MOMSMONEY.ID - UGD atau Unit Gawat Darurat adalah garis depan pertahanan bagi mereka yang berada dalam ancaman jiwa.
Ketika detak jantung melemah, napas tersengal, atau kesadaran mulai kabur, setiap detik menjadi sangat berharga.
Di sinilah peran UGD sebagai tempat pengobatan dan perawatan intensif awal, sebelum pasien ditransfer ke ruang perawatan lanjutan.
Tujuannya adalah untuk menstabilkan kondisi pasien secepat mungkin, menghentikan kondisinya yang buruk, dan memberikan tindakan medis secara tepat.
Baca Juga: Bahaya Asam Urat Tinggi: Ancam Jantung & Ginjal Pasien Leukemia
Lalu, kondisi seperti apa yang mewajibkan seseorang untuk segera masuk UGD tanpa boleh menunggu? Di mana kasus tersebut tidak ada ruang untuk antre panjang atau menunggu giliran, karena nyawa sudah berada di ujung tanduk.
Berikut beberapa kondisi pasien yang harus segera mendapat penanganan medis di UGD, yang dikutip dari www.alodokter.com:
1. Serangan jantung dan henti jantung
Kasus pertama adalah ketika seseorang mengalami serangan jantung dan henti jantung. Kondisi ini terjadi ketika ada pembuluh darah di jantung yang tersumbar.
Gejala yang dirasakan seperti sesak napas secara tiba-tiba, dada seperti ditekan, dan nyeri di dada. Kondisi ini tergolong gawa darurat dan harus segera mendapatkan penanganan medis.
Pasien ini akan langsung dibawa masuk ke UGD untuk mendapatkan pertolongan. Jika dibiarkan, maka akan terjadi henti jantung.
Baca Juga: Durasi Tidur Terbaik untuk Pasien Asam Urat: Ciptakan Lingkungan Tidur Nyaman
2. Sulit bernapas
Kondisi dengan kesulitasn bernapas, maka seseorang tersebut membutuhkan asupan oksigen. Sehingga, ia harus segera masuk ke UGD.
Kondisi ini terjadi karena adanya masalah di paru-paru dan saluran pernapasan. Sehingga, harus segera ke UGD untuk mendapatkan penanganan dengan segera agar ia bisa bernapas dengan stabil kembali.
3. Cedera fisik akibat kecelakaan
Sebuah peristiwa kecelakaan yang membuat seseorang mengalami cedera fisik haruslah diprioritaskan untuk mendapatkan perawatan di UGD.
Misalnya saja perdarahan yang tidak berhenti, luka bakar, cedera di kepala, tersengat listrik, maupun tersambar petir. Kondisi tersebut tergolong darurat dan harus segera mendapatkan penanganan medis secara tepat.
Baca Juga: Sakit Dada Kiri? Bukan Cuma Jantung lo, Ini 5 Pemicu Lain yang Perlu Diwaspadai
4. Keracunan
Keracunan tidak hanya sebatas dari makanan atau minuman yang dikonsumsi. Tapi bisa juga karena menghirup zat beracun. Termasuk juga seseorang yang mengalami overdosis karena obat maupun alkohol.
Kondisi ini haru segera ditangani oleh UGD. Ada beberapa kondisi yang dialami oleh seseorang yang keracunan. Misalnya saja muntah, demam tinggi, diare, pingsan, kejang, perdarahan aktif, hingga percobaan bunuh diri.
5. Stroke
Kondisi berikutnya yang harus segera mendapatkan penanganan UGD adalah stroke. Stroke terjadi karena adanya pembuluh darah di otak yang pecah.
Gejala yang muncul berupa sulit bicara atau berjalan, lumpuh, sakit kepala, penurunan kesadaran, dan gangguan penglihatan.
Baca Juga: Sering Sakit Kepala Disertai Pandangan Kabur, Waspadai Tumor Otak
Kategori prioritas pelayanan UGD
Di dalam UGD terdapat kebijakan terkait pembagian kategori prioritas pelayanan yang disesuaikan dengan kedaruratan kondisi pasien. Berikut kategori-kategorinya:
Kategori I: harus segera ditolong
Kategori I adalah pasien yang membutuhkan perawatan dengan segera setelah sampai di UGD. Ia adalah pasien yang kondisinya kritis dan mengancam jiwa.
Kategori II: gawat darurat
Kategori gawat darurat adalah kondisi kritis dan sangat kesakitan. Ini berlaku untuk pasien dengan nyeri dada berat, sulit bernapas, kejang, dan patah tulang parah.
Kategori III: potensi mengalami perburukan
Kategori III adalah pasien yang membutuhkan perawatan setidaknya dalam waktu 30 menit setelah tiba di UGD. Kondisi ini tergolong penting, misalnya saja dehidrasi berat dan pendarahan hebat.
Baca Juga: Asam Urat Melambung? Hindari Makanan Ini biar Tak Berakhir di Rumah Sakit
Kategori IV: kondisi serius tapi bukan kegawatan
Dalam kategori IV ini adalah pasien dengan kondisi cedera atau gejala di tahap sedang. Misalnya saja pasien yang kemasukan benda asing di mata, sakit telinga, migrain, dan keseleo.
Kategori V: tidak mendesak
Kategori V adalah kondisi pasien yang cedera atau gejala ringan yang sudah dialami lebih dari seminggu. Misalnya saja nyeri ringan dan ruam.
Pasien di kategori ini bisa menunggu paling lama dua jam sebelum mendapatkan penanganan medis.
Jadi, jika Anda atau orang di sekitar menunjukkan tanda-tanda darurat yang disebutkan di atas, segera bawa ke UGD terdekat untuk mendapatkan penanganan secepatnya ya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News