MOMSMONEY.ID - Collateral adalah jaminan penting dalam pinjaman modern, cek fungsi, jenis, syarat, dan risikonya agar keputusan finansial lebih aman.
Kebutuhan dana cepat kini semakin umum di tengah biaya hidup yang terus bergerak naik. Banyak orang dewasa mulai berhadapan dengan pinjaman, baik untuk kebutuhan produktif maupun darurat.
Namun, masih sedikit yang benar-benar memahami peran collateral dalam proses tersebut. Collateral bukan hanya formalitas, melainkan elemen utama yang menentukan aman atau tidaknya sebuah transaksi keuangan.
Melansir dari Sahabat Pegadaian, collateral dipahami sebagai jembatan kepercayaan antara pihak peminjam dan pemberi dana.
“Collateral menjadi instrumen penting untuk menjaga keseimbangan hak dan kewajiban dalam perjanjian pembiayaan,” mengutip dari laman Sahabat Pegadaian.
Baca Juga: Strategi Lump Sum: Solusi Pembayaran Sekaligus, Apa Untungnya? Simak yuk
Pengertian collateral
Collateral merupakan aset bernilai ekonomi dan hukum yang digunakan sebagai jaminan ketika seseorang mengajukan pinjaman.
Aset ini berfungsi sebagai pengaman apabila peminjam tidak mampu memenuhi kewajiban pembayaran. Dalam praktiknya, collateral memberi rasa aman bagi pemberi pinjaman sekaligus membuka akses dana yang lebih luas bagi peminjam.
Tanpa collateral, risiko transaksi keuangan menjadi jauh lebih tinggi. Karena itulah, collateral dianggap sebagai fondasi penting dalam sistem pembiayaan modern.
Fungsi collateral bagi peminjam dan pemberi pinjaman
Collateral memiliki fungsi yang saling menguntungkan bagi kedua belah pihak. Bagi peminjam, keberadaan jaminan dapat membantu mendapatkan pinjaman dengan syarat yang lebih ringan.
Bagi pemberi pinjaman, collateral berperan sebagai alat perlindungan risiko. Selain itu, collateral membantu menjaga stabilitas sistem keuangan agar tetap berjalan sehat. Fungsi lainnya adalah sebagai dasar penentuan nilai pinjaman agar tetap seimbang dan rasional.
Prinsip kerja collateral dalam perjanjian kredit
Dalam perjanjian kredit, collateral bekerja berdasarkan prinsip perlindungan hukum dan keadilan. Pemberi pinjaman memiliki hak untuk mengeksekusi aset jika terjadi pelanggaran kesepakatan.
Di sisi lain, peminjam mendapatkan manfaat berupa kepercayaan dan akses dana. Prinsip ini memastikan bahwa risiko tidak hanya ditanggung oleh satu pihak saja. Memahami prinsip tersebut, masyarakat dapat lebih bijak sebelum menyetujui perjanjian kredit.
Baca Juga: Keputusan KPR Salah? Gaya Hidup & Keuangan Anda Taruhannya lo, Segera Hindari
Syarat aset yang dapat dijadikan collateral
Tidak semua aset bisa dijadikan collateral. Aset harus memiliki kepemilikan yang sah, dapat dialihkan secara hukum, dan memiliki nilai ekonomi yang jelas.
Legalitas menjadi faktor utama agar aset diakui dalam perjanjian pembiayaan. Selain itu, aset harus bebas dari sengketa dan memiliki kondisi yang layak.
Regulasi di Indonesia juga menetapkan syarat khusus berdasarkan jenis aset agar perlindungan hukum tetap terjaga.
Jenis collateral berdasarkan karakteristiknya
Collateral dapat dibedakan berdasarkan beberapa karakteristik. Berdasarkan bentuk, terdapat collateral berwujud dan tidak berwujud.
Berdasarkan mobilitas, collateral terbagi menjadi bergerak dan tidak bergerak. Dari sisi fungsi, ada collateral utama dan tambahan yang digunakan sesuai kebutuhan.
Sementara berdasarkan tingkat risiko, terdapat aset yang stabil dan aset yang nilainya mudah berubah. Pemahaman jenis ini membantu memilih jaminan yang paling sesuai dengan kondisi finansial.
Risiko penggunaan collateral yang perlu diwaspadai
Meski bermanfaat, collateral tetap memiliki risiko. Nilai aset bisa menurun seiring waktu atau perubahan kondisi pasar. Kesalahan umum yang sering terjadi adalah menjaminkan aset penting tanpa perhitungan matang.
Risiko lainnya muncul ketika peminjam tidak memahami konsekuensi hukum dari perjanjian yang disepakati. Karena itu, literasi keuangan menjadi kunci agar collateral tidak berubah menjadi beban di masa depan.
Baca Juga: Bukan Gaji, Ini 5 Rahasia Orang Kaya Kelola Uang Hingga Sukses
Collateral sebagai alat pengambilan keputusan finansial
Collateral seharusnya dipandang sebagai alat bantu dalam mengambil keputusan finansial, bukan sekadar syarat pinjaman.
Melalui pemahaman yang baik, collateral dapat dimanfaatkan untuk tujuan produktif tanpa mengorbankan stabilitas keuangan.
Di era kebutuhan dana yang semakin kompleks, peran collateral menjadi semakin relevan. Bagi kamu yang memahami konsep ini cenderung lebih siap menghadapi risiko dan peluang finansial.
Pada akhirnya, collateral adalah bagian dari strategi keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab.
Selanjutnya: Ketegangan Iran-AS Memuncak: Ini Titik Balik Ancaman Khamenei
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News