M O M S M O N E Y I D
Keluarga

4 Penyebab Skin Barrier Lemah: Kunci Memahami Kulit yang Sensitif dan Bermasalah

4 Penyebab Skin Barrier Lemah: Kunci Memahami Kulit yang Sensitif dan Bermasalah
Reporter: Ana Risma  |  Editor: Ana Risma


MOMSMONEY.ID - Memiliki kulit yang sehat dan glowing dimulai dari lapisan pelindung terluar yang kuat, atau yang sering kita sebut sebagai skin barrier.

Namun, banyak orang tidak menyadari bahwa kebiasaan sehari-hari justru bisa melemahkan pertahanan alami ini.

Saat skin barrier lemah, itu sering kali menjadi akar penyebab berbagai masalah kulit kronis, mulai dari jerawat hingga iritasi ekstrem.

Sebelum mencari solusi, pastikan Anda tahu apa saja hal-hal yang bisa membuat skin barrier melemah. Melansir Healthline dan Journal of Clinical and Aesthetic Dermatology, berikut 4 penyebab skin barrier lemah.

1. Eksfoliasi Berlebihan (Over-Exfoliating)

Penyebab skin barrier lemah yang pertama yaitu eksfoliasi berlebihan atau over-exfoliating.

Banyak orang terjebak dalam pemikiran bahwa semakin sering eksfoliasi, maka kulit akan semakin bersih dan halus.

Padahal, eksfoliasi yang terlalu sering atau penggunaan produk berbahan aktif (AHA, BHA, dan retinol) secara bersamaan dapat mengikis lapisan lemak (lipid) yang berfungsi sebagai perekat antar sel kulit.

Ketika lapisan ini hilang, skin barrier akan menjadi terbuka. Sehingga, mengakibatkan kulit terasa perih, memerah, dan sangat sensitif terhadap produk perawatan wajah yang biasanya aman digunakan.

Baca Juga: Dokter Anak Bagikan Tips Persiapan Mudik Bersama Bayi dan Balita

2. Paparan Sinar Matahari dan Polusi Lingkungan

Penyebab skin barrier lemah yang kedua yaitu paparan sinar matahari dan polusi lingkungan.

Lingkungan luar merupakan musuh besar bagi ketahanan kulit jika tidak diimbangi dengan perlindungan yang tepat.

Sinar UV dari matahari serta polusi udara menghasilkan radikal bebas yang merusak struktur protein dalam kulit.

Paparan sinar matahari yang ekstrem secara terus-menerus dapat melemahkan kemampuan kulit untuk menahan kelembaban alami. Akibatnya, kulit menjadi kering, kasar, dan kehilangan elastisitasnya.

Inilah alasan mengapa penggunaan sunscreen sangat krusial, tidak hanya untuk mencegah penuaan, tetapi juga menjaga keutuhan pelindung kulit.

3. Penggunaan Pembersih Wajah dengan Kandungan Keras

Penyebab skin barrier lemah yang ketiga yaitu penggunaan pembersih wajah dengan kandungan keras.

Sabun cuci muka yang memberikan sensasi ketarik atau sangat kesat setelah digunakan biasanya mengandung surfaktan yang terlalu kuat, seperti Sodium Lauryl Sulfate (SLS).

Kandungan ini bekerja terlalu agresif dengan mengangkat seluruh minyak alami kulit, termasuk minyak baik yang dibutuhkan untuk menjaga hidrasi.

Jika hal ini dilakukan secara rutin, pH alami kulit akan terganggu, skin barrier menjadi rapuh, dan memudahkan bakteri serta alergen masuk ke dalam lapisan kulit yang lebih dalam.

Baca Juga: Kreator Podcast Perempuan di Spotify Berperan Bentuk Masa Depan Video Podcast

4. Perubahan Cuaca dan Kurangnya Kelembaban Udara

Penyebab skin barrier lemah yang keempat yaitu perubahan cuaca dan kurangnya kelembaban udara.

Faktor eksternal seperti cuaca ekstrem, baik itu suhu yang terlalu panas maupun udara yang terlalu dingin dan kering, berdampak langsung pada kadar air di kulit.

Di lingkungan yang rendah kelembabannya, air di dalam kulit akan menguap lebih cepat ke udara melalui proses yang disebut Transepidermal Water Loss (TEWL).

Tanpa bantuan pelembap yang mengandung bahan pengunci air seperti ceramide atau hyaluronic acid, pelindung kulit akan pecah-pecah dan menjadi lemah. Ini sering kali ditandai dengan kulit yang mengelupas atau gatal.

Itulah 4 penyebab skin barrier lemah. Menjaga skin barrier tetap kuat adalah investasi jangka panjang untuk kesehatan kulit. Dengan menghindari penyebab di atas, itu akan memberikan kesempatan bagi kulit untuk memulihkan diri secara alami.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Waspada Udara Kabur, Pantau Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Kamis (23/7)

​BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur pada Selasa (21/7) didominasi berawan. Sejumlah wilayah diprediksi mengalami cuaca kabur.

Ramalan Zodiak Besok Kamis 23 Juli 2026: Leo Bersinar, Gemini Lebih Teliti

Yuk cek ramalan zodiak besok Kamis 23 Juli 2026, simak prediksi karier, cinta, keuangan, dan kesehatan semua zodiak.

Arus Dana ke ETF Bitcoin Berbalik Positif, Sinyal Bitcoin akan Bangkit?

Perubahan arus dana ETF kerap menjadi salah satu indikator untuk membaca arah sentimen institusi. Simak maknanya bagi prospek Bitcoin!

4 Perbedaan Donat Kentang dan Donat Biasa yang Wajib Diketahui Pecinta Baking

Bingung membedakan donat kentang dengan donat biasa? Inilah 4 perbedaan donat kentang dan donat biasa yang wajib Anda tahu.

4 Sayuran yang Sebaiknya Tidak Dimasak Terlalu Matang agar Nutrisinya Terjaga

4 sayuran yang sebaiknya tidak dimasak terlalu matang. Wajib tahu, berikut MomsMoney bagikan informasinya.

Jangan Asal Beli Emas! Cek Dulu Selisih Harga Jual dan Buyback Hari Ini

Semakin kecil spread, umumnya semakin cepat peluang untuk mendapatkan cuan saat menjual kembali emas.

Berburu Kendaraan di GIIAS 2026, Astra Financial Siapkan Promo Kredit

​Astra Financial menghadirkan berbagai promo pembiayaan mobil, motor, hingga perlindungan asuransi selama GIIAS 2026.

Harga Buyback Emas Kompak Naik: Antam Melejit Rp 54.000, Galeri 24 Masih Tertinggi

Harga buyback emas hari ini naik pada seluruh merek logam mulia. Kenaikan buyback terbesar terjadi pada Antam. Cek selengkapnya di sini!

Bukan Sekadar Kasur, Produk AI Ini Bisa Mengikuti Perubahan Posisi Tidur

​DeRUCCI memperkenalkan kasur pintar yang dapat menyesuaikan tingkat kenyamanan sesuai posisi tubuh pengguna.

Harga Emas Dunia Naik Dua Hari, Morgan Stanley Prediksi Emas ke US$ 4.450

Pasar mengabaikan faktor perang AS-Iran. Morgan Stanley memperkirakan harga emas mencapai US$ 4.450 per troi ons pada kuartal keempat.