MOMSMONEY.ID - Kenali 9 elemen dapur yang mudah terlihat usang agar ruang memasak tetap nyaman, fungsional, dan menarik dalam waktu lama.
Dapur yang nyaman tidak harus selalu mengikuti tren interior terbaru. Beberapa detail yang sedang populer justru bisa membuat ruangan terasa cepat ketinggalan zaman ketika tren berubah.
Melansir dari Southern Living, sejumlah desainer menyarankan pemilik rumah lebih memperhatikan fungsi, material, proporsi, dan karakter pribadi saat menata dapur.
Menurut beberapa pakar interior dari Southern Living, prinsip itu membuat tampilan dapur lebih mudah bertahan tanpa harus sering melakukan renovasi besar.
“Interior klasik biasanya memiliki kesan evolusi dan koleksi,” dikutip dari Southern Living.
Baca Juga: 6 Tren Renovasi Dapur yang disarankan Dipikirkan Ulang Sebelum Keluar Biaya
Detail bergelombang
Bentuk scalloped atau bergelombang sedang banyak digunakan pada kabinet, rak, backsplash, hingga lis dapur. Namun, penggunaan yang terlalu banyak dapat membuat ruangan sangat identik dengan tren tertentu.
Jika tetap menyukainya, bentuk tersebut bisa diterapkan pada elemen kecil seperti lampu dinding yang lebih mudah diganti. Untuk bagian utama dapur, desainer menyarankan mengandalkan proporsi, material, dan kualitas pengerjaan.
Tudung kompor yang terlalu mencolok
Tudung kompor kini sering dijadikan pusat perhatian dengan berbagai bentuk dan material. Mulai dari logam hingga desain melengkung dan bertekstur, semuanya dapat memberikan karakter.
Namun, model yang sangat spesifik berpotensi membuat dapur cepat terlihat mengikuti zaman tertentu. Salah satu pilihan yang lebih sederhana adalah menyatukan tudung dengan kabinet atau arsitektur ruangan agar terlihat sebagai bagian dari dapur.
Rak terbuka berlebihan
Rak terbuka memang praktis, tetapi terlalu banyak barang yang dipajang dapat membuat dapur terlihat penuh. Jade Joyner, pakar interior juga menyarankan agar penggunaannya dibatasi dan ditata dengan lebih selektif.
Pilih beberapa benda yang memiliki fungsi sekaligus menarik secara visual. Sisakan ruang kosong agar dapur tetap terasa lega.
Terlalu banyak warna putih
Putih memang memberikan kesan bersih dan terang. Tetapi, jika kabinet, meja, dan dinding semuanya putih tanpa tambahan tekstur, dapur bisa terasa terlalu steril.
Kayu, aksen logam, atau material bertekstur dapat digunakan untuk memberikan sedikit kehangatan. Jadi, bukan berarti warna putih harus dihindari, melainkan perlu diseimbangkan dengan elemen lain.
Bunga dan tanaman tiruan
Tanaman artifisial mudah dirawat, tetapi dekorasi alami dapat memberikan kesan yang berbeda. Cheryl Luckett, seorang pakar interior menyarankan penggunaan bunga segar, ranting, atau tanaman herbal jika memungkinkan.
Menariknya, meja dapur juga tidak harus selalu dipenuhi dekorasi. Sedikit ruang kosong justru bisa membuat ruangan terlihat lebih bersih dan lapang.
Dekorasi yang terlalu bertema
Papan bertuliskan kata-kata tentang dapur, makanan pajangan, hingga motif ayam atau buah yang digunakan berlebihan dapat membuat ruangan terasa terlalu tematik.
Baca Juga: Meja Dapur Kusam Tak Perlu Diganti, Ini 6 Cara Bikin Tampilannya Segar Kembali
Sebagai gantinya, pilih benda yang benar-benar berguna sekaligus punya karakter, seperti:
- Keramik menarik.
- Talenan kayu.
- Buku masak.
- Karya seni.
- Peralatan dapur yang sering digunakan.
Cara ini membuat dekorasi terasa lebih personal tanpa kehilangan fungsi.
Lis wallpaper bermotif
Lis wallpaper dengan motif buah, tanaman rambat, atau anggur pernah menjadi pilihan populer. Namun, pola yang sangat khas dapat membuat dapur mudah terlihat berasal dari periode desain tertentu.
Jika menyukai wallpaper, penggunaan pada bidang dinding yang lebih luas bisa menjadi pilihan agar tampilannya terasa lebih menyatu.
Teknologi yang hanya mengejar kebaruan
Fitur pintar memang menarik, tetapi teknologi sebaiknya dipilih berdasarkan manfaatnya. Peralatan dengan layar sentuh, sistem terintegrasi yang rumit, atau perangkat yang bergantung pada aplikasi bisa menjadi kurang praktis ketika mengalami masalah atau teknologinya sudah berubah.
Bryan Forst, seorang pakar interior menyarankan agar fungsi dan kemudahan perawatan tetap menjadi pertimbangan utama ketika memilih perangkat dapur.
Semua elemen terlalu seragam
Dapur yang seluruh bagiannya dibuat sama persis memang terlihat rapi. Namun, keseragaman berlebihan dapat membuat ruangan kehilangan karakter.
Hannah Griffiths, seorang pakar interior menyarankan pendekatan yang terasa berkembang secara alami. Misalnya dengan memadukan material secara bijak, memasukkan benda vintage, menggunakan variasi logam, atau memberikan sedikit unsur asimetris.
Dapur yang tahan lama bukan berarti harus polos atau bebas dari tren. Yang lebih penting adalah memilih elemen berdasarkan fungsi, kualitas, kenyamanan, dan selera pribadi.
Mengurangi detail yang terlalu spesifik atau mudah kehilangan relevansi, dapur akan lebih mudah tetap menarik meski tren interior terus berganti.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News