M O M S M O N E Y I D
Bugar

5 Suplemen dan Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Susu

5 Suplemen dan Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Susu
Penulis: Rezki Wening Hayuningtyas  |  Editor: Rezki Wening Hayuningtyas


MOMSMONEY.ID - Ada beberapa suplemen dan obat yang tidak boleh dikonsumsi dengan susu, lho. Apa sajakah itu?

Susu sering menjadi pilihan pendamping saat minum obat atau suplemen karena terasa lebih nyaman di lambung dibanding air putih. Namun, tidak semua jenis obat dan suplemen cocok dikonsumsi bersama susu. Dalam beberapa kasus, kandungan mineral di dalam susu justru dapat mengganggu penyerapan zat aktif sehingga manfaat yang seharusnya diperoleh menjadi tidak optimal.

Salah satu penyebab utamanya adalah kandungan kalsium yang dapat berikatan dengan beberapa jenis obat dan mineral tertentu di saluran pencernaan. Akibatnya, tubuh menjadi lebih sulit menyerap zat tersebut.

Baca Juga: 4 Manfaat Susu Kurma, Ini Resep Susu Kurma Simple untuk Takjil Buka Puasa

Suplemen dan Obat yang Tidak Boleh Dikonsumsi dengan Susu

Melansir dari Verywell Health, berikut beberapa suplemen dan obat yang tidak boleh dikonsumsi dengan susu:

1. Suplemen Zat Besi

Zat besi termasuk suplemen yang sebaiknya tidak diminum bersama susu.

Kandungan kalsium dalam susu dapat mengikat zat besi di saluran pencernaan sehingga tubuh lebih sulit menyerapnya. Selain itu, protein kasein juga dapat ikut menghambat proses penyerapan tersebut. Hal ini menjadi lebih penting bagi orang yang mengonsumsi zat besi untuk mengatasi kekurangan zat besi atau anemia.

Agar penyerapannya lebih baik, beri jarak sekitar 2 jam sebelum atau sesudah minum susu atau mengonsumsi makanan tinggi kalsium.

Zat besi umumnya lebih mudah diserap saat diminum ketika perut kosong. Namun, jika membuat lambung terasa tidak nyaman, Anda bisa mengonsumsinya dengan sedikit makanan.

Beberapa tenaga medis juga menyarankan konsumsi zat besi bersama air putih atau makanan kaya vitamin C seperti jeruk untuk membantu penyerapannya.

2. Suplemen Seng

Suplemen seng tertentu seperti seng sulfat dan seng glukonat juga dapat dipengaruhi oleh kalsium.

Kalsium dan seng menggunakan jalur penyerapan yang mirip di usus sehingga keduanya bisa saling bersaing. Selain itu, protein dalam susu dapat membuat seng lebih sulit digunakan tubuh.

Jika penyerapan seng berkurang, manfaatnya untuk membantu sistem imun dan proses penyembuhan juga dapat menjadi kurang optimal.

Suplemen seng dapat diminum bersama makanan yang mengandung protein atau vitamin C. Sebaiknya hindari mengonsumsinya bersamaan dengan susu atau makanan yang sangat tinggi serat.

Baca Juga: 9 Manfaat Kesehatan Minum Susu Kambing bagi Tubuh

3. Suplemen Magnesium

Berbeda dengan zat besi, susu tidak terbukti secara jelas menghambat penyerapan magnesium pada sebagian besar orang.

Namun, karena kalsium dan magnesium memiliki jalur penyerapan yang serupa, konsumsi bersamaan dengan makanan tinggi kalsium mungkin membuat penyerapannya sedikit berkurang.

Efek ini belum terbukti memberi dampak besar pada orang dewasa yang sehat, tetapi tetap bisa dipertimbangkan jika Anda ingin mengoptimalkan konsumsi suplemen.

Minum suplemen magnesium dengan air putih dan beri jeda sekitar 1 hingga 2 jam dari konsumsi susu atau makanan tinggi kalsium.

4. Obat Tiroid Levothyroxine

Obat levothyroxine digunakan untuk membantu menggantikan hormon tiroid dalam tubuh.

