MOMSMONEY.ID - Cek cara skrining BPJS Kesehatan lewat Mobile JKN, pahami langkah, hasil risiko, dan tindakan setelah skrining secara praktis dan mudah.
Merasa sehat bukan berarti seseorang terbebas dari faktor risiko penyakit. Peserta JKN dapat memanfaatkan Mobile JKN untuk melakukan skrining riwayat kesehatan secara mandiri tanpa perlu datang ke kantor BPJS Kesehatan.
Melansir dari laman website Bank Sinarmas, fitur ini memberikan gambaran awal mengenai risiko beberapa penyakit tidak menular berdasarkan jawaban yang diberikan peserta.
Skrining menjadi salah satu cara sederhana untuk mengenali risiko kesehatan lebih awal dan menentukan apakah diperlukan tindak lanjut bersama tenaga kesehatan.
Apa itu skrining BPJS Kesehatan?
Skrining BPJS Kesehatan merupakan penilaian awal untuk mengetahui tingkat risiko kesehatan peserta terhadap sejumlah penyakit. Prosesnya dilakukan dengan menjawab pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi dan riwayat kesehatan.
Perlu diketahui, hasil skrining bukan diagnosis dokter. Kategori risiko yang muncul tidak dapat dijadikan dasar untuk menyimpulkan bahwa seseorang menderita penyakit tertentu.
Baca Juga: Dana Darurat Terlalu Banyak? Ini Batas Wajar dan Cara Mengelolanya Saat Ini
Skrining riwayat kesehatan BPJS Kesehatan mencakup empat kondisi, yaitu diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit ginjal kronis, dan penyakit jantung koroner. Hasil yang ditampilkan dapat berupa risiko rendah, sedang, atau tinggi.
Cara skrining lewat Mobile JKN
Skrining dapat dilakukan secara mandiri melalui aplikasi Mobile JKN. Peserta maupun anggota keluarga yang terdaftar dapat mengakses fitur Skrining Riwayat Kesehatan sesuai ketentuan layanan.
Berikut langkah yang dapat dilakukan:
- Buka aplikasi Mobile JKN dan masuk ke akun.
- Pilih menu Skrining Riwayat Kesehatan.
- Tentukan nomor kartu peserta yang akan menjalani skrining.
- Jawab seluruh pertanyaan sesuai kondisi kesehatan yang sebenarnya.
- Selesaikan pertanyaan sampai sistem menampilkan hasil.
- Baca hasil skrining beserta rekomendasi yang diberikan.
Apabila peserta sudah melakukan skrining dan belum mencapai satu tahun, sistem dapat menampilkan hasil skrining sebelumnya. Jika belum pernah melakukan skrining atau sudah melewati periode satu tahun, peserta dapat melakukan skrining kembali.
Apa arti hasil skrining?
Hasil skrining sebaiknya dipahami sebagai informasi awal mengenai risiko kesehatan, bukan sebagai vonis atau diagnosis penyakit.
Risiko rendah tidak berarti seseorang pasti terbebas dari penyakit. Sebaliknya, hasil risiko sedang atau tinggi juga tidak otomatis menunjukkan bahwa peserta sedang mengalami penyakit tertentu.
Jika hasil menunjukkan adanya risiko yang perlu diperhatikan, peserta dapat menggunakan informasi tersebut sebagai bahan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan. Pemeriksaan lebih lanjut tetap diperlukan apabila terdapat keluhan atau indikasi medis.
Kapan skrining bisa dilakukan lagi?
Skrining riwayat kesehatan dapat dilakukan satu kali dalam satu tahun. Karena itu, peserta tidak perlu mengisi skrining setiap kali membuka aplikasi Mobile JKN.
Melakukan skrining secara berkala dapat membantu peserta lebih mengenali kondisi dan faktor risiko kesehatan. Hasilnya juga dapat menjadi pengingat untuk mengevaluasi pola makan, aktivitas fisik, waktu istirahat, serta kebiasaan sehari-hari.
Tips agar hasil skrining lebih bermanfaat
Saat mengisi pertanyaan, berikan jawaban sesuai kondisi sebenarnya. Jangan memilih jawaban yang dianggap paling aman hanya agar hasil risikonya terlihat rendah.
Keakuratan informasi yang diberikan penting karena jawaban peserta menjadi dasar sistem dalam menghasilkan gambaran risiko.
Baca Juga: 5 Kebiasaan Hemat Baby Boomer Amerika Saat mengatur Uang yang Bisa Ditiru
Setelah memperoleh hasil, jangan hanya memperhatikan kategori risiko. Jika terdapat rekomendasi untuk melakukan tindak lanjut, peserta sebaiknya mempertimbangkannya dan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan bila diperlukan.
Skrining BPJS Kesehatan melalui Mobile JKN dapat dilakukan dengan beberapa langkah sederhana, mulai dari membuka aplikasi, memilih menu Skrining Riwayat Kesehatan, menentukan peserta, menjawab pertanyaan, hingga melihat hasil.
Fitur ini membantu peserta mengenali risiko diabetes melitus tipe 2, hipertensi, penyakit ginjal kronis, dan penyakit jantung koroner sejak lebih awal.
Namun, hasil skrining bukan diagnosis sehingga pemeriksaan oleh tenaga kesehatan tetap diperlukan jika ditemukan risiko atau muncul keluhan.
Bagi peserta JKN, memanfaatkan skrining secara berkala dapat menjadi salah satu langkah sederhana untuk lebih memperhatikan kondisi kesehatan dan melakukan tindak lanjut apabila diperlukan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News