M O M S M O N E Y I D
BisnisYuk

Bank DBS Indonesia Fasilitasi Pinjaman Sindikasi untuk Adira Finance

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Nilai pasar otomotif di Indonesia berpotensi memiliki prospek cerah, termasuk pada kendaraan listrik. Bank DBS Indonesia juga tengah fokus menyasar segmen otomotif. 

Baru-baru ini, Bank DBS bersama lima bank lain menandatangani perjanjian fasilitas pinjaman sindikasi (syndicated loan agreement) senilai US$ 300 juta atau setara dengan Rp 4,7 triliun untuk PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (Adira Finance). 

Dalam pembiayaan ini berjangka waktu tiga tahun ini, Bank DBS bertindak sebagai Mandated Lead Arrangers Bookrunners (MLAB).

Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (GAIKINDO) menunjukkan, penjualan kendaraan mobil nasional tercatat sebanyak 998.059 unit selama 2023. Sementara Statista memproyeksikan, pendapatan di pasar mobil penumpang Indonesia bisa mencapai US$ 16,8 miliar di 2024. 

Pendapatan tersebut diperkirakan akan menunjukkan tingkat pertumbuhan tahunan (CAGR 2024-2028) sebesar 1,28% dan menghasilkan volume pasar yang diproyeksikan sebesar US$ 17,7 miliar pada tahun 2028.

Sebaliknya, transisi ke kendaraan listrik (EV) yang lebih ramah lingkungan juga memperlihatkan prospek yang menjanjikan. Pemerintah menargetkan setidaknya 2,2 juta mobil listrik dan 13 juta motor listrik pada tahun 2030. 

Upaya yang dilakukan adalah dengan rencana menjual kendaraan listrik secara eksklusif pada tahun 2050. Demi mencapai target ini, pemerintah memberikan insentif serta mengatur pemasangan stasiun pengisian daya. 

Baca Juga: Tips Mempersiapkan Masa Pensiun Tanpa Membebani Anak

Sejalan dengan hal ini, laporan DBS CIO Insights pada kuartal pertama 2024 memperkirakan adanya lonjakan permintaan untuk infrastruktur produsen baterai kendaraan dan SPKLU (Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum) karena meningkatnya jumlah pengguna EV.

Selain itu, sejumlah bisnis swasta, termasuk operator jaringan pengisian daya, perusahaan utilitas, dan produsen mobil pun mulai memperluas infrastruktur tersebut.

"Bank DBS Indonesia terus menegaskan komitmennya dalam mendukung sektor otomotif di Indonesia melalui berbagai kolaborasi strategis," kata Head of Institute Banking Group PT Bank DBS Indonesia Kunardy Lie. 

Alasan Bank BDS mendukung sektor otomotif juga karena menurut panduan dekarbonisasi Bank DBS yang bertajuk Our Path to Net Zero—Supporting Asia’s Transition to a Low-Carbon Economy, industri otomotif adalah satu dari sembilan sektor industri yang memiliki potensi besar untuk bertransisi.

Hal inilah yang memantik semangat kami untuk melakukan kolaborasi strategis dan pembiayaan kepada perusahaan otomotif guna mempercepat pembangunan ekosistem kendaraan listrik untuk transisi energi berkelanjutan di Indonesia. 

Direktur Penjualan, Pelayanan, dan Distribusi Adira Finance Niko Kurniawan menjelaskan, pendanaan ini diarahkan untuk mendukung pertumbuhan aset perseroan, mengembangkan digitalisasi di dalam perusahaan, dan ekosistem digital perseroan.

Dengan dukungan dari Bank DBS dan seluruh mitra sindikasi, Adira Finance berkomitmen untuk terus memimpin industri pembiayaan dengan mengoptimalkan layanan dan terus menjadi mitra yang andal bagi masyarakat.

Baca Juga: 4 Alasan Kenapa Drama Korea Populer dan Banyak Diminati, Bikin Ketagihan?

Sebelumnya, Bank DBS Indonesia juga telah menyalurkan pendanaan ke beberapa pelaku industri otomotif, di antaranya untuk PT Indomobil Sukses Internasional Tbk (Indomobil) sebesar US$ 16 juta atau setara dengan Rp 244 miliar pada tahun 2023.

