MOMSMONEY.ID - Kacamatamoo bidik anak muda sebagai pasar utama. Bahkan, sekitar 80% konsumennya berasal dari kalangan usia muda, mulai dari pelajar hingga pekerja muda.
Chief Marketing Officer Kacamatamoo, Cindy Oktavian, mengatakan brand optik ini memang ingin tampil berbeda dibandingkan optik konvensional yang kerap dianggap lebih tradisional.
“Kami lebih mengarah ke fashion. Kami juga menargetkannya lebih ke anak muda. Jadi kami melihat banyak optik lain yang kesannya lebih tradisional, dan kami ingin mengubah itu jadi lebih kekinian,” ujar Cindy Senin (16/3).
Ia menjelaskan, dari data perusahaan, mayoritas pelanggan Kacamatamoo berada di rentang usia 18 hingga 30 tahun. Segmen ini mencapai sekitar 80% dari total konsumen.
“Kami lihat dari data, target market kita itu umur 18 tahun sampai 30-an, sekitar 80%. Paling banyak dari anak sekolah, SMA, anak kuliahan, sama pekerja kantor,” jelasnya.
Baca Juga: Fres & Natural Kolaborasi dengan Vilo Gelato, Tawarkan Wangi Baru untuk Anak Muda
Meski demikian, Cindy menegaskan Kacamatamoo tetap terbuka untuk semua kalangan. Perusahaan membawa konsep optik yang lebih inklusif dengan produk yang bisa diakses berbagai usia.
“Kalau konsumen kita sebenarnya all ages. Slogan kita adalah we work for everyone, jadi kita ingin Kacamatamoo bisa diakses semua orang,” katanya.
Sekadar informasi, Kacamatamoo kini memiliki sekitar 80 cabang yang sebagian besar berada di wilayah Jabodetabek. Selain itu, gerai juga sudah hadir di Lampung dan Solo. Perusahaan menargetkan jumlah cabang bisa bertambah hingga 120 toko sepanjang 2026.
Baca Juga: Bobibos, BBM Murah RON 98 Karya Anak Muda Indonesia Resmi Diperkenalkan
Di Ramadhan ini Kacamatamoo juga menjalankan melalui program Mooracle in Ramadan 2026. Program ini mengajak pelanggan dan karyawan untuk berbagi dengan anak-anak panti asuhan, panti jompo, serta panti tunanetra melalui kartu harapan atau Wish Card.
Dari program ini, lebih dari 200 hadiah berhasil dikumpulkan dan disalurkan kepada penerima manfaat.
“Program ini bukan sekadar program donasi, tetapi bentuk kepedulian yang personal, di mana setiap harapan yang ditulis benar-benar didengar dan diwujudkan,” ujar Cindy.
Ia berharap program tersebut dapat terus berlanjut setiap tahun dengan cakupan penerima manfaat yang lebih luas.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News