MOMSMONEY.ID - Ternyata ini, lho, beberapa alasan kesehatan usus bisa terganggu jika terlalu banyak makan gula. Apa sajakah itu?
Kesehatan usus memiliki peran yang jauh lebih besar daripada sekadar membantu proses pencernaan. Organ ini menjadi tempat hidup triliunan mikroorganisme yang berperan dalam menyerap nutrisi, mendukung sistem kekebalan tubuh, hingga memengaruhi metabolisme. Agar seluruh fungsi tersebut berjalan dengan baik, keseimbangan bakteri baik di dalam usus perlu tetap terjaga.
Salah satu faktor yang dapat memengaruhi keseimbangan tersebut adalah pola makan. Konsumsi gula tambahan dalam jumlah berlebihan secara terus-menerus dapat mengubah komposisi mikrobiota usus dan memengaruhi kesehatan saluran cerna. Dampaknya mungkin tidak langsung terasa, tetapi jika kebiasaan ini berlangsung dalam waktu lama, berbagai gangguan pencernaan dapat lebih mudah muncul.
Baca Juga: 11 Suplemen Penurun Gula Darah Alami yang Bisa Dicoba
Alasan Kesehatan Usus Bisa Terganggu jika Terlalu Banyak Makan Gula
Melansir dari Verywell Health, di bawah ini beberapa alasan kesehatan usus bisa terganggu jika terlalu banyak makan gula:
1. Keseimbangan Bakteri Baik di Usus Bisa Terganggu
Terlalu banyak gula dalam makanan dapat mengubah keseimbangan bakteri di dalam usus. Padahal, bakteri usus memiliki peran penting dalam menjaga kesehatan pencernaan dan kesehatan tubuh secara keseluruhan.
Pola makan tinggi gula dapat mendorong pertumbuhan bakteri yang kurang bermanfaat, sementara jumlah bakteri baik justru berkurang. Kondisi ini dikenal sebagai disbiosis, yaitu ketidakseimbangan mikrobioma usus.
Ketika hal ini terjadi, usus menjadi kurang optimal dalam mencerna makanan dan menghasilkan zat penting yang dibutuhkan tubuh untuk tetap sehat.
2. Dinding Usus Menjadi Lebih Rentan
Saluran pencernaan memiliki lapisan pelindung yang berfungsi menjaga makanan dan zat lain tetap berada di dalam usus. Lapisan ini juga mencegah zat yang tidak diperlukan masuk ke aliran darah.
Konsumsi gula berlebihan dapat membuat lapisan usus menjadi lebih mudah ditembus. Akibatnya, beberapa zat dari dalam usus berpotensi masuk ke aliran darah dan memicu berbagai masalah kesehatan.
Kondisi ini juga dapat memengaruhi keseimbangan bakteri usus serta meningkatkan risiko gangguan kesehatan tertentu.
Baca Juga: 12 Cara Efektif Menurunkan Kadar Gula Darah yang Tinggi
3. Memicu Gangguan Pencernaan
Tidak semua gula dapat langsung dipecah dan diserap tubuh. Jika jumlahnya terlalu banyak, sebagian gula akan mencapai usus besar.
Kelebihan gula di usus besar dapat menyulitkan mikrobioma usus untuk mengolahnya. Akibatnya, proses fermentasi meningkat dan memicu berbagai keluhan pencernaan seperti perut kembung, begah, dan gas berlebih.
Karena itu, konsumsi makanan atau minuman manis secara berlebihan sering kali membuat perut terasa tidak nyaman.
4. Meningkatkan Peradangan dalam Tubuh
Perubahan pada mikrobioma usus dan meningkatnya permeabilitas usus akibat konsumsi gula berlebih dapat memicu peradangan.
Kondisi ini memengaruhi keseimbangan sistem kekebalan tubuh. Beberapa sel imun yang berfungsi menjaga keseimbangan tubuh dapat berkurang, sementara sel yang memicu respons peradangan menjadi lebih aktif.
Jika berlangsung terus-menerus, peradangan dapat berdampak pada kesehatan usus dan meningkatkan risiko berbagai penyakit kronis.
5. Meningkatkan Risiko Gangguan Metabolisme
Dampak gula berlebih tidak hanya dirasakan oleh sistem pencernaan. Ketidakseimbangan bakteri usus, meningkatnya permeabilitas usus, dan peradangan juga dapat memengaruhi metabolisme tubuh.
Konsumsi gula, terutama fruktosa dan sukrosa dalam jumlah tinggi, dikaitkan dengan peningkatan risiko obesitas, diabetes tipe 2, penyakit jantung, dan perlemakan hati.
Bahkan pada orang dengan berat badan normal, gangguan pada kesehatan usus akibat pola makan tinggi gula tetap dapat meningkatkan risiko masalah metabolisme di kemudian hari.
Baca Juga: 10 Makanan yang Tampak Sehat tapi Ternyata Tinggi Kandungan Gula
Nah, itu tadi beberapa alasan kesehatan usus bisa terganggu jika terlalu banyak makan gula. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News