Pendanaan tersebut ditujukan untuk pembelian unit dan komponen kendaraan listrik (BEV) dalam membantu bisnis beralih ke praktik yang lebih ramah lingkungan guna mencapai target emisi nol bersih pada tahun 2050. 

Semua upaya tersebut dilakukan guna mendukung visi keberlanjutan DBS Group untuk mencapai emisi nol bersih pada tahun 2050.

Pada tahun 2022, DBS Group menerbitkan panduan terhadap sembilan sektor industri yang menjadi fokus utama yang meliputi sektor aviasi, properti, kimia, pangan dan pertanian, minyak dan gas, energi, baja, pelayaran, dan otomotif. 

Kesembilan sektor tersebut dipilih karena telah mewakili 31% keseluruhan portofolio kredit yang menyumbang lebih dari 90% emisi karbon. Melalui kesembilan sektor tersebut, DBS Group berkomitmen untuk menjadi advisor nasabah korporat dalam melalui proses transisi ke energi terbarukan. 

Sekedar Informasi, DBS Group memiliki tiga pilar keberlanjutan yaitu Responsible Banking, Responsible Business Practices, serta Impact Beyond Banking.

Pendanaan ini merupakan wujud nyata dari pilar pertama yaitu Responsible Banking. Pilar tersebut menjadi landasan DBS Group dalam merealisasikan visinya sebagai Best Bank for a Better World.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Harga Bitcoin Kembali Tembus US$ 80.000, Kripto Ini Melonjak Hampir 30%

Harga Bitcoin kembali menembus level US$ 80.000, dengan beberapa mata uang kripto melonjak hingga nyaris 30% dalam sehari.

Rukita Luncurkan Coliving Premium di Menteng, Harga Mulai Rp 4 Jutaan

 Rukita meluncurkan Rukita Deluxe Vivara Menteng, coliving premium berbasis layanan build to rent (BTR).

Akhir Pekan di Jawa Timur Cuaca Cerah Mendominasi, Cek Suhu Tiap Daerah

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Timur didominasi suasana cerah pada Sabtu (19/9) dan lusa, mari cek kondisnya di setiap daerah.​

Hadapi Pengobatan Kanker Payudara, Ini Hal yang Perlu Disiapkan Pasien

Pengobatan kanker payudara bisa menjadi perjalanan panjang. Simak hal-hal apa saja yang perlu disiapkan pasien.

Moms Jangan Lupa Sering Berkedip Depan Layar Laptop

Yuk kenali computer vision syndrome alias sindrom kelelahan mata dan langkah-langkah pencegahannya yang perlu Moms ketahui. 

Jangan Salah Rencana, Ini Prakiraan Cuaca Jawa Tengah Besok (19/9) dan Lusa

BMKG memprakirakan Jawa Tengah didominasi berawan Sabtu, sementara 32 wilayah diprediksi cerah pada Minggu.​

Cek Sebelum Bepergian Akhir Pekan, Ini Prakiraan Cuaca 27 Wilayah di Jawa Barat

BMKG memprakirakan cuaca Jawa Barat Sabtu berawan, dengan hujan ringan di sejumlah wilayah, lalu cerah pada Minggu.​

Jangan Takut Periksa, Lovepink Ingatkan Pentingnya Deteksi Dini Kanker Payudara

Lovepink mengingatkan perempuan agar tidak menunda pemeriksaan ketika menemukan perubahan pada payudara dan mengenali kondisi tubuh sejak dini.

Mayapada Hospital dan Lovepink Perluas Akses Layanan Kanker Payudara, Ini Manfaatnya

Kolaborasi Mayapada Hospital dan Lovepink memperluas akses layanan kanker payudara, mulai dari pemeriksaan hingga rehabilitasi.

Akhir Pekan di Yogyakarta? Cek Cuaca Besok (19/9) dan Lusa

BMKG merilis prakiraan cuaca DI Yogyakarta untuk Besok (19/9) dan Lusa. Simak kondisi cuaca di setiap wilayah.