M O M S M O N E Y I D
InvesYuk

Tips Mempersiapkan Masa Pensiun Tanpa Membebani Anak

Reporter: Danielisa Putriadita  |  Editor: Danielisa Putriadita


MOMSMONEY.ID - Berikut ini tips mempersiapkan masa pensiun tanpa membebani anak.

Jumlah penduduk usia produktif di Indonesia terus meningkat. Namun, ironisnya jumlah peserta dana pensiun terus mengalami penurunan. 

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), jumlah peserta dana pensiun merosot dari 4,64 juta peserta di tahun 2018 menjadi 4,06 juta peserta pada November 2023. 

Padahal, persentase penduduk usia produktif (15 – 64 tahun) di Indonesia meningkat dari 66,1% di tahun 2010 menjadi 69,3% pada tahun 2022, atau dari 157,05 juta orang menjadi 190,98 juta orang.  

Bonus demografi saat ini akan menjadi permasalahan di kemudian hari, ketika populasi usia produktif ini beralih memasuki usia nonproduktif dengan kesiapan pensiun yang minim. 

Apalagi, umur harapan hidup penduduk Indonesia juga terus mengalami peningkatan, sehingga membutuhkan biaya lebih untuk jangka waktu lebih panjang.  

Baca Juga: Anak Muda Alias Generasi Z Ingin Punya Rumah? Simak Cara Mewujudkannya

Afifa, CEO & Presiden Direktur PT Manulife Aset Manajemen Indonesia, menjabarkan dalam keterangan tertulis, hal yang bisa dilakukan agar populasi usia nonproduktif tidak menjadi beban bagi anak dan negara. 

Sumber pendapatan di masa pensiun

Di masa pensiun, pendapatan bisa berasal dari beberapa sumber seperti gaji dan upah, dukungan keluarga, jaminan sosial dari pemerintah, dana pensiun, serta kekayaan rumah tangga. 

Dari lima sumber pendapatan di masa pensiun tersebut, penghasilan berupa gaji/upah tentunya masih diharapkan oleh sebagian pensiunan, walau realitanya tidak seluruhnya masih tetap bisa berada di dunia kerja serta memperoleh penghasilan. 

Di sisi lain, tidak bisa dipungkiri bahwa sebagian pensiunan mengandalkan dukungan keluarga untuk menopang kebutuhan finansial mereka.  Akan tetapi, tentunya kurang bijak jika menjadikan anak sebagai bagian utama dari sumber pendapatan pada masa pensiun. 

Jadi, masa pensiun memang harus disiapkan sejak masa usia produktif agar tidak membebani anak.

Sesuaikan gaya hidup

Langkah penting yang harus dilakukan sejak usia produktif adalah menyesuaikan gaya hidup secara bertahap dan meningkatkan simpanan dana pensiun, walau masa pensiun terbilang masih jauh.  

Ketika mendapatkan gaji/upah/bonus, segera sisihkan sebagian untuk digunakan di masa pensiun nanti, kemudian selebihnya bisa digunakan untuk beragam kebutuhan saat ini. Pergi berlibur atau membeli barang konsumtif tentu tetap bisa dilakukan, asalkan tidak berlebihan.

Baca Juga: Ini Alasan Dilarang Mencicil Kartu Kredit, Hati-Hati Utang Makin Melilit

Ikut program dana pensiun

Pensiun dengan mengandalkan program dari pemerintah (BPJS Ketenagakerjaan) saja seringkali tidak mencukupi.  Oleh karena itu, pilih dan ikut program pensiun tambahan yang sesuai dengan kebutuhan. 

Pelajari risiko dan manfaat dari program pensiun yang ditawarkan, perhatikan juga hak dan kewajiban peserta program serta prosedur pencairan dananya. Setelah menjadi peserta program pensiun, isi secara rutin dana persiapan pensiun dari penghasilan bulanan.

Biarkan aset bekerja untuk kita

Di usia senja, tentunya fisik tidak lagi sekuat saat muda.  Jadi, sebaiknya saat itu kita sudah memiliki passive income yang bisa menopang kebutuhan hidup Anda. 

Ada beragam alternatif investasi yang bisa dimanfaatkan untuk menghasilkan passive income, seperti properti, saham, obligasi, dan reksadana. 

Bagi yang tidak memiliki waktu dan keahlian untuk mengelola investasi sendiri, silakan manfaatkan reksadana, sebuah alternatif investasi yang dikelola oleh para profesional yang berpengalaman dalam pengelolaan portofolio saham dan obligasi.  

Ragam jenis reksadana antara lain reksadana saham, reksa dana pendapatan tetap, reksadana campuran, reksadana pasar uang, dan reksadana terproteksi. 

Dengan berinvestasi di reksadana, Anda mempersiapkan masa pensiun dengan memanfaatkan potensi pertumbuhan pasar modal Indonesia dan negara lainnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Harga Emas Hari Ini Rebound Setelah Turun Dua Hari, Ini Katalisnya!

Penurunan harga energi meredakan sebagian tekanan inflasi yang telah membebani harga emas sejak perang dimulai.

Promo Starbucks Hari Ini: 2 Minuman Grande Diskon 50% Pakai Indodana Paylater

Cuma hari ini, 14 April 2026, dapatkan 2 minuman Grande Starbucks mulai Rp 25.000 pakai Indodana Paylater. Buruan serbu!

Update Peringatan Dini BMKG Cuaca Hari (14/4) Jabodetabek Siaga Hujan Sangat Lebat

Update peringatan dini BMKG cuaca hari Selasa (14/4) di Jabodetabek dengan status Siaga hujan sangat lebat di daerah berikut ini.

Buruan Serbu! Promo Krispy Kreme Buy 1 Get 1 Dozen Donat Lebih Hemat Hanya 4 Hari

Donat gratis dari Krispy Kreme siap meramaikan harimu! Promo Buy 1 Get 1 ini berlaku 14-17 April 2026. Jangan sampai ketinggalan!

Apa Itu ADHD? Ketahui Ciri-cirinya pada Anak, Remaja, & Dewasa yang Harus Diwaspadai

Gejala ADHD tak sama di setiap fase hidup. Dari anak sulit fokus hingga dewasa bermasalah hubungan, kenali tandanya untuk dukungan terbaik.

Serum Anti Aging Ini Kunci Glowing Tanpa Kerutan: Kulit Awet Muda

Moms, masalah mata panda hingga jerawat bisa diatasi serum anti aging. Lihat daftar 5 serum anti aging yang transformatif untuk kulit sehatmu.

Film Animasi Garuda di Dadaku Tayang Juni 2026, Indofood Ikut Ambil Bagian

​PT Indofood CBP Sukses Makmur Tbk terlibat dalam kolaborasi film animasi Garuda di Dadaku yang menyasar penonton anak dan keluarga.

HP Vivo Y31d Pro: Tawarkan Kamera AI, Performa Ngebut & Baterai Monster

Membeli Vivo Y31d Pro pekan ini, Anda akan dapat baterai 7000mAh yang awet 6 tahun. Charger 90W siap mengisi daya super cepat. 

Harga Emas Antam Hari Ini Selasa (14/4) Melonjak Rp 45.000, Cek Daftar Selengkapnya

Harga emas Antam di Logam Mulia hari ini Selasa (14/4) melonjak Rp 45.000 dari perdagangan sebelumnya.

BMKG Peringatkan Kemarau Panjang, Masyarakat Diimbau Lakukan 4 Hal Ini

Puncak kemarau panjang El Nino diprediksi Agustus 2026. BMKG berikan strategi mitigasi yang harus Anda lakukan sekarang.