MOMSMONEY.ID - Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia atau BEM UI akan menggelar demo pada Selasa, 18 Agustus 2026.
Tepat setelah satu hari perayaan Kemerdekaan Indonesia yang ke-81, BEM UI akan kembali turun ke jalan untuk menyuarakan tuntutannya di Bundaran HI.
Lewat unggahan resminya di kanal media sosial @bemui_official, mereka menyatakan, kemerdekaan bukan sekadar perayaan.
"Ketika suara rakyat masih dibungkam, hak-hak masih direnggut, dan ruang hidup semakin dipersempit, maka kemerdekaan tidak cukup hanya dikenang. Kemerdekaan harus diperjuangkan, kemerdekaan harus direbut kembali," ungkap BEM UI.
Baca Juga: BEM UI Gelar Demo Hari Ini, Berikut 5 Tuntutan Mendesak yang Diajukan pada Pemerintah
Keresahan yang selama ini tumbuh di berbagai ruang harus menemukan satu suara. Karena itu, BEM UI mengajak, untuk mari rapatkan barisan, satukan langkah, dan hadir bersama untuk menyuarakan hak-hak rakyat.
"Oleh karena itu, kami menyerukan seluruh elemen masyarakat untuk turun dan bergerak bersama dalam aksi #MerebutKemerdekaan," kata BEM UI.
Dalam aksi tersebut, BEM UI menyuarakan 8 tuntutan yang isinya sebagai berikut:
- Hentikan penjajahan negara atas rakyat sendiri.
- Hentikan Korupsi, Kolusi, dan Nepotisme (KKN).
- Wujudkan reforma agraria sejati.
- Turunkan harga kebutuhan pokok dan BBM.
- Evaluasi total PSN serta hentikan MBG dan KDMP.
- Hentikan pemusatan kekuasaan, pemangkasan Transfer ke Daerah (TKD), dan kembalikan otonomi daerah.
- Tetapkan status bencana nasional untuk daerah Sumatera dan Flores serta percepat pemulihan wilayah terdampak bencana.
- Hentikan represifitas dan intervensi TNI-Polri dalam ruang sipil serta bubarkan YON TP.
Baca Juga: 11 Tuntutan Hari Buruh 2026: KSPI Desak RUU Ketenagakerjaan Baru & Hapus Outsourcing
Aksi tersebut akan digelar pada Selasa, 18 Agustus 2026 pada pukul 10.00 WIB dengan titik kumpul di Lapangan FISIP UI dan titik aksi di Bundaran HI dengan dresscode berupa baju hitam dan jaket kuning.
BEM UI menutup seruan ini dengan seruan "Hidup Mahasiswa! Hidup Rakyat Indonesia! Hidup Perempuan yang Melawan!".
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News