M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Cara Memanaskan ASI dari Kulkas, Begini Cara yang Aman!

Cara Memanaskan ASI dari Kulkas, Begini Cara yang Aman!
Reporter: Benedicta Prima  |  Editor: Benedicta Alvinta


MOMSMONEY.ID - ASI yang keluar dari kulkas harus dipanaskan dengan cara yang tepat. Jika tidak, kandungan gizi dalam ASI bisa rusak dan tidak bisa dikonsumsi. 

Selamat ya Moms atas kelahiran buah hatinya! Selamat mengASIhi. Jika Anda salah satu ibu yang harus memberikan ASI Perah (ASIP) maka perlu tahu cara menghangatkan ASI yang disimpan di kulkas.

Baca Juga: Kolesterol Tinggi? Konsumsi 8 Sayuran Penurun Kolesterol Paling Cepat Berikut

Cara menghangatkan ASI dari kulkas haruslah tepat supaya nutrisi tidak hilang. Serta tentunya supaya ASIP tetap aman saat dikonsumsi buah hati. 

Melansir berbagai sumber, ASIP sebaiknya dikeluarkan terlebih dahulu dari kulkas. Sehingga ASIP mendapatkan paparan suhu ruang terlebih dahulu sebelum direndam air hangat.

Setelah mengeluarkan ASIP, silahkan panaskan air. Namun jangan sampai mendidih. 

Setelah itu tuang air hangat ke mangkok. Kemudian rendam kantong ASIP atau botol ASIP yang tadi sudah Anda keluarkan dari kulkas. Rendam hingga suhu ASIP hangat. Biasanya cukup rendam 1-3 menit. Namun pastikan juga susu sudah cukup hangat jika Anda raba dengan tangan.

Baca Juga: Tinggal 2 Hari, Begini Cara Memadankan NIK dan NPWP!

Jika sudah, tuangkan ASIP ke botol susu yang sudah Anda sterilkan. Goyangkan ASI dengan lembut jangan sampai keluar bola udara. Setelah itu segera berikan ke buah hati Anda. 

Berapa lama ASI bertahan setelah keluar dari kulkas? Melansir berbagai, setelah ASI dipanaskan sebaiknya segera berikan kepada bayi Anda. 

Adapun jika suhu udara sekitar 25 derajat Celcius maka ASI hanya bertahan 2-4 jam. Jika cuaca sangat panas berarti ketahanan ASI lebih singkat dari 2-4 jam. 

Baca Juga: Netflix Bersiap Umumkan Serial Live Action One Piece Musim Kedua

Sehingga ada baiknya saat bepergian Anda telah menyiapkan cooler box untuk membawa ASI dan termos berisi air panas untuk menghangatkannya. 

Melansir Alodokter, ASI yang disimpan di cooler box dengan tambahan kantong es bisa bertahan 24 jam.

Melansir Hegen sebaiknya jangan memasukkan ASI yang sudah dihangatkan ke dalam kulkas. Ini akan membuat adanya risiko pertumbuhan bakteri pada ASI dan membuatnya tidak aman dikonsumsi bayi. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perempuan UMKM Perlu Perisai Hukum dan Finansial untuk Naik Kelas

Potensi UMKM perempuan di Indonesia sangat besar. Legalitas dan inovasi jadi fondasi agar usaha bisa melesat jadi penggerak ekonomi nasional.

Fokus Anda Mudah Hilang? Ini 5 Pemicu Tak Terduga Konsentrasi Menurun

Sering kehilangan fokus saat bekerja atau belajar? Ternyata, 5 hal ini diam-diam menguras konsentrasi Anda. Kenali pemicunya di sini.  

Generasi Muda Perlu Melek Investasi, Bisa Mulai dari Reksadana

Generasi muda perlu melek investasi yang bisa mereka mulai lewat investasi reksadana dengan Rp 10.000 saja.

5 Pilihan Susu Kolesterol yang Aman, Turunkan Lemak Jahat Tanpa Was-Was

Jangan lagi khawatir minum susu! Pahami 5 jenis susu yang aman dikonsumsi penderita kolesterol tinggi, demi jantung sehat dan hidup lebih baik.

Harga Emas Antam Hari Ini Jumat (24/4) Tidak Berubah

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Jumat (24/4) tidak mengalami perubahan dari perdagangan sebelumnya.

Promo Solaria Baru, Makan Enak Cuma Rp 12.000 & Diskon Rp 50.000 Pakai Kartu Ini

Pengguna Maybank dan KB Bank wajib tahu! Solaria tawarkan harga Bowl Ayam Rp 12 ribu & diskon Rp 50 ribu. Buruan cek!

Nobel Run 2026 Ajak Masyarakat Gaungkan Setara Satu Lintasan

Dukung anak berkebutuhan khusus dalam beraktivitas, Nobel Run 2026 gaungkan setara satu lintasan di pagelaran lari.

Bukan Cuma Sawit, Ini Penyebab Harga Minyak Goreng Ikut Naik

​Harga minyak goreng naik perlahan sejak awal tahun. Salah satu faktor utamanya adalah mahalnya kemasan plastik imbas konflik Timur Tengah.

Kata CEO SAP soal Masa Depan AI, Software Tak Tergantikan

​CEO SAP Christian Klein mengungkap masa depan AI yang ternyata sangat bergantung pada software, bukan menggantikannya dalam bisnis modern.

7 Pola Hidup Ini Jadi Biang Keladi Penyebab Kanker Ginjal, Segera Ubah Sekarang

Mengonsumsi gula dan garam berlebih adalah penyebab kanker ginjal yang jarang disadari. Temukan 7 pemicu lainnya untuk perlindungan optimal.