M O M S M O N E Y I D
Bugar

Benarkah Konsumsi Lidah Buaya Meningkatkan Risiko Kanker Usus

Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Jadi buah bibir, benarkah konsumsi lidah buaya meningkatkan risiko kanker usus atau tidak? Cari tahu faktanya di sini!

Lidah buaya atau yang dikenal dengan nama ilmiah Aloe vera merupakan tanaman yang sudah lama digunakan dalam berbagai pengobatan tradisional dan perawatan kecantikan.

Banyak orang percaya bahwa lidah buaya memiliki segudang manfaat kesehatan, mulai dari meredakan luka bakar, meningkatkan sistem pencernaan, hingga menjaga kesehatan kulit.

Namun, akhir-akhir ini muncul kekhawatiran mengenai potensi risiko yang dapat ditimbulkan oleh konsumsi lidah buaya, khususnya terkait dengan kanker usus.

Benarkah konsumsi lidah buaya meningkatkan risiko kanker usus? MomsMoney akan mengulas lebih dalam mengenai klaim tersebut di sini. Simak, yuk!

Baca Juga: 12 Makanan Diet untuk Menghilangkan Perut Buncit yang Efektif

Benarkah konsumsi lidah buaya meningkatkan risiko kanker usus?

Menyadur dari laman Klik Dokter, menurut dr. Dyah Novita Anggraini, ada penelitian ilmiah yang melaporkan tentang bahaya konsumsi lidah buaya bagi kesehatan tubuh.

Penelitian ini diterbitkan dalam Journal of Environmental Science and Health Part C Environmental Carcinogenesis & Ecotoxicology Reviews pada tahun 2016.

Penelitian tersebut menyatakan, lidah buaya bisa memicu kanker karena mengandung anthraquinone. Senyawa ini ditemukan di daun lidah buaya dan dapat menimbulkan efek buruk pada hewan uji coba, seperti tikus.

Senyawa ini berfungsi memberi warna kekuningan atau kehijauan pada tanaman dan dapat diekstraksi untuk digunakan sebagai pewarna tekstil. Namun, efek samping dari anthraquinone, terutama yang berbentuk sintetis, adalah iritasi kulit yang serius dan gangguan pada ginjal.

Senyawa ini juga dapat mengganggu keseimbangan elektrolit dalam tubuh, yang bisa menyebabkan masalah pada organ ginjal, sehingga racun dan sisa metabolisme tidak terbuang dengan sempurna melalui urin. Hal ini dapat menumpuk di ginjal dan menyebabkan gangguan kesehatan.

Baca Juga: Berapa Kalori Bubur Ayam dalam Satu Porsi?

Dalam penelitian yang berjudul Aloe Vera: A Review of Toxicity and Adverse Clinical Effects, disebutkan bahwa lidah buaya mengandung polisakarida dan bahan kimia fenol, terutama anthraquinone.

Mengonsumsi ekstrak lidah buaya bisa berisiko menyebabkan diare, kekurangan kalium (hipokalemia), masalah pigmentasi di usus besar (pseudomelanosis coli), gagal ginjal, keracunan, dan reaksi alergi.

Penelitian ini menunjukkan bahwa meskipun efek karsinogenik baru terbukti pada tikus, Badan Internasional untuk Penelitian Kanker mengungkapkan bahwa hal tersebut bisa juga berpotensi terjadi pada manusia.

Jika Anda berencana mengonsumsi suplemen, ekstrak, atau getah lidah buaya (lateks), sebaiknya konsultasikan terlebih dahulu dengan dokter.

Meskipun lidah buaya memiliki banyak manfaat, konsumsi berlebihan atau penggunaan yang tidak tepat bisa menimbulkan risiko kesehatan, termasuk kanker dan masalah ginjal.

Baca Juga: 10 Rekomendasi Cemilan untuk Penderita Asam Lambung yang Sehat

Demikianlah ulasan tentang benarkah konsumsi lidah buaya meningkatkan risiko kanker usus atau tidak.

Penelitian yang diterbitkan dalam Journal of Environmental Science and Health pada 2016 mengungkapkan, lidah buaya mengandung senyawa anthraquinone yang dapat memicu kanker dan menyebabkan gangguan kesehatan pada ginjal serta keseimbangan elektrolit tubuh.

Senyawa ini berisiko menyebabkan masalah pencernaan seperti diare, hipokalemia, dan keracunan, serta berpotensi menyebabkan reaksi alergi. Meskipun efek karsinogenik terbukti pada hewan uji coba, penelitian ini menunjukkan bahwa potensi risiko serupa bisa terjadi pada manusia.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Garmin Run 2026 Jadi Ruang Pelari Bertumbuh, dari 5K hingga Half Marathon

​Garmin Run Indonesia 2026 mengajak 8.000 pelari menikmati proses berkembang, dari langkah pertama hingga menuntaskan half marathon.

Mahasiswa Ternyata Bisa Jadi Peneliti Sebelum Lulus, Ini Contohnya

​Belum lulus kuliah, mahasiswi i3L University Bianca Haidi sudah mengembangkan riset di sejumlah negara.

Roemah Koffie Luncurkan Kopi Bercitarasa Fruity dan Juicy Bertajuk Cing Cangkeling

Roemah Koffie meluncurkan premium roasted coffee beans terbaru yang bertajuk Cing Cangkeling, kopi single origin yang berasal dari Mandalagiri. 

Spotify Rilis Pengaturan Baru biar Musik Anak Tak Pengaruhi Rekomendasi Orang Tua

Fitur baru Spotify memungkinkan orang tua menjaga musik anak dan keluarga agar tidak memengaruhi rekomendasi personal mereka.

Promo Alfamidi Ngartis 16-30 September 2026, Beli 1 Gratis 1 Pepsodent Aneka Varian

Cek promo Alfamidi Ngartis periode 16-30 September 2026 untuk belanja Beli 1 Gratis 1 dan Beli 2 Gratis 1.

Vitamin B Complex Punya Efek Luar Biasa: Risiko Gula Darah Turun 11%

Asupan vitamin Complex, khususnya B6 mampu menekan risiko diabetes hingga 11%. Simak aturan konsumsi vitamin B complex yang tepat agar tak keliru.

Pakai Softlens Jangan Asal, Ini Tips dari Pinkrabbit Lens​

Cara merawat dan menggunakan softlens menjadi faktor penting agar tetap nyaman saat dipakai beraktivitas.​

Bahaya Kolesterol Tinggi saat Hamil Picu Preeklamsia, Bumil Wajib Waspada

Pengelolaan kolesterol saat hamil tidak boleh sembarangan. Intip langkah aman dari dokter untuk cegah komplikasi persalinan.

Cukupi Kebutuhan Air Minum, Dehidrasi Berdampak Buruk pada Penyakit Asam Urat

Ginjal menyaring 70% asam urat tubuh, tetapi butuh cukup cairan. Simak jenis minuman terbaik untuk cegah serangan nyeri asam urat Anda.

Harga Emas Antam Hari Ini Naik Jadi Rp 2.628.000 per Gram, Buyback Melonjak Rp 25.000

Harga emas Antam naik Rp 5.000 menjadi Rp 2.628.000 per gram, sementara buyback melonjak Rp25.000 per gram.