MOMSMONEY.ID - Moms, pernahkah mata terasa perih, kering, atau pandangan mulai kabur setelah bekerja berjam-jam di depan komputer? Keluhan ini sering dianggap sebagai rasa lelah biasa. Padahal kondisi tersebut bisa menjadi tanda computer vision syndrome (CVS) atau sindrom kelelahan mata akibat penggunaan layar digital.
Di era kerja dan belajar berbasis teknologi, keluhan ini semakin sering dialami oleh berbagai kalangan. Kabar baiknya, CVS umumnya dapat dicegah dengan perubahan kebiasaan sederhana.
Adapun sindrom mata lelah terjadi karena mata bekerja lebih berat saat menatap layar dalam waktu lama. Saat melihat layar, mata harus terus mempertahankan fokus pada tulisan, gambar, cahaya, dan kontras yang berubah-ubah.
Selain itu, saat menatap layar, seseorang cenderung lebih jarang berkedip. Padahal, berkedip penting untuk menjaga kelembaban permukaan mata.
Bagaimana mencegahnya? Sebagian besar keluhan sindrom kelelahan mata dapat dicegah atau dikurangi dengan menerapkan kebiasaan yang baik saat menggunakan komputer, laptop, tablet, maupun ponsel. Langkah-langkah sederhana berikut dapat membantu menjaga kesehatan mata sekaligus meningkatkan kenyamanan saat bekerja atau belajar.
Berikut panduannya seperti dilansir dari situs Kementerian Kesehatan.
Terapkan aturan 20-20-20
Setiap 20 menit menatap layar, alihkan pandangan ke objek yang berjarak sekitar 20 kaki (6 meter) selama 20 detik. Cara sederhana ini membantu otot mata menjadi lebih rileks dan mengurangi ketegangan akibat fokus terus-menerus pada layar.
Baca Juga: Mayapada Hospital dan Lovepink Perluas Akses Layanan Kanker Payudara, Ini Manfaatnya
Gunakan kacamata sesuai kebutuhan
Bila memiliki mata minus, plus, silinder, atau mata tua, gunakan kacamata sesuai hasil pemeriksaan dokter. Koreksi penglihatan yang tepat dapat membantu mengurangi keluhan saat bekerja di depan layar.
Lebih sering berkedip
Saat menatap layar, frekuensi berkedip biasanya berkurang sehingga mata lebih mudah kering. Biasakan berkedip secara sadar agar permukaan mata tetap lembab dan nyaman.
Atur posisi layar dan tempat kerja
Posisikan layar sekitar 50–70 cm dari mata. Bagian atas monitor sebaiknya sedikit lebih rendah dari tinggi mata, sehingga pandangan mengarah sekitar 15–20° ke bawah. Posisi ini membantu mengurangi ketegangan pada mata, leher, dan bahu.
Baca Juga: Pakai Tumbler hingga Pilah Sampah, Ini Langkah Kecil Menuju Hidup Berkelanjutan
Gunakan pencahayaan yang nyaman
Hindari ruangan yang terlalu terang atau terlalu gelap. Kurangi pantulan cahaya pada layar dan sesuaikan tingkat kecerahan monitor dengan kondisi ruangan agar mata tidak bekerja terlalu keras.
Perbesar ukuran huruf
Tulisan yang terlalu kecil membuat mata harus terus berusaha fokus. Atur ukuran huruf dan tampilan layar agar lebih mudah dibaca tanpa harus memicingkan mata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News