MOMSMONEY.ID - Simak 6 cara hemat uang yang realistis dan relevan untuk tahun 2026 tanpa perlu mengorbankan kenyamanan hidup Anda.
Mengatur keuangan di tengah biaya hidup yang terus naik menjadi tantangan nyata bagi banyak orang, mungkin Anda termasuk didalamnya.
Rasa optimis dan cemas soal kondisi finansial sering hadir bersamaan, terutama saat tagihan rutin terasa makin membebani.
Melansir dari Nerd Wallet, sebanyak 35% responden merasa optimis dan 35% percaya diri terhadap kondisi keuangan mereka, sementara 32% mengaku cemas dan 30% merasa stres.
Data ini menunjukkan, tekanan finansial adalah pengalaman yang umum dan manusiawi.
“Penghematannya bisa lebih dari sekadar pembayaran,” ujar Shannon Bradley, pakar otomotif Nerd Wallet, sambil menekankan pentingnya keputusan finansial yang berdampak jangka panjang.
Berikut adalah strategi hemat uang berbasis pengalaman nyata yang telah diverifikasi dan dapat diterapkan secara relevan dalam konteks kehidupan sekarang.
Baca Juga: 5 Kesalahan Finansial Kelas Menengah yang Melahap Dana Pensiun Hingga Rp 1,6 Miliar
Ganti paket layanan rutin sesuai kebutuhan
Banyak orang membayar paket telepon seluler atau internet yang sebenarnya melebihi kebutuhan mereka. Rasa khawatir kehilangan nomor atau takut sinyal memburuk sering membuat seseorang enggan berpindah layanan.
Padahal, proses pindah operator kini relatif mudah dan bisa dilakukan tanpa kehilangan nomor. Evaluasi sederhana dengan menghitung biaya tahunan dapat membuka mata.
Jika sebelumnya biaya dua nomor mencapai sekitar Rp1.440.000 per bulan atau Rp17.280.000 per tahun, lalu ditemukan alternatif Rp640.000 per bulan atau Rp7.680.000 per tahun, maka ada potensi penghematan hampir Rp9.600.000 per tahun.
Langkah ini bukan tentang mencari yang paling murah, tetapi memilih layanan yang sesuai dengan kebutuhan nyata.
Turunkan kecepatan internet tanpa ganggu produktivitas
Tidak semua rumah tangga membutuhkan internet berkecepatan sangat tinggi. Untuk aktivitas seperti rapat daring, streaming, dan media sosial, kecepatan 100 hingga 200 Mbps umumnya sudah cukup.
Menurunkan paket dari yang terlalu tinggi ke paket yang lebih rasional dapat menghemat jutaan rupiah per tahun. Jika selisih biaya Rp240.000 per bulan, maka dalam setahun bisa menghemat Rp2.880.000.
Pendekatan ini mencerminkan prinsip literasi finansial modern, yaitu membayar sesuai nilai yang benar benar digunakan.
Lepas satu cicilan kendaraan untuk longgarkan arus kas
Cicilan kendaraan sering menjadi pengeluaran terbesar setelah kebutuhan tempat tinggal. Memiliki dua mobil baru memang nyaman, tetapi dua pembayaran bulanan dapat membatasi ruang gerak keuangan.
Mengganti salah satu kendaraan dengan mobil bekas yang andal dan dibayar tunai bisa menjadi solusi realistis. Selain menghapus cicilan, biaya asuransi dan penyusutan nilai kendaraan juga lebih rendah.
Transaksi penjualan mobil yang masih memiliki sisa pinjaman pun dapat dilakukan dengan aman selama komunikasi dengan pihak pembiayaan dilakukan secara terbuka.
Baca Juga: Cara Pikir Finansial Orang Sukses yang Bisa Ditiru Siapa Saja, Termasuk Kamu
Atur penggunaan listrik agar lebih efisien
Tagihan listrik sering naik tanpa disadari. Pengaturan suhu AC secara konsisten dapat membantu menghemat hingga 10% biaya energi, menurut estimasi Departemen Energi AS.
Dalam konteks Indonesia, mengatur suhu AC di kisaran 24 hingga 26 derajat Celsius dan menggunakan timer otomatis adalah langkah sederhana namun efektif. Penghematan kecil setiap bulan akan terasa signifikan dalam jangka panjang.
Batasi kebiasaan pesan antar makanan
Layanan pesan antar memang praktis, tetapi biaya tambahan seperti ongkir dan biaya layanan dapat membuat harga makanan melonjak. Dua porsi makan siang bisa bertambah lebih dari Rp170.000 hanya karena biaya tambahan.
Jika kebiasaan ini dilakukan berulang, potensi pengeluaran tambahan dalam setahun bisa mencapai jutaan rupiah.
Mengurangi frekuensi dan mulai mengambil makanan sendiri atau memasak sederhana di rumah adalah kompromi yang masuk akal.
Otomatiskan tabungan untuk masa depan
Strategi hemat tidak lengkap tanpa kebiasaan menabung. Mengatur transfer otomatis Rp1.200.000 per bulan ke rekening tabungan berbunga tinggi akan menghasilkan Rp14.400.000 dalam setahun, belum termasuk bunga.
Otomatisasi membantu membangun disiplin karena dana sudah tersisih sebelum digunakan untuk kebutuhan lain. Ini adalah fondasi penting dalam membangun dana darurat dan keamanan finansial jangka panjang.
Baca Juga: Kelelahan Finansial Bisa Menggerus Hidup? Ini Cara Mudah Mengatasi Stres Keuangan
Menghemat bukan berarti hidup serba kekurangan
Menghemat uang bukan soal menderita, tetapi soal membuat keputusan yang lebih sadar dan terukur. Dengan mengevaluasi layanan rutin, menyesuaikan gaya hidup, dan membangun kebiasaan menabung, tekanan finansial dapat dikurangi secara signifikan.
Di tengah dinamika ekonomi 2026, pendekatan yang realistis dan berbasis data jauh lebih efektif dibanding resolusi sesaat.
Keputusan kecil yang konsisten akan membantu masyarakat Indonesia merasa lebih tenang, percaya diri, dan siap menghadapi tantangan keuangan ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News