Susu dapat menurunkan penyerapan obat ini karena kandungan kalsium dan proteinnya dapat mengikat obat di saluran pencernaan. Akibatnya, jumlah obat yang berhasil diserap tubuh menjadi lebih sedikit.

Levothyroxine umumnya dianjurkan diminum saat perut kosong dengan air putih sekitar 30 hingga 60 menit sebelum sarapan.

Setelah minum obat, tunggu setidaknya 4 jam sebelum mengonsumsi susu atau produk olahannya.

Baca Juga: 13 Makanan yang Mengandung Kalsium Lebih Banyak dari Segelas Susu

5. Antibiotik Tertentu dan Obat Lain

Beberapa antibiotik seperti golongan tetrasiklin dan fluoroquinolone sebaiknya tidak dikonsumsi bersama susu, yogurt, keju, atau produk olahan susu lainnya.

Selain antibiotik, beberapa obat lain juga dapat mengalami penurunan penyerapan saat diminum bersama susu, seperti obat jantung, beberapa obat lambung, diuretik, dan obat tertentu lainnya.

Hal ini terjadi karena kalsium dapat mengikat zat aktif obat sehingga tubuh tidak dapat menyerapnya dengan baik.

Antibiotik umumnya lebih aman diminum dengan air putih. Untuk beberapa obat lain, hindari konsumsi susu sekitar 3 jam sebelum dan sesudah minum obat agar penyerapan tetap optimal.

Itulah beberapa suplemen dan obat yang tidak boleh dikonsumsi dengan susu. Semoga bermanfaat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Ramalan Shio Hari Ini Kamis 1 Oktober 2026: Harimau, Babi dan Kelinci Teliti Lagi

Cek ramalan shio hari ini Kamis 1 Oktober 2026, mulai dari karier, keuangan, asmara, kesehatan, hingga shio paling beruntung.

Ramalan Zodiak Hari Ini Kamis 1 Oktober 2026, Lebih Berani Untuk Bersuara

Simak ramalan 12 zodiak hari ini 1 Oktober 2026, mulai Aries hingga Pisces. Cek kabar karier, keuangan, asmara, dan kesehatan terbaru.

Harga Emas Antam dan Buyback Kompak Turun Rp 14.000, Selisih Buyback Rp 190.000

Harga emas Antam dan buyback kompak turun Rp 14.000 pada hari ini Kamis (1/10) sehingga selisih harga dengan buyback Rp 190.000.

Inilah Harga Komoditas Pangan di Awal Bulan Oktober, Cabai Makin Pedas

Sejumlah harga komoditas pangan seperti harga beras premium turun tipis di awal bulan Oktober, tetapi harga cabai melonjak tajam.

Exynos 1580 Dongkrak Performa HP Samsung Ini, Ada Jaminan 6 Kali Pembaruan OS

Layar AMOLED HP Samsung A56 sanggup capai kecerahan 1.900 nits. Ketahui seberapa jernih visualnya di bawah terik matahari.

Kesehatan Mental Terganggu, Produktivitas dan Ekonomi Ikut Tertekan

Laporan terbaru menunjukkan gangguan kesehatan mental dapat menimbulkan kerugian ekonomi hingga memengaruhi partisipasi di dunia kerja.

Harga Emas Pegadaian Hari Ini (1/10) Kompak Melonjak, UBS Jadi Rp 2.552.000 per Gram

Harga emas Galeri24 dan UBS di Pegadaian hari ini melonjak pada Kamis (1/10), berikut daftar harga lengkapnya.

Kenali Shrinkflation, Harga Tetap tapi Isi Produk Makin Sedikit

Shrinkflation membuat ukuran atau isi produk berkurang meski harga relatif tetap. Simak cara membandingkan harga dan mengatur anggaran belanja.

Influenza A Meningkat, Ini Gejala dan Pencegahannya

Dari 198 spesimen yang diperiksa, sebanyak 105 spesimen dinyatakan positif Influenza A(H1N1)pdm09 dan tujuh spesimen positif Influenza A(H3N2).

Biar Gak Gampang Capek, Terapkan 5 Kebiasaan Sehat Ini Selama Musim Kemarau yuk

Jangan biarkan cuaca panas menguras energi Anda. Ketahui kebiasaan sehat pencegah lelah yang wajib dilakukan selama musim kemarau.