MOMSMONEY.ID - Jangan asal menaruh barang di luar rumah. Kenali 7 benda yang bisa cepat rusak akibat panas, hujan, dan perubahan cuaca ekstrem.
Kebiasaan meninggalkan barang di teras atau halaman rumah sering dianggap sebagai hal sepele. Banyak orang berpikir selama barang masih terlihat baik, maka tidak ada masalah jika dibiarkan berada di luar.
Namun, kondisi cuaca tropis Indonesia dengan paparan sinar matahari, hujan, dan kelembapan tinggi dapat mempercepat kerusakan berbagai benda rumah tangga.
Melansir dari The Spruce, ahli penataan rumah mengingatkan bahwa barang berbahan kulit, plastik, kayu, karet, hingga kain tertentu membutuhkan perlindungan dari paparan cuaca langsung agar tetap memiliki usia pakai panjang.
“Beberapa kebiasaan kecil dapat memperpanjang umur barang yang digunakan setiap hari secara signifikan,” ujar desainer rumah dan gaya hidup Karen M. Liang.
Menurut sejumlah praktisi penataan rumah, masalah barang cepat rusak sering kali bukan hanya karena kualitas produk, tetapi juga akibat cara penyimpanan yang kurang tepat.
Baca Juga: Meja Rias Tebal Bikin Kamar Mandi Modern Terlihat Mewah dan Lebih Berkelas
Memiliki kebiasaan menyimpan barang sesuai tempatnya, masyarakat dapat mengurangi pengeluaran untuk mengganti perlengkapan rumah yang sebenarnya masih bisa digunakan.
Mengapa barang yang dibiarkan di luar mudah rusak?
Area luar rumah memang menjadi tempat praktis untuk meletakkan berbagai benda setelah dipakai. Namun, lingkungan terbuka membuat barang lebih sering terkena paparan sinar ultraviolet, perubahan suhu, debu, serta kelembapan.
Sinar UV dapat membuat warna memudar dan melemahkan struktur material. Sementara air hujan dan embun bisa memicu munculnya jamur, karat, hingga kerusakan pada bagian tertentu.
Karena itu, para ahli organisasi rumah menyarankan agar setiap barang memiliki tempat penyimpanan khusus, terutama untuk benda yang sering digunakan sehari hari.
Sepatu yang sering ditinggalkan di teras
Sepatu menjadi salah satu barang yang paling sering diletakkan di luar rumah setelah aktivitas selesai. Padahal, kebiasaan tersebut dapat membuat material sepatu lebih cepat mengalami penurunan kualitas.
Paparan matahari dalam waktu lama dapat menyebabkan bahan kulit mengering, retak, atau kehilangan fleksibilitas. Bagian perekat pada sol sepatu juga bisa melemah akibat panas.
Agar lebih awet, sepatu sebaiknya disimpan di rak bagian dalam rumah atau tempat teduh yang tetap memiliki sirkulasi udara.
Tabir surya yang terkena panas berlebihan
Tabir surya biasanya dibawa saat bepergian dan sering tertinggal di area terbuka setelah digunakan. Padahal, suhu tinggi dapat memengaruhi kandungan di dalam produk tersebut.
Perubahan komposisi akibat panas dapat membuat perlindungan terhadap kulit menjadi kurang maksimal. Karena itu, simpan tabir surya di tempat sejuk setelah digunakan agar kualitasnya tetap terjaga.
Baca Juga: Daybed Multifungsi Jadi Tren Furnitur Terbaru untuk Rumah Minimalis
Foto dan dekorasi yang terkena sinar matahari
Foto keluarga, lukisan, maupun dekorasi rumah memiliki nilai sentimental sehingga perlu dirawat dengan baik.
Paparan sinar UV secara terus menerus dapat membuat warna perlahan memudar dan merusak material. Untuk menjaga tampilannya, letakkan barang tersebut di area yang tidak terkena cahaya matahari langsung.
Perabot kayu dan bantal luar ruangan
Furnitur berbahan kayu memang terlihat kokoh, tetapi tetap membutuhkan perlindungan dari kondisi cuaca. Kayu yang terus terkena panas dan hujan dapat berubah warna, melengkung, bahkan mengalami retakan.
Sementara itu, bantal atau bantalan kursi yang dibiarkan di luar berisiko menyimpan kelembapan dan memicu pertumbuhan jamur. Menggunakan penutup furnitur menjadi salah satu cara sederhana untuk menjaga kondisinya tetap baik.
Mainan anak dan peralatan berbahan plastik
Barang seperti sepeda, skuter, helm, mainan anak, hingga perlengkapan olahraga sering kali dibiarkan berada di luar setelah dipakai.
Padahal, sinar matahari dapat membuat plastik dan karet menjadi rapuh. Jika terkena air, beberapa bagian kecil atau komponen elektronik juga berpotensi mengalami kerusakan.
Menyimpan kembali barang setelah digunakan dapat membantu menjaga keamanan dan memperpanjang masa pemakaian.
Arang yang disimpan sembarangan
Arang menjadi salah satu barang yang jarang diperhatikan dalam urusan penyimpanan. Banyak orang meletakkannya di luar rumah tanpa perlindungan.
Padahal, arang mudah menyerap kelembapan dari udara sehingga kualitas pembakarannya dapat menurun. Kondisi penyimpanan yang tidak tepat juga dapat meningkatkan risiko masalah keamanan.
Simpan arang dalam wadah tertutup dan tempat kering agar tetap siap digunakan saat dibutuhkan.
Baca Juga: Pilihan Baru Dapur Putih Modern yang Hangat dengan Ide Desain Elegan
Cara sederhana menjaga barang tetap awet
Menjaga barang rumah tangga tidak selalu membutuhkan biaya besar. Perubahan kecil seperti menyediakan rak penyimpanan, menggunakan kotak tertutup, dan mengembalikan barang setelah digunakan dapat memberikan manfaat besar.
Kebiasaan tersebut juga membantu rumah terlihat lebih rapi sekaligus mencegah barang terlupakan di halaman atau teras dalam waktu lama.
Barang rumah tangga yang terlihat sederhana ternyata membutuhkan perhatian agar tidak cepat rusak. Mulai dari sepatu, tabir surya, hingga furnitur, semuanya memiliki batas ketahanan terhadap panas dan kelembapan.
Menerapkan cara penyimpanan yang tepat, masyarakat dapat memperpanjang usia barang sekaligus menghemat biaya pengeluaran. Kebiasaan kecil dalam merawat barang bisa menjadi investasi sederhana untuk rumah yang lebih nyaman dan tertata.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News