MOMSMONEY.ID - IDAI (Ikatan Dokter Anak Indonesia) menganjurkan beberapa hal kepada setiap orang tua untuk melindungi buah hatinya dari penularan campak selama libur lebaran.
Momen hari raya lebaran selalu identik dengan kebersamaan, silaturahmi, dan pertemuan dengan banyak orang dari berbagai daerah.
Namun, di balik hangatnya suasana tersebut, ada risiko kesehatan yang perlu diwaspadai, terutama bagi anak-anak yang sistem imunnya masih berkembang.
Baca Juga: Waspada! Kasus Campak di Indonesia Meningkat, Ketahui Gejala & Pencegahannya yuk
Salah satunya adalah penyakit campak yang sangat mudah menular di tengah kerumunan dan mobilitas tinggi saat libur lebaran.
Oleh karena itu, IDAI mengingatkan para orang tua untuk lebih waspada dan mengambil langkah pencegahan yang tepat. Karena campak sendiri bukanlah penyakit yang ringan, terutama bagi anak-anak yang paling rentan tertular saat berinteraksi dengan banyak orang.
Dikutip dari Instagram @idai_ig, berikut beberapa langkah pencegahannya yang disarankan oleh IDAI yang bisa Anda terapkan:
1. Sebelum bepergian, pastikan anak sehat
Anda harus memastikan bahwa sang buah hati dalam kondisi sehat sebelum melakukan perjalanan. Dalam artian tidak sedang demam, batuk, pilek, atau ruam.
Selain itu, pastikan juga bahwa imunisasinya sudah lengkap, terutama imunisasi MR/MMR. Hal ini penting agar anak tidak menularkan penyakit ke anak lainnya atau orang yang sudah tua.
Baca Juga: Panduan IDAI: Lindungi Keluarga dari Virus Nipah yuk, Ini Cara Makan yang Aman
2. Berkunjung ke lingkungan yang aman
Pastikan Anda mengajak anak berkunjung ke lingkungan yang aman ya. Perhatikan kondisi cuacanya apakah memungkinkan atau tidak.
Selain itu, hindari untuk membawa anak ke tempat yang terdapat orang sakit, apalagi jika sakitnya campak.
3. Jangan biarkan anak dicium atau dipegang
Untuk anak yang masih bayi dan balita, jagalah agar anak Anda tidak sampai dicium atau dipegang sembarang. Karena kondisi mereka masih rentan tertular penyakit.
Ini bukanlah hal yang berlebihan, tapi menjadi langkah yang penting apalagi di tengah wabah campak yang sedang meningkat.
Baca Juga: Ketahui 4 Cara Pencegahan HIV, Virus Penyebab AIDS
4. Hindari tempat ramai
Langkah pencegahan berikutnya adalah menghindari tempat yang ramai. Jika anak sudah mulai memahami ucapan orang tuanya, maka ajarkan agar mereka menjaga jarak saat berdekatan dengan orang yang kondisi tubuhnya sedang tidak fit, seperti batuk atau pilek.
5. Ajarkan etika batuk
Orang tua perlu mengajarkan pada anaknya bagaimana etika saat batuk. Yakni dengan menutup mulut menggunakan tisu atau siku saat batuk maupun bersin.
Lalu, saat berada di transportasi umum atau ruang publik, maka gunakan masker sebagai perlindungan ekstra dari penularan virus campak.
Baca Juga: Darurat Virus Nipah di India, Waspadai Gejala & Bahaya Kematian yang Mengintai
6. Bawa perlengkapan dan obat-obatan
Saat bepergian di momen lebaran, orang tua wajib menyediakan perlengkapan anak termasuk obat-obat dasar. Misalnya saja obat demam, anti-mabuk, oralit, plester, perban, dan termometer.
Jika anak Anda sedang dalam pengobatan rutin, maka jangan lupa untuk selalu membawa obatnya ya.
Jadi, penting bagi orang tua untuk memahami dan menerapkan berbagai anjuran dari IDAI agar anak tetap sehat dan terhindar dari penularan campak selama libur lebaran.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News