M O M S M O N E Y I D
AturUang

Sering Pakai Uang Digital? Kenali Bedanya Uang Giral dan Uang Kartal

Sering Pakai Uang Digital? Kenali Bedanya Uang Giral dan Uang Kartal
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Uang giral dan kartal punya fungsi berbeda. Kenali pengertian, contoh, cara kerja, serta perbedaannya dalam transaksi keseharian.

Masih bingung membedakan uang giral dan uang kartal yang digunakan dalam kehidupan sehari hari? Sederhananya, uang kartal adalah uang fisik berupa kertas dan logam, sedangkan uang giral berkaitan dengan dana yang digunakan melalui sistem perbankan. 

Perbedaan keduanya semakin mudah ditemukan ketika masyarakat terbiasa melakukan pembayaran melalui transfer, kartu debit, dan layanan digital. 

Melansir dari laman website btn.co.id, memahami bentuk dan fungsi uang dapat membantu Anda mengenali cara kerja transaksi yang digunakan setiap hari. 

Bank Indonesia juga turut menjelaskan bahwa uang kartal dan uang giral termasuk dalam komponen uang beredar dalam arti sempit atau M1.

“Uang kartal adalah uang kertas dan uang logam yang dikeluarkan oleh bank sentral, sedangkan uang giral merupakan simpanan yang dapat digunakan sebagai alat pembayaran,” penjelasan Bank Indonesia dikutip dari laman website btn.co.id.

Baca Juga: Dana Darurat Terlalu Banyak? Ini Batas Wajar dan Cara Mengelolanya Saat Ini

Apa itu uang giral?

Uang giral merupakan alat pembayaran yang berkaitan dengan sistem perbankan dan tidak berbentuk uang fisik. Dalam kehidupan sehari hari, bentuknya paling mudah dikenali dari dana yang tersimpan dalam rekening dan digunakan untuk melakukan transaksi non tunai.

Misalnya, kamu menerima gaji melalui rekening kemudian membayar kebutuhan menggunakan transfer. Tidak ada uang kertas yang berpindah tangan. Nilai dana berpindah melalui sistem pembayaran dan tercatat secara elektronik.

Penggunaan uang giral juga dapat ditemukan ketika seseorang melakukan pembayaran menggunakan kartu debit atau instrumen pembayaran lainnya. Keberadaannya semakin dekat dengan aktivitas masyarakat seiring berkembangnya transaksi digital.

Apa itu uang kartal?

Uang kartal merupakan uang dalam bentuk fisik yang terdiri atas uang kertas dan uang logam. Di Indonesia, Rupiah diterbitkan dan diedarkan oleh Bank Indonesia sebagai bank sentral.

Contohnya sangat sederhana. Ketika kamu membeli makanan seharga Rp25.000 lalu menyerahkan uang kertas kepada penjual, transaksi tersebut menggunakan uang kartal.

Uang kartal tidak membutuhkan aplikasi perbankan atau koneksi internet untuk digunakan dalam transaksi langsung. Kondisi ini membuat uang tunai tetap memiliki fungsi dalam berbagai situasi, termasuk ketika fasilitas pembayaran digital tidak tersedia.

Perbedaan uang giral dan uang kartal

Perbedaan paling mudah dilihat dari bentuk dan cara penggunaannya. Uang giral tidak hadir sebagai uang fisik dan digunakan melalui sistem perbankan atau instrumen pembayaran non tunai. Sebaliknya, uang kartal dapat dipegang secara langsung karena berbentuk kertas dan logam.

Uang giral memiliki kelebihan dari sisi pencatatan. Transaksi melalui rekening biasanya meninggalkan riwayat yang dapat diperiksa kembali. Namun, pengguna perlu menjaga keamanan PIN, kata sandi, kode OTP, dan data perbankan agar tidak disalahgunakan.

Sementara itu, uang kartal tidak bergantung pada sistem elektronik. Kekurangannya, uang tunai yang hilang atau dicuri umumnya lebih sulit untuk dipulihkan.

Apakah QRIS termasuk uang giral?

QRIS bukan jenis uang, melainkan standar pembayaran menggunakan kode QR. Jika kamu membayar menggunakan QRIS dengan sumber dana dari rekening bank, dana yang digunakan berasal dari saldo rekening tersebut.

