M O M S M O N E Y I D
Bugar

9 Dampak Berbahaya Konsumsi Mie Instan Berlebihan, Cari Tahu di Sini!

9 Dampak Berbahaya Konsumsi Mie Instan Berlebihan, Cari Tahu di Sini!
Reporter: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Yuk, cari tahu berbagai dampak berbahaya konsumsi mie instan berlebihan di sini!

Mie instan telah menjadi makanan favorit banyak orang di seluruh dunia, termasuk di Indonesia. Praktis, murah, dan cepat saji, menjadikannya pilihan utama untuk mengatasi rasa lapar dalam waktu singkat.

Meski begitu, konsumsi mie instan secara berlebihan dapat menimbulkan berbagai dampak buruk bagi kesehatan. Melansir dari laman NDTV, berikut adalah dampak berbahaya konsumsi mie instan berlebihan:

1. Kandungan Natrium Tinggi

Mie instan mengandung banyak natrium untuk meningkatkan rasa dan memperpanjang masa simpan. Konsumsi natrium yang berlebihan dapat memicu tekanan darah tinggi, yang berisiko menyebabkan penyakit jantung, stroke, dan masalah pada ginjal.

Baca Juga: Ini Pilihan Menu Diet Murah Ramah Kantong yang Enak dan Sehat

2. Kandungan Lemak Jenuh Tinggi

Banyak jenis mie instan digoreng dalam proses pembuatannya, yang meningkatkan kadar lemak jenuhnya.

Mengonsumsi terlalu banyak lemak jenuh dapat menaikkan kadar kolesterol jahat (LDL), yang pada akhirnya dapat meningkatkan risiko penyumbatan pembuluh darah, penyakit jantung, dan stroke.

3. Rendah Gizi

Mie instan sering kali tidak mengandung nutrisi penting seperti vitamin, mineral, dan serat. Konsumsi makanan yang kurang nutrisi dapat menyebabkan kekurangan gizi, menurunkan daya tahan tubuh, serta berdampak buruk pada kesehatan pencernaan.

4. Risiko Penyakit Jantung

Tingginya kandungan natrium, lemak jenuh, dan rendahnya nilai gizi pada mie instan dapat memengaruhi kesehatan jantung.

Mengonsumsinya terlalu sering bisa meningkatkan risiko tekanan darah tinggi, kolesterol tinggi, serta peradangan yang berujung pada serangan jantung atau stroke.

Baca Juga: Makan Apa Jika Gula Darah Tinggi? Ini 13 Makanan yang Direkomendasikan

5. Tinggi Karbohidrat Olahan

Mie instan biasanya terbuat dari tepung terigu olahan yang memiliki indeks glikemik tinggi. Ini berarti mie instan dapat meningkatkan gula darah dengan cepat, sehingga meningkatkan risiko resistensi insulin, diabetes tipe 2, dan obesitas.

6. Mengandung Aditif Berbahaya

Mie instan sering mengandung bahan tambahan seperti pewarna buatan dan pengawet. Beberapa aditif ini mungkin menimbulkan risiko kesehatan, seperti alergi atau masalah kesehatan jangka panjang.

7. Risiko Sindrom Metabolik

Kombinasi natrium tinggi, lemak jenuh, dan kandungan gizi yang rendah dapat memicu sindrom metabolik.

Kondisi ini mencakup tekanan darah tinggi, gula darah tinggi, penumpukan lemak di sekitar pinggang, dan kadar kolesterol abnormal, yang semuanya meningkatkan risiko penyakit jantung, stroke, dan diabetes.

8. Potensi Kenaikan Berat Badan

Mie instan mengandung banyak kalori, namun kurang memberikan rasa kenyang. Hal ini membuat orang cenderung makan lebih banyak, yang berisiko meningkatkan berat badan dan obesitas. Hal ini dapat menyebabkan berbagai masalah kesehatan kronis.

Baca Juga: Daftar Lauk Pauk untuk Penderita Asam Urat dan Kolesterol, Konsumsi yuk!

9. Gangguan Pencernaan

Karena rendah serat, mie instan dapat menyebabkan masalah pada pencernaan seperti sembelit. Selain itu, konsumsi mie instan yang berlebihan bisa meningkatkan risiko gangguan pencernaan lainnya karena kurangnya asupan serat yang dibutuhkan tubuh.

Itulah beberapa dampak berbahaya konsumsi mie instan berlebihan. Semoga informasi ini bermanfaat, ya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Risiko Kehilangan Bilyet Deposito Bisa Sirna? BCA Beri Solusinya, Simak Yuk

Membuka deposito kini tanpa bilyet fisik. Dana Anda tetap aman, bunga rutin dikirimkan tiap bulan, dan pencairan pun mudah. Yuk, pahami sekarang.

Punya Rumah Sempit? Coba Ubah Lukisan Jadi Tempat Simpan Rahasia

Jangan biarkan rumah sempit membatasi Anda! Lukisan dinding ternyata bisa jadi lemari tersembunyi yang fungsional. Begini cara cerdas mengaturnya.

Tren Warna Pink Hangat yang Bikin Ruang Tamu Terasa Fungsional di 2026

Bosan dengan putih atau abu-abu? Pink lembut bernuansa peach terbukti bikin rumah terasa hangat dan menyambut. Simak tips memilihnya!  

NIK Jadi NPWP: Aktivasi Coretax Itu Wajib, Ini Cara Daftar Mudahnya!

Berikut cara daftar NPWP online lewat Coretax 2026, lengkap dengan panduan aktivasi NIK jadi NPWP resmi dan praktis modal HP.   &nbs

Accrual Basis vs Cash Basis: Mana yang Cocok untuk Pembukuan Bisnis di 2026?

Berikut perbedaan accrual basis dan cash basis serta cara memilih metode pembukuan yang tepat untuk bisnis Anda.

Mau Tidur Lebih Nyenyak Ini 7 Warna Cat Kamar yang Bikin Adem dan Tenang

Kamar terasa kurang nyaman padahal sudah rapi? Bisa jadi warna dindingnya penyebabnya. Hindari 3 kesalahan ini sebelum mengecat ulang.

Lewat Ekosistem Bisnis Ocean, BCA Bidik Pelaku Bisnis termasuk UMKM

BCA meluncurkan Ocean by BCA sebagai bagian dari strategi penguatan ekosistem layanan digital untuk segmen bisnis.​

10 Tanda-Tanda Masalah Ginjal pada Tubuh yang Penting Diketahui

Ini, lho, tanda-tanda masalah ginjal pada tubuh yang penting diketahui. Cari tahu selengkapnya di sini!  

Sambut Ramadan, Ngaji.ai Hadirkan Fitur Baru untuk Dampingi Ibadah Harian

​Menyambut Ramadan 1447 Hijriah, aplikasi belajar Al-Qur’an ngaji.ai menghadirkan sejumlah fitur baru untuk dampingi ibadan harian  

11 Obat Herbal agar Gula Darah Tinggi Turun secara Alami

Yuk, ketahui beberapa obat herbal agar gula darah tinggi turun secara alami berikut ini! Ada apa saja?