M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apakah Stres Bisa Menurunkan Berat Badan? Cek Jawabannya di Sini

Apakah Stres Bisa Menurunkan Berat Badan? Cek Jawabannya di Sini
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Jadi perbincangan, apakah stres bisa menurunkan berat badan? Yuk, cari tahu jawabannya pada ulasan di bawah ini!

Stres adalah kondisi yang umum dialami banyak orang dalam kehidupan sehari-hari. Baik itu stres karena pekerjaan, masalah pribadi, atau tekanan lainnya, banyak orang mencari cara untuk menghadapinya.

Namun, banyak yang bertanya-tanya, apakah stres bisa menurunkan berat badan? MomsMoney akan mengulasnya secara lengkap di sini. 

Baca Juga: Susu yang Cocok untuk Diet Menurunkan Berat Badan Apa Saja, ya? Berikut Pilihannya

Apakah stres bisa menurunkan berat badan?

Melansir dari Healthline, stres dapat menyebabkan perubahan dalam kebiasaan makan seseorang. Ada yang merasa lebih lapar dan makan berlebihan, sementara yang lain justru kehilangan nafsu makan.

Terkadang, perubahan ini hanya bersifat sementara dan berat badan bisa kembali normal setelah stres mereda. Namun, jika stres berlangsung lama atau menjadi kronis, tubuh Anda bisa mengalami dampak yang lebih serius.

Stres dapat mempengaruhi cara tubuh Anda memproses makanan, dan dalam beberapa kasus, hal ini bisa berujung pada penurunan berat badan yang tidak diinginkan.

Baca Juga: Makanan Berserat Tinggi untuk Diet Menurunkan Berat Badan Apa Saja? Ini Daftarnya

Bagaimana Stres Bisa Menurunkan Berat Badan?

Ketika tubuh mengalami stres, ia memicu respons "fight-or-flight"  yang membuat tubuh bersiap untuk menghadapi ancaman. Dalam proses ini, tubuh melepaskan hormon stres seperti adrenalin dan kortisol.

Adrenalin membantu tubuh untuk beraktivitas lebih intens, namun juga bisa mengurangi rasa lapar. Sementara itu, kortisol memberi sinyal pada tubuh untuk menurunkan fungsi yang tidak penting, termasuk pencernaan.

Sebagai akibatnya, tubuh memperlambat proses pencernaan selama masa stres untuk fokus pada masalah yang dihadapi. Hal ini bisa menyebabkan gangguan pencernaan, seperti sakit perut, mulas, diare, atau sembelit. Kondisi ini bisa mengurangi keinginan untuk makan dan menyebabkan penurunan berat badan.

Baca Juga: Boleh Dicoba, Begini Cara Minum Cuka Apel untuk Diet Menurunkan Berat Badan

Beberapa orang merespons stres dengan lebih banyak bergerak atau berolahraga yang bisa menyebabkan penurunan berat badan. Aktivitas fisik ekstra yang dilakukan tanpa sadar, seperti mengetuk kaki atau mengklik jari, juga dapat membakar kalori, meskipun hal ini tidak disengaja.

Stres juga sering mengganggu tidur seseorang. Kesulitan tidur dapat memengaruhi kadar kortisol dalam tubuh, yang pada gilirannya memengaruhi metabolisme dan kebiasaan makan. Gangguan tidur yang berkepanjangan bisa memperburuk masalah ini dan berpotensi menyebabkan penurunan berat badan lebih lanjut.

Tanda-tanda penurunan berat badan karena stres

Penurunan berat badan yang tidak diinginkan akibat stres sering disertai dengan gejala lain, seperti:

  • Sakit kepala
  • Gangguan pencernaan
  • Nyeri otot dan ketegangan
  • Perubahan suasana hati
  • Kelelahan
  • Kesulitan tidur
  • Gangguan memori jangka pendek
  • Detak jantung yang meningkat
  • Penurunan gairah seks

Baca Juga: Apakah Jeruk Nipis Bisa Menurunkan Berat Badan? Mari Bongkar Faktanya!

Cara mengelola kebiasaan makan saat stres

Jika stres memengaruhi pola makan Anda, ada beberapa langkah yang dapat membantu kembali ke jalur yang sehat. Cobalah untuk menjaga jadwal makan yang teratur. Menetapkan pengingat waktu makan melalui ponsel dapat membantu Anda ingat untuk makan meskipun merasa stres.

