M O M S M O N E Y I D
Keluarga

WhatsApp Rilis Fitur Akun yang Bisa Dikelola Orang Tua untuk Anak

WhatsApp Rilis Fitur Akun yang Bisa Dikelola Orang Tua untuk Anak
Reporter: Jane Aprilyani  |  Editor: Jane Aprilyani


MOMSMONEY.ID - Di era yang serba digital saat ini, penggunaan WhatsApp adalah cara tepercaya yang digunakan keluarga untuk berkomunikasi.  

Di balik kegunaan WhatsApp dan dengan masukan dari keluarga juga para ahli, WhatsApp meluncurkan akun baru.

Fitur ini dikelola orang tua yang memungkinkan orang tua atau wali menyiapkan WhatsApp untuk anak-anak berusia 10-12 tahun dengan kendali baru untuk membatasi pengalaman WhatsApp mereka dalam berkirim pesan dan menelepon.

Untuk memulai, orang tua memerlukan telepon yang sudah dibeli untuk anggota keluarganya dan perangkat miliknya sendiri, untuk menautkan akun.

Setelah disiapkan, akun ini dikontrol oleh orang tua atau wali yang bisa memutuskan siapa saja yang bisa menghubungi akun tersebut dan grup mana saja yang bisa diikuti.

Selain itu, orang tua bisa meninjau permintaan pesan dari kontak tidak dikenal dan mengelola pengaturan privasi akun.

Baca Juga: Fitur Gemini Baru: Kerja Lebih Cepat di Docs, Sheets, Slides, Drive

Pengawasan dan pengaturan orang tua yang baru dibatasi oleh PIN orang tua pada perangkat yang dikelola. Hanya orang tua yang bisa mengakses dan mengubah pengaturan privasi, memastikan mereka mampu menyesuaikan pengalaman keluarga mereka.

Dalam keterangan resmi WhatsApp yang diterima belum lama ini, dijelaskan bahwa lewat fitur akun yang dikelola orang tua ini, semua percakapan pribadi tetap privat dan dilindungi dengan enkripsi end-to-end, yang berarti tidak seorang pun.

Bahkan, WhatsApp, yang bisa melihat atau mendengarkannya, juga tidak bisa. WhatsApp menyediakan lebih banyak fitur dan insight untuk orang tua, khususnya di seputar grup.

WhatsApp telah menjadi bagian penting dalam kehidupan berkeluarga, baik untuk menyampaikan pencapaian penting kepada keluarga besar, mengetahui rencana setelah pulang sekolah, atau hanya memberi tahu orang tercinta bahwa anda sudah pulang dengan selamat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

Video Terkait

TERBARU

Tren Teras 2026 yang Nggak Cuma Estetik, Tapi Bikin Rumah Lebih Berkesan

Tren teras 2026 fokus pada kenyamanan, fungsi, dan nilai rumah agar tetap relevan dan menarik dalam jangka panjang. Berikut ini bisa kamu coba.​

Tren Warna Cat Rumah 2026, Ini 5 Aturan Lama yang Sudah Tidak Cocok Lagi

Aturan warna cat lama mulai ditinggalkan, ini cara baru bikin rumah tampil estetik, modern, dan lebih hidup tanpa ribet.​

Dapur Kecil Terasa Luas Tanpa Renovasi Mahal? Ini 6 Trik Simpel yang Bisa Dicoba

Membongkar kesalahan umum desain dapur kecil yang bikin sempit. Ini cara mengubahnya dengan trik sederhana tanpa renovasi mahal.

Harga Gadget Naik di Era AI, Ini Penyebab dan Cara Mudah Menyiasatinya

Harga gadget makin mahal di era AI, pahami penyebabnya dan temukan cara hemat agar tetap bisa upgrade tanpa boros.​  

Gaji Naik Belum Tentu Aman, Ini Tips Atasi Stres Keuangan yang Bisa Dicoba

Stres keuangan tak selalu karena gaji kecil, pahami kebiasaan finansial yang sering jadi penyebab dan cara mudah mengatasinya.​

Reksa Dana atau Emas Digital? Ini Tips untuk Cuan dan Jaga Stabilitas Keuangan

Pilih reksa dana atau emas digital di tahun 2026? Pahami dahulu perbedaan, risiko, dan simulasi keuntungan agar investasi lebih tepat.​  

Prakiraan Cuaca Jawa Timur Besok Hari Kamis (23/4), Hujan Ringan di Kota Ini!

Hujan ringan mendominasi cuaca Jawa Timur pada Kamis, 23 April 2026, sementara sebagian kota akan berawan

Virus dan Penyakit Kian Banyak, Layanan Kesehatan Ini Dibutuhkan

Layanan kesehatan yang modern dan terintegrasi jadi kebutuhan banyak orang, rumah sakit ini hadirkan layanan ini  

Mau Bisnis Kuliner Makin Cuan, Ini Strategi Digital ala Bakso Lapangan Tembak Senayan

​Bersama OttoDigital, BLTS memanfaatkan sistem POS digital untuk memantau penjualan dan stok secara real-time.  

Minat Investor Ritel Indonesia terhadap Instrumen Pasif Meningkat

Tren investor ritel menarih dana investasi di instrumen pasif meningkat. Hal ini disebabkan oleh fluktuasi IHSG beberapa bulan terakhir. ​