MOMSMONEY.ID - Memeriksakan kondisi tubuh ketika menemukan perubahan pada payudara menjadi salah satu langkah penting yang perlu diperhatikan perempuan. Lovepink mengingatkan agar rasa takut tidak membuat pemeriksaan ditunda.
Wakil Ketua Lovepink Anita D. Sulistyowati mengatakan, perempuan perlu memiliki perhatian terhadap kondisi tubuhnya sendiri.
“Jangan takut memeriksakan diri. Karena semakin cepat kita memeriksa diri kita, itu berarti kita semakin sayang kepada diri kita dan keluarga kita,” ujar Anita dalam acara kolaborasi Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Lovepink di Jakarta, Jumat (18/9/2026).
Menurut Anita, salah satu cara yang dapat dilakukan perempuan adalah mengenali perubahan pada payudara melalui pemeriksaan payudara sendiri atau SADARI.
Dalam pemaparannya, ia menyebut SADARI dapat dilakukan secara rutin di rumah. Jika menemukan perubahan yang tidak biasa, perempuan dapat melanjutkan pemeriksaan kepada tenaga kesehatan.
Baca Juga: Mayapada Hospital Dan Lovepink Perluas Akses Layanan Kanker Payudara, Ini Manfaatnya
Pemeriksaan bukan berarti langsung mendapat diagnosis kanker
Pemeriksaan payudara menjadi bagian awal dari perjalanan ketika seseorang menemukan perubahan yang membuatnya khawatir.
Dalam penanganan kanker payudara, rumah sakit dapat melakukan pemeriksaan dan diagnosis sebelum menentukan langkah pengobatan berdasarkan kondisi pasien.
Hospital Director Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dr. Fiktorius Kuludong, M.M. menyebukan, perjalanan penanganan kanker mencakup screening, diagnosis hingga terapi yang melibatkan berbagai disiplin kedokteran.
“Kalau bisa lihat di perjalanan kanker itu semuanya, termasuk kanker payudara itu, dari screening, diagnosis, sampai penanganan melalui multidisiplin,” ujar Fiktorius dalam acara yang sama.
Karena itu, menemukan perubahan pada payudara tidak seharusnya langsung membuat seseorang menyimpulkan dirinya terkena kanker.
Sebaliknya, pemeriksaan diperlukan untuk mengetahui kondisi sebenarnya dan menentukan langkah berikutnya bersama tenaga kesehatan.
Baca Juga: Kenali 4 Risiko Kanker yang Sering Menyerang Wanita, dari Payudara hingga Serviks
Perjalanan pasien tidak berhenti setelah pengobatan
Deteksi dan diagnosis hanyalah bagian dari perjalanan pasien. Setelah menjalani terapi, pasien masih membutuhkan pemeriksaan lanjutan dan pemantauan.
Hal tersebut dialami Ferita Deasy, breast cancer survivor dari Lovepink. Ia mengungkapkan, setelah menjalani pengobatan di Mayapada Hospital Jakarta Selatan, dirinya masih mendapat pemantauan dari tim rumah sakit.
Kini Ferita memasuki tahun kedua pemeriksaan setelah pengobatan.
Sementara kolaborasi Mayapada Hospital Jakarta Selatan dan Lovepink juga mencakup akses terhadap sejumlah layanan pemeriksaan dan penunjang, seperti mammografi, USG mammae, PET-CT Scan, laboratorium dan radiologi.
Pesan yang disampaikan Lovepink sederhana, yakni soal peringatan untuk tidak menunggu sampai keluhan semakin berat untuk mulai memperhatikan kondisi tubuh. Ketika menemukan perubahan yang tidak biasa, pemeriksaan kepada tenaga kesehatan dapat menjadi langkah berikutnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News