MOMSMONEY.ID - Harga Bitcoin kembali menembus level US$ 80.000, dengan beberapa mata uang kripto melonjak hingga nyaris 30% dalam sehari.
Mengutip Coimarketcap, Jumat (18/9), pukul 21.45 WIB, harga Bitcoin ada di posisi US$ 80.733,07 atau naik 5,48% dalam 24 jam terakhir. Bitcoin sempat menyentuh US$ 80.857,53
Harga Bitcoin terus bergerak naik justru setelah bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) menaikkan suku bunga sebesar 25 basis poin (bps) dalam pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) 15-16 September 2026.
The Fed menaikkan suku bunga ke kisaran 3,75%-4,00%. Keputusan tersebut diambil secara bulat dan menjadi kenaikan suku bunga pertama bank sentral negeri Uak Sam sejak 2023.
Baca Juga: Bitcoin Solid Meski The Fed Menaikkan Suku Bunga, Ada Apa?
Aloysia Dian, Chief Marketing Officer Indodax, menilai, respons Bitcoin tersebut menunjukkan hubungan antara kebijakan makroekonomi dan harga aset kripto tidak selalu langsung.
Menurutnya, kebijakan suku bunga tetap menjadi faktor penting, tetapi bukan satu-satunya penggerak pasar kripto. Reaksi harga juga dipengaruhi oleh ekspektasi yang sudah terbentuk sebelumnya, arus dana, sentimen, serta perkembangan spesifik di industri kripto.
"Dalam kondisi ini, kenaikan suku bunga sudah banyak diantisipasi, sehingga sebagian dampaknya kemungkinan telah tercermin pada harga sebelum keputusan diumumkan,” jelas Aloysia dalam siaran pers, Kamis (17/9).
Sementara mata uang kripto NEAR Protocol dan Arbitrum melonjak lebih tinggi lagi, mencapai 29% dalam 24 jam terakhir. Dan, banyak yang melesat di atas 15%, seperti Uniswap dan Memecore.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News