M O M S M O N E Y I D
Bugar

7 Makanan yang Bisa Bereaksi dengan Obat Jika Dikonsumsi Bersamaan

 7 Makanan yang Bisa Bereaksi dengan Obat Jika Dikonsumsi Bersamaan
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ternyata ada beberapa makanan yang bisa bereaksi dengan obat jika dikonsumsi bersamaan, lo. Cek daftarnya di sini, yuk!

Obat bekerja dengan cara tertentu agar dapat memberikan manfaat yang optimal bagi tubuh. Namun, efektivitas obat tidak hanya dipengaruhi oleh dosis dan waktu konsumsi, tetapi juga oleh makanan yang Anda santap.

Beberapa jenis makanan dapat mengubah cara tubuh menyerap, memetabolisme, atau membuang obat sehingga khasiatnya menjadi berkurang atau justru meningkatkan risiko efek samping.

Interaksi antara makanan dan obat sering kali tidak menimbulkan gejala yang langsung terasa. Akibatnya, banyak orang menganggap semua makanan aman dikonsumsi bersamaan dengan obat. Padahal, dalam beberapa kasus, kombinasi tertentu dapat memengaruhi proses pengobatan, terutama jika obat dikonsumsi secara rutin untuk mengatasi penyakit kronis.

Baca Juga: 5 Suplemen dan Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Susu

Makanan yang Bisa Bereaksi dengan Obat jika Dikonsumsi Bersamaan

Melansir dari Verywell Health, di bawah ini beberapa makanan yang bisa bereaksi dengan obat jika dikonsumsi bersamaan:

1. Jeruk Bali dan Jus Jeruk Bali

Jeruk bali atau grapefruit mengandung senyawa yang dapat memengaruhi enzim di usus yang berfungsi memproses berbagai jenis obat. Akibatnya, kadar obat dalam tubuh bisa menjadi lebih tinggi atau lebih rendah dari yang seharusnya.

Interaksi ini dapat terjadi pada beberapa jenis obat, seperti obat penurun kolesterol, obat tekanan darah, obat anti kecemasan, obat gangguan irama jantung, pengencer darah, dan obat untuk menekan sistem kekebalan tubuh.

Bahkan segelas kecil jus jeruk bali dapat memengaruhi cara tubuh memproses obat. Oleh karena itu, sebaiknya konsultasikan dengan dokter atau apoteker jika Anda rutin mengonsumsi obat tertentu.

2. Sayuran Hijau

Bayam, kale, sawi hijau, dan brokoli mengandung vitamin K yang berperan penting dalam proses pembekuan darah.

Bagi orang yang mengonsumsi warfarin atau obat pengencer darah tertentu, perubahan asupan vitamin K yang terlalu besar dapat memengaruhi efektivitas obat. Jika konsumsi vitamin K meningkat secara tiba-tiba, kemampuan warfarin dalam mencegah pembekuan darah bisa berkurang.

Namun, bukan berarti sayuran hijau harus dihindari. Yang terpenting adalah menjaga jumlah konsumsinya tetap stabil dari waktu ke waktu.

3. Keju Tua dan Makanan Fermentasi

Keju tua, salami, pepperoni, kecap, kimchi, asinan kubis, dan makanan fermentasi lainnya mengandung senyawa bernama tyramine.

Pada kondisi normal, tubuh dapat memecah tyramine dengan mudah. Namun, orang yang mengonsumsi obat antidepresan golongan MAOI mungkin mengalami peningkatan tekanan darah yang berbahaya jika mengonsumsi makanan tinggi tyramine dalam jumlah besar.

Karena itu, penderita yang menggunakan obat jenis ini biasanya dianjurkan untuk membatasi konsumsi makanan yang kaya tyramine.

4. Produk Susu

Susu, yogurt, keju, dan produk olahan susu lainnya mengandung kalsium yang dapat menghambat penyerapan beberapa jenis antibiotik.

Ketika kalsium berikatan dengan obat di saluran pencernaan, jumlah obat yang diserap tubuh bisa berkurang. Akibatnya, pengobatan mungkin menjadi kurang efektif.

Interaksi ini sering terjadi pada antibiotik golongan tetrasiklin dan fluoroquinolone. Untuk mengurangi risiko tersebut, obat biasanya dianjurkan diminum setidaknya 1 jam sebelum atau 2 jam setelah mengonsumsi makanan yang mengandung kalsium.

Baca Juga: 6 Daftar Minuman yang Tidak Boleh Dikonsumsi Bersamaan Obat Tekanan Darah

5. Licorice

Licorice alami mengandung senyawa glycyrrhizin yang dapat meningkatkan tekanan darah dan menurunkan kadar kalium dalam tubuh jika dikonsumsi berlebihan.