Anda dapat mencoba makan dalam porsi kecil namun teratur. Pilih makanan bergizi seperti yang kaya protein dan serat untuk membantu menjaga energi dan suasana hati stabil. Hindari makanan tinggi gula atau kafein yang dapat memperburuk kecemasan dan fluktuasi energi.

Selain itu, pilih makanan yang dapat membantu meredakan stres, seperti jeruk, sayuran berdaun hijau, biji-bijian utuh, dan ikan yang kaya omega-3. Hindari makanan yang dapat meningkatkan kadar gula darah atau memperburuk suasana hati, seperti makanan manis dan gorengan.

Baca Juga: Mengulik Manfaat Minum Teh Hijau untuk Menurunkan Berat Badan

Nah, itulah ulasan lengkap terkait apakah stres bisa menurunkan berat badan atau tidak. Stres memang dapat menyebabkan penurunan berat badan, terutama jika stres tersebut berlangsung lama atau menjadi kronis.

Namun, setiap orang merespons stres dengan cara yang berbeda, ada yang makan lebih banyak, ada yang malah kehilangan nafsu makan. Meskipun penurunan berat badan sedikit tidak selalu berbahaya, penurunan lebih dari 5% dari berat badan Anda dalam waktu 6 hingga 12 bulan harus segera ditangani.

Jika Anda kehilangan berat badan tanpa sengaja dan juga mengalami gejala lain seperti sakit kepala kronis, nyeri dada, atau merasa cemas terus-menerus, sebaiknya segera periksakan diri ke dokter.

Dokter dapat membantu menentukan apakah penurunan berat badan terkait dengan stres atau kondisi medis lainnya. Mereka juga dapat membantu Anda untuk mengelola stres dan meresepkan obat jika diperlukan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Risiko Kehilangan Bilyet Deposito Bisa Sirna? BCA Beri Solusinya, Simak Yuk

Membuka deposito kini tanpa bilyet fisik. Dana Anda tetap aman, bunga rutin dikirimkan tiap bulan, dan pencairan pun mudah. Yuk, pahami sekarang.

Punya Rumah Sempit? Coba Ubah Lukisan Jadi Tempat Simpan Rahasia

Jangan biarkan rumah sempit membatasi Anda! Lukisan dinding ternyata bisa jadi lemari tersembunyi yang fungsional. Begini cara cerdas mengaturnya.

Tren Warna Pink Hangat yang Bikin Ruang Tamu Terasa Fungsional di 2026

Bosan dengan putih atau abu-abu? Pink lembut bernuansa peach terbukti bikin rumah terasa hangat dan menyambut. Simak tips memilihnya!  

NIK Jadi NPWP: Aktivasi Coretax Itu Wajib, Ini Cara Daftar Mudahnya!

Berikut cara daftar NPWP online lewat Coretax 2026, lengkap dengan panduan aktivasi NIK jadi NPWP resmi dan praktis modal HP.   &nbs

Accrual Basis vs Cash Basis: Mana yang Cocok untuk Pembukuan Bisnis di 2026?

Berikut perbedaan accrual basis dan cash basis serta cara memilih metode pembukuan yang tepat untuk bisnis Anda.

Mau Tidur Lebih Nyenyak Ini 7 Warna Cat Kamar yang Bikin Adem dan Tenang

Kamar terasa kurang nyaman padahal sudah rapi? Bisa jadi warna dindingnya penyebabnya. Hindari 3 kesalahan ini sebelum mengecat ulang.

Lewat Ekosistem Bisnis Ocean, BCA Bidik Pelaku Bisnis termasuk UMKM

BCA meluncurkan Ocean by BCA sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem layanan digital untuk segmen bisnis.​

10 Tanda-Tanda Masalah Ginjal pada Tubuh yang Penting Diketahui

Ini, lho, tanda-tanda masalah ginjal pada tubuh yang penting diketahui. Cari tahu selengkapnya di sini!  

Sambut Ramadan, Ngaji.ai Hadirkan Fitur Baru untuk Dampingi Ibadah Harian

​Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, aplikasi belajar Al-Qur’an ngaji.ai menghadirkan sejumlah fitur baru untuk dampingi ibadan harian  

11 Obat Herbal agar Gula Darah Tinggi Turun secara Alami

Yuk, ketahui beberapa obat herbal agar gula darah tinggi turun secara alami berikut ini! Ada apa saja?