M O M S M O N E Y I D
Bugar

Apakah Cumi-Cumi Mengandung Kolesterol? Ketahui Faktanya di Sini

Apakah Cumi-Cumi Mengandung Kolesterol? Ketahui Faktanya di Sini
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Cumi-cumi adalah salah satu seafood yang populer di seluruh dunia. Meskipun menjadi favorit, pertanyaan sering muncul mengenai kandungan kolesterolnya. Apakah cumi-cumi mengandung kolesterol?

Secara umum, hampir semua jenis seafood, termasuk cumi-cumi, mengandung kolesterol. Dikutip dari Healthline, 3 ons cumi-cumi mentah mengandung sekitar 198 miligram kolesterol dan 13,2 gram protein, dengan hanya 0,3 gram lemak jenuh total.

Cumi-cumi juga mengandung jenis lemak yang lebih sehat, yaitu 0,09 gram lemak tak jenuh tunggal dan 0,4 gram lemak tak jenuh ganda.

Baca Juga: Ini 7 Cara Mengendalikan Emosi dalam Diri yang Dapat Anda Coba

Penting untuk memahami bahwa kolesterol dalam makanan tidak selalu berdampak langsung buruk terhadap kolesterol dalam darah.

Justru yang mempengaruhinya adalah kandungan lemak jenuh dan lemak trans dalam makanan. Cumi-cumi memiliki kandungan lemak jenuh yang rendah.

Namun, jika cumi-cumi digoreng, total lemaknya, termasuk lemak jenuhnya, bisa bertambah. Dengan kata lain, makanan yang sebenarnya cukup sehat bisa jadi tidak sehat jika diolah dengan cara tertentu.

Baca Juga: 10 Kegiatan Sehari-hari yang Efektif Membakar Kalori Anda, Apa Saja?

American Heart Association menyarankan untuk tidak mengonsumsi lebih dari 5-6 persen dari total kalori harian Anda dari lemak jenuh jika ingin menurunkan kolesterol LDL atau jahat. Mereka juga menyarankan untuk mengurangi atau menghindari lemak trans.

Disarankan untuk lebih banyak mengonsumsi lemak tak jenuh, termasuk lemak tak jenuh tunggal dan tak jenuh ganda. Lemak ini bisa membantu meningkatkan kadar kolesterol HDL atau baik, yang dapat membantu mengurangi LDL yang buruk.

Jadi, apakah cumi-cumi mengandung kolesterol? Jawabannya adalah iya. Kolesterol yang terkandung dalam 3 ons cumi-cumi mentah adalah sekitar 198 miligram. Cumi-cumi masuk dalam daftar makanan yang tinggi kolesterol.

Oleh karena itu, Anda harus membatasi jumlah konsumsi cumi-cumi, ya. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

12 Minuman Paling Sehat Selain Air Putih yang Bisa Anda Coba Konsumsi

Mari intip beberapa minuman paling sehat selain air putih yang bisa Anda coba konsumsi berikut ini!   

Digital Nomad Jadi Tren Gaya Kerja Fleksibel, Ini Cara Memulainya dengan Aman

Digital nomad jadi tren kerja fleksibel 2026, simak peluang, risiko, dan cara memulai agar tetap produktif dan finansial aman.​  

8 Minuman Tinggi Serat yang Bagus untuk Pencernaan

Ini, lho, beberapa minuman tinggi serat yang bagus untuk pencernaan. Mau coba konsumsi?                          

10 Rahasia Pola Pikir Warren Buffett Memahami Uang dan Emosi agar Finansial Kuat

Pelajari cara Warren Buffett memahami emosi dan uang agar finansial lebih stabil dan cerdas di tengah kondisi ekonomi tak pasti.​  

9 Kesalahan Desain Interior Ini yang Sering Bikin Rumah Anda Terasa Hambar

Rumah terasa hambar dan kurang hidup? Kenali kesalahan desain ini dan ubah suasana ruangan jadi lebih nyaman dan estetik!​  

7 Aturan Dekorasi Rumah yang Tidak Wajib Diikuti agar Hunian Lebih Fungsional

Ingin rumah tampil beda dan tidak monoton? Ini 7 aturan dekorasi yang bisa diabaikan agar hunian lebih estetik dan fungsional.​  

7 Makanan yang Bikin Kenyang Lebih Lama dan Tidak Gampang Lapar

Ada beberapa makanan yang bikin kenyang lebih lama dan tidak gampang lapar, lho. Apa sajakah itu?       

7 Tips Membuat Smoothie yang Aman untuk Gula Darah

Ini dia beberapa tips membuat smoothie yang aman untuk gula darah Anda. Cari tahu selengkapnya di sini!  

Dorong Lebih Banyak Perempuan untuk Berbisnis, SisBerdaya & DisBerdaya Kembali Hadir

Pelaku UMKM perempuan yang telah menjalankan usaha minimal enam bulan bisa mengikuti workshop Sisberdaya & Disberdaya. Pendaftaran hingga 28 April  

Alasan Kenapa PayLater Kredivo Ramai Digunakan Saat Ramadan

PayLater sudah berperan sebagai alat bantu perencanaan keuangan jangka pendek dan menjadi preferensi masyarakat untuk pembayaran sehari-hari