M O M S M O N E Y I D
Keluarga

Bukan Sekadar Bermain, Bonding dengan Orang Tua Penting untuk Anak

Bukan Sekadar Bermain, Bonding dengan Orang Tua Penting untuk Anak
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Di tengah pesatnya perkembangan teknologi, tantangan orang tua dalam membesarkan anak semakin kompleks. Tak hanya memastikan kebutuhan fisik terpenuhi, orang tua juga dituntut membangun kedekatan emosional agar anak tumbuh percaya diri, merasa aman, dan mampu mengenali potensinya sejak dini.

Pentingnya perhatian terhadap kesehatan mental anak juga semakin terlihat dari hasil Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) Kementerian Kesehatan. Dari sekitar 7 juta anak yang menjalani pemeriksaan, sebanyak 10% atau sekitar 700 ribu anak terdeteksi mengalami gejala kecemasan dan depresi. Temuan tersebut menunjukkan bahwa tumbuh kembang anak tidak hanya ditentukan oleh kondisi fisik, tetapi juga dipengaruhi oleh kesehatan emosional dan lingkungan keluarga.

Psikolog Ajeng Raviando, Psi, mengatakan hubungan yang hangat antara orang tua dan anak menjadi salah satu fondasi penting dalam membentuk rasa percaya diri anak. "Anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa diterima dan didukung. Ketika hubungan antara anak dan orang tua terbangun melalui interaksi yang positif, anak akan lebih mudah mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba hal baru," ujarnya dalam keterangan resmi yang diterima Kamis (2/7).

Menurut Ajeng, bonding bukan sekadar tentang banyaknya waktu yang dihabiskan bersama anak, melainkan kualitas interaksi yang tercipta setiap hari. Bahkan aktivitas sederhana seperti membaca buku, mendongeng, bermain bersama, atau mengobrol tanpa gangguan gawai dapat membantu memperkuat ikatan emosional dalam keluarga.

Baca Juga: Libur Sekolah Tiba! Ini 7 Ide Kegiatan Anak di Rumah agar Produktif dan Anti Bosan

Perhatian terhadap tumbuh kembang anak juga dimulai sejak masa kehamilan. Dokter spesialis kebidanan dan kandungan, dr. Erfenes, Sp.OG, menjelaskan bahwa kesehatan fisik dan emosional ibu selama hamil berpengaruh terhadap kesiapan dalam mengasuh anak setelah lahir.

Ia menambahkan, keterlibatan ayah sejak masa kehamilan hingga setelah persalinan juga berperan dalam mengurangi stres ibu, mendukung keberhasilan pemberian ASI eksklusif, serta menciptakan lingkungan yang lebih kondusif bagi tumbuh kembang anak.

Sementara itu, dokter spesialis anak dr. S. Tumpal Andreas, M.Ked(Ped), Sp.A, mengingatkan bahwa anak memerlukan stimulasi sesuai tahapan usianya agar dapat berkembang secara optimal. "Anak perlu mendapatkan kesempatan untuk bermain, bergerak, mencoba, dan belajar dari lingkungannya. Dengan pendampingan yang tepat, anak dapat berkembang lebih percaya diri dan menemukan potensinya sejak dini," jelasnya.

Seiring bertambahnya usia anak dan meningkatnya penggunaan teknologi dalam kehidupan sehari-hari, orang tua perlu lebih sadar menciptakan momen kebersamaan di rumah. Kegiatan sederhana seperti bermain bersama, membaca buku sebelum tidur, mendengarkan cerita anak setelah pulang sekolah, atau melibatkan mereka dalam aktivitas sehari-hari dapat menjadi cara efektif memperkuat hubungan emosional.

Melihat pentingnya peran keluarga dalam mendukung tumbuh kembang anak, Konicare menghadirkan program Happy Kids Academy 2026 yang menggabungkan edukasi bagi orang tua dengan berbagai aktivitas interaktif untuk anak. Program ini juga mendorong kebiasaan membaca dan mendongeng bersama sebagai salah satu cara membangun komunikasi yang lebih hangat di dalam keluarga.

Baca Juga: Anak Alergi Susu Sapi? Ini Cara Tetap Mendukung Tumbuh Kembangnya

Tak hanya itu, melalui sesi edukasi bersama dokter obgyn, dokter anak, dan psikolog, orang tua mendapatkan pemahaman mengenai kesehatan ibu dan anak, stimulasi anak sesuai tahap perkembangannya, dan pentingnya membangun hubungan emosional yang positif dengan anak. 

Sebagai rangkaian kegiatan menuju Konicare Happy Kids Academy 2026, Konicare telah menjalankan school engagement program di sejumlah sekolah dasar. Inisiatif ini memberikan kesempatan bagi anak untuk mengeksplorasi bakat dan potensinya melalui berbagai aktivitas kreatif, seperti kompetisi menyanyi dan tari modern, sekaligus mendorong keberanian serta rasa percaya diri untuk tampil di depan publik.

