MOMSMONEY.ID - Ingin ruang berjemur tetap adem dan nyaman? Simak 8 tips desain yang cocok untuk rumah tropis Indonesia sepanjang tahun.
Ruang berjemur kini bisa menjadi pilihan menarik bagi pemilik rumah yang ingin menghadirkan suasana luar ruangan ke dalam hunian.
Namun di Indonesia, konsep ini perlu disesuaikan dengan paparan matahari yang kuat, kelembapan tinggi, serta perubahan cuaca yang cukup cepat.
Ruangan dengan kaca lebar memang terlihat lapang, tetapi tanpa perencanaan matang justru bisa terasa gerah dan menyilaukan.
Karena itu, desain ruang berjemur sebaiknya tidak hanya mengejar estetika, tetapi juga kenyamanan dan efisiensi penggunaan.
Melansir Homes and Gardens, sejumlah desainer menyarankan agar orientasi bangunan, ventilasi, fungsi ruangan, hingga material dipikirkan sejak awal agar ruang berjemur tetap nyaman digunakan dalam berbagai kondisi.
Baca Juga: 6 Ide Kamar Mandi Warna Cerah yang Bikin Ruang Sempit Terasa Tenang
Perhatikan arah datangnya matahari
Sebelum menentukan posisi ruang berjemur, kenali terlebih dahulu arah datangnya cahaya matahari. Di rumah Indonesia, sisi yang mendapat paparan matahari kuat membutuhkan perlindungan ekstra agar suhu ruangan tidak cepat meningkat.
Tirai, kisi peneduh, kaca dengan perlindungan UV, atau elemen pembayangan dapat menjadi solusi. Posisi jendela juga sebaiknya mempertimbangkan pemandangan dan arah angin supaya ruangan tidak hanya terang, tetapi juga memiliki sirkulasi udara yang baik.
Utamakan ventilasi sejak awal
Ruang penuh kaca membutuhkan penghawaan yang diperhitungkan sejak tahap desain. Jangan menunggu ruangan selesai dibangun baru mencari cara mengatasi panas.
Jendela yang bisa dibuka, ventilasi silang, tirai peneduh, serta pendingin tambahan dapat disesuaikan dengan kebutuhan rumah. Untuk hunian di wilayah yang panas, keputusan terkait ventilasi dan perlindungan matahari menjadi semakin penting.
Tentukan fungsi sebelum membeli furnitur
Ruang berjemur tidak harus selalu menjadi tempat bersantai. Anda bisa menjadikannya sudut membaca, area sarapan, ruang menerima tamu, tempat menikmati kopi atau ruang keluarga tambahan.
Menentukan fungsi lebih awal akan mempermudah pemilihan furnitur dan tata letak. Jangan sampai seluruh sisi ruangan dibuat dari kaca tetapi akhirnya tidak tersedia tempat yang nyaman untuk sofa, meja, lampu atau rak.
Sesuaikan dengan gaya rumah
Ruang tambahan sebaiknya tetap memiliki hubungan visual dengan bangunan utama. Cara paling mudah adalah mengulang beberapa elemen yang sudah digunakan di rumah.
Warna dinding, lantai, kusen, material kayu atau detail dekorasi dapat menjadi penghubung. Dengan begitu, ruang berjemur tidak terlihat seperti bangunan tempelan yang memiliki gaya berbeda.
Pilih material yang tahan cahaya
Sinar matahari dapat membuat sejumlah kain dan material mengalami perubahan warna lebih cepat. Karena itu, jangan hanya memilih material berdasarkan tampilannya ketika baru dipasang.
Baca Juga: 5 Inspirasi Ruang Makan Timeless yang Tetap Cantik Meski Tren Terus Berubah
Kayu, batu, terakota, linen dan serat alami dapat dipertimbangkan untuk menghadirkan kesan hangat sekaligus dekat dengan alam. Furnitur juga sebaiknya ditempatkan dengan memperhatikan area yang paling sering terkena cahaya langsung.
Jangan terpaku pada gaya serba putih
Ruang berjemur memang identik dengan warna putih, rotan dan nuansa pesisir. Namun konsep tersebut bukan aturan wajib.
Rumah bergaya modern, minimalis atau tradisional tetap bisa memiliki ruang berjemur dengan warna yang lebih hangat maupun gelap. Banyaknya cahaya alami justru dapat membuat warna yang lebih berani terasa seimbang.
Gunakan elemen yang fleksibel
Untuk rumah di Indonesia, ruang berjemur akan lebih berguna jika dapat beradaptasi dengan cuaca. Tirai yang mudah disesuaikan, layar peneduh, pintu lebar dan jendela yang dapat dibuka bisa membantu mengatur kondisi ruangan.
Fitur rumah pintar juga dapat digunakan untuk mengatur tirai atau pencahayaan secara lebih praktis. Prinsipnya sederhana, ruang tersebut harus bisa mengikuti kebutuhan penghuni, bukan sebaliknya.
Hubungkan dengan tanaman dan pemandangan
Kekuatan ruang berjemur ada pada koneksinya dengan alam. Karena itu, jangan hanya memikirkan interior. Arah pandangan ke taman, pepohonan, halaman atau teras juga perlu diperhitungkan.
Tanaman hijau dapat ditempatkan secara proporsional agar ruangan terasa segar tanpa membuat area menjadi terlalu penuh. Konsep ini juga cocok dengan kebutuhan hunian Indonesia yang semakin mengutamakan ruang nyaman, terang dan memiliki unsur alami.
Ruang berjemur tetap nyaman jika dirancang dengan tepat
Ruang berjemur yang bagus bukan sekadar memiliki banyak kaca dan terlihat Instagramable. Untuk rumah di Indonesia, aspek seperti panas matahari, sirkulasi udara, material tahan lama dan fleksibilitas penggunaan justru menjadi pertimbangan utama.
Dengan memadukan fungsi, kenyamanan dan karakter rumah, ruang berjemur bisa berubah menjadi area favorit untuk menikmati cahaya alami tanpa harus mengorbankan kenyamanan.
Jadi, sebelum mulai membangun, pastikan desainnya benar benar menjawab kebutuhan penghuni sekaligus sesuai dengan kondisi lingkungan rumah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News