M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Kelas Seni untuk Anak Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan, Ini Strategi Nala Art Studio

Kelas Seni untuk Anak Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan, Ini Strategi Nala Art Studio
Reporter: Shintia Rahma Islamiati  |  Editor: shintia rahma


MOMSMONEY.ID - Bisnis kelas seni untuk anak masih memiliki prospek yang menjanjikan. Hal itu dibuktikan oleh Nala Art Studio yang didirikan Widya Nala sejak 2019.

Berawal dari kelas mewarnai, studio tersebut kini berkembang menjadi tempat belajar menggambar hingga digital art dengan peserta dari berbagai daerah di Indonesia bahkan mancanegara.

Founder Nala Art Studio, Widya Nala, mengatakan usahanya berfokus pada pendidikan seni untuk anak-anak. Peserta yang bergabung berasal dari berbagai rentang usia, mulai sekitar 3,5 tahun hingga orang dewasa. Namun, mayoritas murid berada di rentang usia 3,5 tahun hingga SMP.

“Awalnya kelas hanya mewarnai. Setelah menguasai dasar mewarnai, peserta bisa lanjut ke kelas menggambar kartun, semi-realistis, realistis, anime, chibi, manga, sampai sekarang juga sudah ada digital art menggunakan aplikasi seperti Procreate,” ujar Widya belum lama ini.

Menurutnya, perkembangan teknologi turut membuka peluang baru. Karena itu, Nala Art Studio mulai menyediakan kelas digital art agar peserta dapat belajar menggambar menggunakan perangkat digital sejak dini.

Baca Juga: Ramalan Shio Hari Ini Selasa 30 Juni 2026: Waktu Tepat Memulai Babak Baru

Model bisnis yang dijalankan pun tidak hanya mengandalkan kelas tatap muka. Selain memiliki studio di Semarang serta cabang di Sorong, Papua, dan tengah mempersiapkan cabang di Dumai, mayoritas peserta justru mengikuti pembelajaran secara daring.

“Kami melayani online dan offline. Yang online ternyata lebih banyak. Muridnya dari berbagai kota di Indonesia sampai Jepang dan Amerika Serikat,” katanya.

Seluruh kelas online dilakukan secara langsung melalui Zoom. Widya menggambar secara real time, kemudian peserta mengikuti setiap tahapan secara bersamaan sehingga pengalaman belajar tetap menyerupai kelas tatap muka.

Untuk mengikuti kelas beginner, peserta dikenakan biaya Rp150.000 per sesi atau Rp550.000 untuk paket empat kali pertemuan dalam sebulan. Sebagian besar murid merupakan peserta reguler dengan total sekitar 50 sesi pembelajaran setiap bulan.

Menurutnya, permintaan meningkat saat musim libur sekolah, terutama untuk kelas offline di Semarang.

“Saat libur sekolah jadwal anak-anak lebih longgar, jadi banyak yang datang ke studio. Dalam sehari bisa 5 sampai 10 peserta, sedangkan saat sekolah biasanya maksimal sekitar lima peserta per hari,” jelasnya.

Baca Juga: Lawan Panas Ekstrem, Ini 7 Jus Buah Terbaik untuk Menyelamatkan dari Dehidrasi

Widya mengatakan seluruh perlengkapan belajar disediakan oleh studio. Untuk kelas offline, peserta tidak perlu membawa alat gambar karena seluruh kebutuhan, termasuk iPad untuk kelas digital art, telah tersedia. Hasil karya juga dapat dibawa pulang oleh peserta.

Di balik pertumbuhan usaha tersebut, Widya menilai konsistensi menjadi faktor terpenting dalam mempertahankan bisnis. Selain itu, pelaku usaha juga perlu memiliki diferensiasi agar mampu bersaing.

“Yang paling penting adalah konsisten dan persisten. Lalu harus kreatif mencari niche yang tepat. Saya memilih fokus pada kelas menggambar anak bergaya kartun karena sesuai minat saya sekaligus punya pasar yang jelas. Branding juga penting supaya hasil karya anak-anak tetap rapi dan memahami teori warna,” ujarnya.

Berkat model bisnis tersebut, Nala Art Studio mampu membukukan omzet kotor sekitar Rp50 juta hingga Rp60 juta per bulan, meski nilainya dapat berfluktuasi mengikuti jumlah peserta dan kondisi pasar.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Minum Suplemen & Vitamin Berikut, Cegah Kolesterol Tinggi dan Buang Lemak Jahat

Fitosterol terbukti memangkas kolesterol jahat hanya dalam empat minggu. Cek takaran dosis efektif yang disarankan ahli medis.

PTPP Gelar RUPO, Empat Surat Utang Masuk Agenda Restrukturisasi

PTPP akan menggelar RUPO dan RUPSU pada 2 September 2026 untuk meminta persetujuan restrukturisasi empat surat utang.

Tren Belanja Bergeser, Blibli Perkuat Ekosistem Omnichannel

Blibli bertransformasi dari platform e-commerce menjadi ekosistem omnichannel terpadu bersama tiket.com, Ranch Market, dan Dekoruma.

IHSG Merosot 0,7% Pada Perdagangan Rabu Pagi (19/8), BYAN Turun Setelah Klarifikasi

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik turun pada perdagangan Rabu, 19 Agustus 2026. Indeks turun 0,7% menjadi 6.404,88 pada pukul 9:22 WIB. 

Promo Marugame Udon Agustus, Coba Menu Bolognese Terbaru Lebih Hemat Via GoFood

Nikmati menu baru Marugame Bolognese Udon plus Nori Tempura dengan promo Marugame Udon spesial di GoFood. Pesan sekarang dan dapatkan diskonnya.

BNI Sekuritas Bagikan 6 Rekomendasi Saham untuk Perdagangan Rabu (19/8)

IHSG berpotensi terkoreksi pada perdagangan Rabu (19/8/2026).​ Simak rekomendasi saham dari BNI Sekuritas untuk hari ini.

IHSG Berpotensi Lanjut Menguat, Cek Rekomendasi Saham dari MNC Sekuritas (19/8)

IHSG masih berpeluang melanjutkan penguatan pada perdagangan Rabu (19/8/2026).​ Cek rekomendasi saham dari MNC Sekuritas untuk hari ini.

Ramalan Shio Hari Ini Rabu 19 Agustus 2026, Hadapi Urusan dengan Santai

Simak ramalan shio hari ini 19 Agustus 2026. Cek peruntungan 12 shio dalam karier, keuangan, cinta, kesehatan, dan peluangnya.

Ramalan Zodiak Hari Ini Rabu 19 Agustus 2026, Tahan Diri Sebelum Ambil Sikap

Simak ramalan 12 zodiak hari ini, Rabu 19 Agustus 2026, mulai cinta, karier, keuangan hingga kesehatan lengkap di sini.

Harga Emas Antam Hari Ini (19/8) Ambles Rp 50.000 Jadi Rp 2.645.000 per Gram

Harga emas Antam turun Rp 50.000 menjadi Rp 2.645.000 per gram pada Rabu (19/8). Harga buyback juga melemah ke Rp 2.505.000 per gram.​