M O M S M O N E Y I D
AturUang

BNI Permudah Ekspor Produk Hortikultura KSIP Agro Lewat BNIdirect

Reporter: Nina Dwiantika  |  Editor: Nina Dwiantika


MOMSMONEY.ID – PT Bank Negara Indonesia Tbk (BNI) komitmen untuk mendukung pelaku usaha lokal dalam menembus pasar internasional. Salah satunya melalui kolaborasi dengan KSIP Agro, perusahaan hortikultura berbasis di Ciputat, Tangerang Selatan, yang aktif mengekspor berbagai buah dan sayur ke sejumlah negara dengan memanfaatkan solusi digital BNIdirect dan ekosistem bisnis Xpora.

Dukungan BNI diwujudkan melalui layanan wholesale banking digital BNIdirect, yang membantu KSIP Agro dalam pengelolaan transaksi ekspor dan operasional keuangan secara lebih efisien, aman, dan terintegrasi.

Sekretaris Korporasi BNI, Okki Rushartomo menilai, potensi ekspor dari sektor pertanian, terutama hortikultura, sangat menjanjikan dan membutuhkan dukungan infrastruktur keuangan yang tepat. Ia menegaskan pentingnya digitalisasi untuk mendukung daya saing UKM di pasar global.

“Kami percaya UKM Indonesia memiliki potensi besar di pasar global,” kata Okki dalam siaran pers, Kamis (12/6). Dengan ekosistem bisnis Xpora dan platform digital BNIdirect, BNI ingin memastikan pelaku usaha seperti KSIP Agro memiliki infrastruktur keuangan yang kuat dan andal.

KSIP Agro merupakan perusahaan keluarga yang berdiri sejak 2013. Di bawah kepemimpinan Kiran Rahal, perusahaan ini berkembang menjadi eksportir buah dan sayur berkualitas dari Indonesia. Dengan misi "to provide the world with Indonesia’s finest fruits and vegetables", KSIP Agro memberdayakan petani lokal dan menjaga standar kualitas tinggi untuk menjangkau konsumen mancanegara.

Baca Juga: BNI Resmikan Wholesale Innovation Hub, Ruang Kerja Kreatif untuk BNIdirect

Saat ini, KSIP Agro telah mengekspor produknya ke berbagai negara seperti Malaysia, Singapura, Hong Kong, Uni Emirat Arab, Bangladesh, Arab Saudi, dan beberapa negara di Eropa.

Dalam menjalankan aktivitas bisnisnya, KSIP Agro mengandalkan BNIdirect untuk mengelola keuangan perusahaan. BNIdirect membantu KSIP Agro menangani berbagai kebutuhan finansial seperti pembayaran ekspor, manajemen kas, pemantauan kurs valuta asing, transfer internasional, serta monitoring arus keuangan secara real-time.

“Sistem BNIdirect yang terintegrasi membantu efisiensi operasional kami serta memastikan transparansi dalam proses pembayaran internasional,” tambah Kiran.

BNI juga mendampingi KSIP Agro melalui Xpora, ekosistem bisnis yang dirancang untuk memperluas akses pasar global bagi pelaku UKM Indonesia. Melalui business matching, partisipasi pada pameran/expo, nasabah dapat memanfaatkan fitur lain pada platform digital Xpora untuk melakukan pengecekan profil bisnis, pelatihan dan pendampingan, solusi keuangan, dan hal-hal terkait dengan legalitas untuk transaksi ekspor. Xpora membuka peluang tanpa perlu ke luar negeri.

Hingga kini, KSIP Agro mampu memproduksi hingga 7,6 ton komoditas per hari, dengan total produksi bulanan mencapai 228 ton. Perusahaan juga telah memiliki lebih dari 100 karyawan, dan secara konsisten mengekspor berbagai komoditas unggulan lokal seperti ubi jalar, kentang, buncis baby (Kenya), buncis super (Logawa), selada air (watercress), hingga berbagai buah tropis musiman.

Kehadiran fasilitas ekspor dari Xpora dan sistem digital perbankan BNIdirect telah menjadi katalis dalam mempercepat proses ekspor dan memperluas akses KSIP Agro ke mitra global.

Lebih jauh, ekspor komoditas pangan bukan hanya memperluas pasar, tetapi juga berkontribusi pada ketahanan dan swasembada pangan nasional. Dengan meningkatnya pendapatan petani, tumbuhnya investasi di sektor pertanian, serta dorongan terhadap inovasi teknologi pertanian, ekosistem pertanian lokal dapat berkembang secara berkelanjutan.

Baca Juga: IHSG Menguji Support, Ini Saham Pilihan BNI Sekuritas untuk Hari Ini (13/6)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.