M O M S M O N E Y I D
Bugar

8 Minuman Alami Penurun Kadar Kortisol dalam Tubuh

8 Minuman Alami Penurun Kadar Kortisol dalam Tubuh
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Mari intip beberapa minuman alami penurun kadar kortisol dalam tubuh berikut ini! Mau coba?

Tubuh manusia memiliki sistem alami untuk merespons tekanan, salah satunya melalui hormon kortisol. Hormon ini diproduksi oleh kelenjar adrenal dan berperan dalam mengatur metabolisme, tekanan darah, kadar gula darah, serta respons tubuh terhadap stres. Dalam kondisi normal, kortisol membantu tubuh tetap waspada dan mampu menghadapi berbagai tantangan sehari-hari.

Namun, ketika kadar kortisol terus meningkat dalam waktu lama, dampaknya dapat terasa pada berbagai aspek kesehatan. Mulai dari gangguan tidur, sulit berkonsentrasi, suasana hati yang mudah berubah, hingga peningkatan risiko tekanan darah tinggi dan gangguan metabolisme. Selain mengelola stres melalui olahraga dan tidur yang cukup, pilihan minuman sehari-hari juga dapat membantu mendukung keseimbangan hormon ini.

Baca Juga: 8 Makanan dan Minuman yang Bisa Bikin Gampang Stres

Melansir dari laman Verywell Health, di bawah ini beberapa minuman alami penurun kadar kortisol dalam tubuh:

1. Teh Hijau

Teh hijau mengandung antioksidan bernama EGCG yang berperan dalam memengaruhi proses produksi kortisol di dalam tubuh. Konsumsi teh hijau tanpa kafein secara rutin diketahui dapat membantu menurunkan kadar kortisol sekaligus mendukung kesehatan mental. Selain itu, kandungan antioksidannya juga baik untuk melawan radikal bebas.

2. Teh Ginseng

Ginseng merupakan tanaman herbal yang sering digunakan untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Dalam bentuk suplemen, ginseng terbukti dapat menurunkan kadar kortisol. Sementara itu, teh ginseng memiliki potensi manfaat yang sama, meskipun bukti ilmiahnya masih terbatas dan perlu penelitian lebih lanjut.

3. Minuman yang Mengandung Magnesium

Magnesium adalah mineral penting yang membantu menenangkan sistem saraf. Konsumsi magnesium dapat membantu mengurangi lonjakan kortisol, terutama setelah aktivitas fisik atau saat tubuh mengalami stres. Saat ini, magnesium juga tersedia dalam bentuk bubuk yang bisa dicampurkan ke dalam minuman sehari-hari.

4. Minuman dengan Ashwagandha

Ashwagandha adalah tanaman herbal yang dikenal dalam pengobatan tradisional karena efeknya yang menenangkan. Ekstrak ashwagandha dapat membantu mengurangi stres dan kecemasan, sekaligus menurunkan kadar kortisol. Minuman yang mengandung bahan ini bisa menjadi pilihan untuk membantu tubuh lebih rileks.

Baca Juga: 8 Teh Alami yang Bisa Bantu Mengurangi Stres

5. Minuman Berbahan Dasar Yogurt

Minuman seperti yogurt atau kefir mengandung probiotik yang baik untuk kesehatan usus. Probiotik ini berperan dalam menjaga keseimbangan bakteri baik di dalam tubuh, yang juga dapat membantu mengatur hormon stres. Selain itu, minuman ini mengandung GABA, zat yang membantu menenangkan pikiran dan mengurangi kecemasan.

6. Jus Jelai

Jus jelai berasal dari rumput jelai dan mengandung senyawa GABA yang berfungsi membantu tubuh menjadi lebih tenang. Meskipun belum banyak penelitian langsung pada manusia, minuman ini dipercaya memiliki potensi untuk membantu menurunkan kadar kortisol secara alami.

7. Jus Jeruk

Jus jeruk kaya akan vitamin C yang berperan penting dalam membantu tubuh menghadapi stres. Asupan vitamin C yang cukup dapat membantu tubuh pulih lebih cepat setelah mengalami tekanan, serta berpotensi menurunkan kadar kortisol. Namun, tetap penting untuk mengonsumsinya dalam jumlah yang wajar.

8. Air Kelapa

Air kelapa merupakan sumber elektrolit alami, terutama kalium, yang penting untuk menjaga keseimbangan cairan tubuh. Walaupun tidak secara langsung menurunkan kortisol, air kelapa membantu tubuh tetap terhidrasi dan mendukung fungsi saraf serta otot, yang penting saat tubuh berada dalam kondisi stres.

Baca Juga: 7 Makanan Penurun Stres untuk Dikonsumsi Sebelum Tidur

Nah, itu tadi beberapa minuman alami penurun kadar kortisol dalam tubuh. Semoga bermanfaat.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Makin Untung! Promo BRI Beri Diskon Spesial dari Waroeng Steak hingga Sushi Hiro

Makan di Waroeng Steak hingga Sushi Hiro bisa hemat, tapi kuota promo BRI ini cepat habis. Segera manfaatkan sebelum terlambat, cek syaratnya!

Login WhatsApp Web Tanpa Scan QR: Anti Ribet, Langsung Berhasil

Scan QR WhatsApp Web gagal bisa bikin panik. Kenali masalah server, internet, atau browser dan temukan solusi ampuh di sini.

HP Redmi Note 17 Pro Terbaru: Layar 2K, Kamera 200MP, Agresif Tanpa Tanding?

Jangan terlewat fitur ekstrem Redmi Note 17 Pro Max, dari kamera 200MP hingga layar 7 inci. Cari tahu mengapa ini jadi ponsel paling agresif. 

Lenovo Yoga Slim 7i: Laptop Tipis dengan Baterai Tahan Lama, Ini Rahasianya

Lenovo Yoga Slim 7i Aura Edition menawarkan desain super ringan, Intel Core Ultra 7 dan layar POLED jernih. 

Fitur Rahasia HP Vivo Termurah: Layar AMOLED & Kamera 64MP Unggul

Bingung pilih HP Vivo termurah? Temukan ponsel dengan layar paling jernih dan nyaman untuk mata. Cek spesifikasi layar terbaik sebelum membeli!

Kelas Seni untuk Anak Jadi Peluang Bisnis Menjanjikan, Ini Strategi Nala Art Studio

Bisnis kelas seni untuk anak masih memiliki prospek yang menjanjikan​. Simak strategi membangun bisnis ini dari Nala Art Studio  

Promo J.CO Joyful Holiday, Bundling Minuman Hemat Cuma sampai 3 Juli 2026

Promo J.CO Joyful Holiday segera berakhir 3 Juli 2026! Nikmati 2 minuman segar mulai Rp45.000. Jangan tunda lagi, stok terbatas!

HP Samsung Terkencang: Pilih Ini Agar Game Anti-Lag

Mencari HP Samsung untuk performa gaming dan AI terbaik? Ternyata ada model khusus yang menarik. Cek daftar lengkapnya sebelum membeli! 

Lawan Panas Ekstrem, Ini 7 Jus Buah Terbaik untuk Menyelamatkan dari Dehidrasi

Menghadapi suhu panas, tubuh butuh hidrasi ekstra. Temukan daftar jus buah yang ampuh mengembalikan elektrolit dan menjaga tubuh tetap bugar.

Delayed Sleep Phase Syndrome Beda dengan insomnia, Para Night Owls Wajib Baca

Night Owls, yuk simak penjelasan tentang Delayed Sleep Phase Syndrome yang ternyata berbeda dengan insomnia.