Licorice juga dapat berinteraksi dengan beberapa obat, termasuk pengencer darah, obat jantung, statin, dan obat tekanan darah tertentu. Dalam beberapa kasus, konsumsi berlebihan dapat meningkatkan risiko gangguan irama jantung.

Perlu diketahui bahwa tidak semua permen rasa licorice mengandung ekstrak licorice asli. Sebagian hanya menggunakan perasa buatan sehingga tidak menimbulkan efek yang sama.

6. Makanan Tinggi Kalium

Pisang, alpukat, kentang, tomat, kiwi, dan jeruk merupakan sumber kalium yang baik bagi tubuh.

Namun, bagi orang yang mengonsumsi obat tekanan darah tertentu, kadar kalium yang terlalu tinggi dapat menjadi masalah. Beberapa obat dapat membuat tubuh lebih sulit membuang kelebihan kalium, sehingga meningkatkan risiko hiperkalemia atau kadar kalium berlebih dalam darah.

Kondisi ini dapat menyebabkan kelemahan otot, detak jantung tidak teratur, hingga gangguan irama jantung. Selain makanan, produk pengganti garam rendah natrium juga sering mengandung kalium dalam jumlah tinggi sehingga perlu diperhatikan.

7. Alkohol

Alkohol termasuk salah satu minuman yang paling sering berinteraksi dengan obat.

Mengonsumsi alkohol bersama obat tidur, obat penenang, obat anti kecemasan, obat pereda nyeri opioid, atau beberapa jenis antidepresan dapat meningkatkan rasa kantuk, pusing, dan menurunkan kemampuan berkonsentrasi.

Pada kondisi tertentu, kombinasi tersebut juga dapat memperlambat pernapasan, meningkatkan risiko kecelakaan, memperbesar risiko perdarahan, atau membebani kerja hati.

Karena itu, selalu periksa petunjuk penggunaan obat dan tanyakan kepada tenaga kesehatan apakah konsumsi alkohol aman selama menjalani pengobatan.

Baca Juga: 8 Cara Alami Menurunkan Kolesterol Tinggi Tanpa Konsumsi Obat

Nah, itulah beberapa makanan yang bisa bereaksi dengan obat jika dikonsumsi bersamaan. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

WHO: Penyebaran Ebola Bundibugyo di Kongo Lebih Cepat dari Wabah Sebelumnya

WHO mengungkapkan, penyebaran wabah penyakit Ebola virus Bundibugyo di Republik Demokratik Kongo lebih cepat dibanding wabah Ebola sebelumnya.

6 Olahraga yang Bikin Panjang Umur, Salah Satunya Bisa Tambah Usia sampai 6 Tahun lo

Dari jalan kaki hingga bulu tangkis, ini jenis olahraga yang bikin panjang umur dan terbukti ampuh menurunkan risiko kematian penyakit kronis.

7 Manfaat Ubi Ungu untuk Kesehatan, Bagus buat Pencernaan dan Diet

Ketahui beragam manfaat ubi ungu bagi kesehatan tubuh, mulai dari melancarkan pencernaan hingga menjaga berat badan tetap ideal.

ETF XGLD Meluncur, Indo Premier Buka Akses Nabung Emas Modal Mini

Indo Premier meluncurkan XGLD, ETF emas yang memungkinkan investor mendapatkan eksposur emas fisik melalui bursa dengan modal relatif kecil.

Batasi 4 Buah Tinggi Kalori Ini Jika Tidak Mau Diet Anda Gagal, Catat Ya!

Sedang diet menurunkan berat badan? Ketahui 4 buah tinggi kalori yang harus dibatasi saat diet berikut ini.

Prakiraan Cuaca Jawa Barat Rabu (19/8), Hujan Ringan di Banyak Wilayah

Prakiraan BMKG Rabu-Kamis menunjukkan Jawa Barat didominasi hujan ringan di sejumlah wilayah, sementara lainnya berawan.​    &

10 Keterampilan Finansial yang Bisa Membuka Peluang Penghasilan Lebih Besar

Kenali 10 keterampilan finansial yang membantu mengembangkan aset, karier, jaringan, dan peluang penghasilan secara bertahap.

Jawa Tengah Berawan Merata pada Rabu (19/8), Cek Prakiraan Cuaca Setiap Wilayah

Prakiraan BMKG Rabu (19/8) menunjukkan seluruh wilayah Jawa Tengah berawan, lalu cerah dan cerah berawan pada Kamis.​  

5 Fitur Rumah yang Makin Dicari Pembeli di Tahun 2026, Tak Cuma Soal Luas

Lima fitur rumah ini makin diperhatikan pembeli pada 2026, mulai ruang terbuka hingga tata ruang yang nyaman dan fungsional.  

7 Barang yang Sebaiknya Tidak Menumpuk di Rumah Menurut Para Ahli

Rumah yang terlihat rapi ternyata bukan hanya ditentukan oleh seberapa sering seseorang membersihkannya. Begini cara atur yang benar.