kadar asam urat yang lebih rendah.
2. Jus ceri dan minuman buah lainnya
Ceri mengandung antosianin dan antioksidan lainnya yang dapat menurunkan asam urat dan mengurangi peradangan. Anda bisa mengonsumsi sekitar satu hingga dua cangkir jus ceri tanpa pemanis per hari.
Buah ceri utuh juga disarankan, misalnya sekitar 15 buah ceri segar di pagi hari. Jus buah secara umum memiliki manfaat yang beragam. Meski jus jeruk dan beri menyediakan fitonutrien yang bermanfaat, banyak jus komersial memasukkan kandungan fruktosa di dalamnya.
Hati-hati dengan jus buah dengan kandungan fruktosa karena bisa meningkatkan produksi asam urat.
Baca Juga: Bukan Cuma Daging, Gula Ternyata Biang Kerok Asam Urat Anda!
3. Kopi, teh, dan infuse water
Konsumsi kopi dikaitkan dengan kadar asam urat yang lebih rendah. Anda bisa mengonsumsi sekitar satu hingga dua cangkir kopi per hari, diminum dengan sedikit gula dan susu rendah lemak.
Teh umumnya diperbolehkan untuk penderita asam urat. Kopi dan teh diperbolehkan dan menyebutkan bahwa teh fermentasi sangat cocok untuk orang dengan asam urat tinggi.
Konsumsi teh herbal seperti teh jahe atau pilihan tanpa pemanis lainnya sebagai sumber cairan dengan efek antiinflamasi.
4. Susu rendah lemak dan susu nabati
Susu rendah lemak bantu membantu menurunkan asam urat. Protein susu dan asam amino tertentu tampaknya membantu pengeluaran asam urat.
Bagi penderita asam urat yang tidak toleran terhadap laktosa, susu nabati seperti susu kedelai bisa jadi pilihan terbaik. Pilih produk tanpa pemanis dan perhatikan asupan kalori secara keseluruhan untuk menjaga berat badan yang sehat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News