Contohnya, kamu membeli makanan senilai Rp30.000 dan membayar menggunakan QRIS dari aplikasi perbankan. Setelah transaksi berhasil, saldo rekening berkurang dan pembayaran diteruskan kepada penerima melalui sistem pembayaran elektronik.

Baca Juga: 5 Kebiasaan Hemat Baby Boomer Amerika Saat Mengatur Uang yang Bisa Ditiru

Jadi, QRIS merupakan sarana pembayaran, bukan bentuk uang.

Mana yang cocok digunakan saat ini?

Uang giral banyak digunakan untuk transfer, pembayaran digital, belanja daring, pembayaran tagihan, dan berbagai transaksi yang membutuhkan sistem elektronik.

Di sisi lain, uang kartal masih dibutuhkan untuk pembayaran secara langsung. Uang tunai juga dapat menjadi alternatif ketika koneksi internet, perangkat, atau sistem pembayaran elektronik mengalami gangguan.

Bank Indonesia terus mengembangkan sistem pembayaran Indonesia dengan memperhatikan perkembangan teknologi, kebutuhan masyarakat, keamanan, dan efisiensi transaksi.

Uang giral dan uang kartal sama sama berhubungan dengan aktivitas pembayaran, tetapi bentuk serta mekanisme penggunaannya berbeda. Uang giral digunakan melalui sistem perbankan dan instrumen non tunai, sedangkan uang kartal berbentuk uang Rupiah kertas dan logam.

Memahami perbedaan keduanya penting karena masyarakat saat ini menggunakan transaksi tunai dan digital secara berdampingan. Mengetahui karakter masing-masing, penggunaan uang dapat disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi transaksi.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Perbankan Borong SBN Rp 100 Triliun, Ini Dampak yang Perlu Dicermati

Perbankan net buy Surat Berharga Negara sekitar Rp 100 triliun pada Oktober 2026. Sedangkan BI justru net sell sekitar Rp 33,41 triliun.  

Yield SUN 10 Tahun Tembus 7,7%, Ini Proyeksi Hingga Awal Tahun 2027 Menurut Analis

Tekanan di pasar obligasi domestik diperkirakan masih berlanjut hingga akhir 2026. Yield Surat Utang Negara tenor 10 tahun 7,7% belum puncak.  

Yield SUN 10 Tahun Naik, Risiko Domestik Jadi Tekanan Utama

Yield Surat Utang Negara Indonesia tenor 10 tahun menguat di level 7,63% setelah sempat menyentuh 7,75%, tertinggi dalam empat tahun terakhir.  

Yield SUN di atas 7,5%, Saatnya Investor Akumulasi atau Hindari?

Tekanan terhadap pasar obligasi membuat yield berada di level 7,75%. Apakah momen tepat bagi investor untuk mulai membeli atau justru hindari?

Selain Rasa, Ini yang Perlu Diperhatikan Pelaku UMKM dalam Kembangkan Bisnis Kuliner

​BRIncubator 2026 memberikan pelatihan dan pendampingan bagi UMKM makanan dan minuman untuk memperkuat kemampuan bisnis dan pengelolaan produksi.

Gelagat Asing Keluar dari Pasar SBN Baru-Baru Ini, Apa Penyebabnya?

Investor asing yang sempat masuk sejak awal Oktober, berbalik arah menjual SBN pada pertengahan bulan lalu. Cari tahu pemicunya.

Yield SUN Melonjak, CDS Naik dan Rupiah Loyo, Apa Artinya bagi Pasar?

Pasar obligasi domestik hadapi tekanan di tengah kenaikan Credit Default Swap (CDS), pelemahan rupiah, serta kenaikan yield Surat Utang Negara.

Harga Buyback Emas Hari Ini Mayoritas Turun, Hanya Antam Naik Rp 13.000

Harga buyback emas Antam hari ini menjadi yang tertinggi, menyalip posisi Galeri 24 sebelumnya.     

Cuaca Panas Memengaruhi Pola Konsumsi Listrik, YLKI Ingatkan Hal Ini

​YLKI mengimbau masyarakat menghindari penggunaan stop kontak berlebihan dan segera mengganti kabel atau peralatan listrik yang rusak.

Lansia Masih Bisa Punya Asuransi Kesehatan, Ini Syaratnya

Asuransi kesehatan penting bagi lansia, tetapi terdapat tantangan mendapatkan asuransi pada usia lanjut akibat riwayat penyakit.