Tidak sampai disitu, Konicare juga memperluas inisiatif bonding keluarga melalui peluncuran E-Book Seri ke-2 “101 Dongeng Pilihan dari 7 Benua”, setelah seri sebelumnya diperkenalkan pada Mei 2026. Melalui inisiatif ini, Konicare mengajak orang tua menjadikan aktivitas membaca dan mendongeng sebagai kebiasaan sederhana untuk membangun komunikasi, mempererat ikatan emosional, dan menciptakan waktu berkualitas bersama anak.

Ajeng Raviando bilang anak membutuhkan lingkungan yang membuat mereka merasa diterima dan didukung. Ketika hubungan antara anak dan orang tua terbangun melalui interaksi yang positif, anak akan lebih mudah mengembangkan rasa percaya diri dan keberanian untuk mencoba hal baru. Bonding bukan hanya tentang durasi waktu yang dihabiskan bersama, melainkan tentang bagaimana kualitas hubungan yang terbentuk. "Pendampingan tersebut tentu berawal dari orang tua yang mampu menjalankan perannya dengan baik. Karena itu, happy kids berawal dari happy parents," tutur Ajeng.

Silvyati K Putri, Senior Brand Manager Konicare menambahkan Konicare percaya dukungan bagi tumbuh kembang anak dapat dibangun dari berbagai hal sederhana, mulai dari perawatan sehari-hari, edukasi, hingga interaksi positif antara orang tua dan anak. Bagi kami, anak hebat bukan berarti harus selalu menjadi juara, melainkan anak yang berani mencoba, berani memilih, berani berekspresi, dan terus bertumbuh menjadi pribadi yang lebih baik dengan hati yang happy.

"Melalui Konicare Happy Kids Academy, kami ingin selalu menemani perjalanan keluarga dalam membangun kedekatan, menciptakan momen bermakna, serta mendukung untuk tumbuh kembang anak secara optimal," sebutnya.

Baca Juga: Kelas Seni untuk Anak Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan, Ini Strategi Nala Art Studio

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Hasil China Open 2026: Tambah 3, Ada 7 Wakil Indonesia ke Babak 16 Besar

Hasil China Open 2026 babak 32 besar hari kedua Rabu (22/7), tiga wakil Indonesia melenggang ke 16 besar. 

Ada Beasiswa dari Lotte, Mahasiswa di Kampus Ini Berpeluang Dapat Bantuan Pendidikan

Lotte Foundation kembali menghadirkan program beasiswa bagi mahasiswa S1 dan D4 yang berprestasi di 10 universitas mitra  

Disebut Silent Killer, Ini 7 Gejala Kanker Ovarium yang Sering Dianggap Kembung Biasa

Gejala kanker ovarium kerap diabaikan karena mirip masalah pencernaan. Waspadai tanda seperti perut kembung terus-menerus hingga nyeri panggul.  

4 Perbedaan Crocs Asli dan Palsu, Jangan Tergoda Harga Miring!

Crocs asli diproduksi menggunakan material eksklusif yang dipatenkan. Simak dan catat, ini 4 perbedaan Crocs asli dan palsu yang wajib Anda tahu  

Pilah Sampah dari Rumah, Gerakan Chandra Asri Kini Jangkau Lebih Banyak Masyarakat

​Chandra Asri mengajak masyarakat membiasakan memilah sampah dari rumah melalui program #AksiAsri Operasi Semut.  

5 Tren Liburan Akhir 2026: Wisatawan Makin Hemat, Pesan Tiket Jauh Hari

 Air Asia Move mengungkap wisatawan tetap gemar berlibur, namun kini lebih cermat mengatur anggaran dan merencanakan perjalanan.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Kamis (23/7): Mayoritas Wilayah Cerah, Suhu Capai 32°C

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Tengah pada Kamis (23/7) didominasi cerah dengan suhu udara 16-32 derajat Celsius.  

Tanpa Diet Ketat, Ini 5 Strategi Menurunkan Berat Badan yang Mudah Menurut Ahli Diet

Pelajari tips praktis menurunkan berat badan berbasis kesehatan pencernaan. Prioritaskan makanan utuh kaya serat ketimbang suplemen instan,  

Kenali 7 Gejala Jantung Lemah yang Wajib Diwaspadai, Termasuk Sering Mendengkur lo

Banyak orang tidak menyadari gejala jantung lemah sampai kondisinya parah. Dari mendengkur keras hingga sering lelah, kenali tanda-tandanya!  

APPNIA Ajak Orang Tua Perhatikan Gizi Anak Untuk Tumbuh Kembangnya

Hari Anak Nasional 2026, APPNIA Ingatkan Pentingnya Gizi untuk Dukung Tumbuh Kembang Anak