MOMSMONEY.ID - Melihat helai-helai rambut berserakan di lantai, sisir, atau saluran kamar mandi sering kali memicu kepanikan tersendiri.
Kebanyakan orang secara spontan menganggap semua helai rambut yang lepas sebagai kerontokan. Padahal, dalam dunia dermatologi, helai rambut yang lepas bisa disebabkan oleh dua kondisi yang berbeda secara mendasar yaitu kerontokan rambut dan patahnya batang rambut.
Mengenali perbedaan antara rambut rontok dan patah sangat krusial karena keduanya membutuhkan pendekatan solusi yang berbeda total. Mengobati rambut patah dengan produk penumbuh akar rambut tidak akan memberikan hasil signifikan, begitu pula sebaliknya.
Baca Juga: 4 Alasan Jalan Kaki Bagus untuk Menurunkan Berat Badan secara Efektif
Agar tidak salah perawatan, ini 4 perbedaan rambut rontok dan patah yang wajib Anda tahu, bersumber dari American Academy of Dermatology (AAD), Healthline, dan WebMD.
1. Lokasi dan titik kerusakan rambut
Perbedaan paling mendasar terletak pada asal mula helai rambut lepas dari kepala. Kerontokan rambut terjadi jauh di dalam kulit kepala, tepatnya pada folikel atau akar rambut.
Pada kondisi rontok, helai rambut terlepas secara utuh dari dalam pori-pori kulit kepala. Sementara itu, rambut patah tidak melibatkan akar rambut sama sekali.
Kerusakan pada rambut patah terjadi di sepanjang batang rambut di atas permukaan kulit kepala akibat kerapuhan atau rusaknya lapisan kutikula pelindung rambut.
2. Ciri fisik dan tampilan ujung helai rambut
Anda dapat membedakan keduanya secara akurat hanya dengan mengamati helai rambut yang terlepas. Pada rambut rontok, Anda akan menemukan benjolan putih kecil berukuran sangat tipis di salah satu ujung helai rambut. Benjolan ini adalah bulbus atau akar rambut alami.
Selain itu, helai rambut rontok umumnya berukuran panjang sesuai dengan panjang rambut Anda saat ini.
Sebaliknya, pada rambut patah, Anda tidak akan menemukan benjolan akar putih tersebut. Helai rambut patah cenderung berukuran lebih pendek, memiliki potongan ujung yang tidak rata, atau tampak bercabang karena terputus di tengah batang.
Baca Juga: Cara Atur Uang Royalti biar Penghasilan Pasif Tetap Stabi dan Terencana
3. Faktor pemicu utama kerusakan
Penyebab rambut rontok umumnya berasal dari faktor internal tubuh. Kerontokan dipicu oleh ketidakseimbangan hormon (seperti pasca melahirkan atau masalah tiroid), stres fisik / emosional, kekurangan asupan nutrisi tertentu (seperti zat besi dan protein), faktor genetik, atau penyakit autoimun.
Di sisi lain, rambut patah hampir selalu disebabkan oleh faktor ekstrinsik atau kebiasaan perawatan yang merusak.
Penggunaan alat penata rambut bersuhu tinggi secara rutin, proses kimiawi berlebih (bleaching, pewarnaan, pelurusan), mengikat rambut terlalu kencang, serta menggosok rambut secara kasar menggunakan handuk adalah pemicu utama batang rambut menjadi rapuh dan patah.
4. Metode penanganan dan solusi perawatan
Karena penyebab utamanya berbeda, langkah penanganan untuk kedua masalah ini juga tidak sama. Untuk mengatasi rambut rontok, fokus perawatan diarahkan pada kesehatan kulit kepala dan nutrisi internal.
Ini termasuk memijat kulit kepala menggunakan serum penumbuh rambut (hair tonic), menggunakan sampo penguat akar (anti-hair loss), mengelola stres, serta mengonsumsi makanan kaya biotin dan zat besi.
Sedangkan untuk merawat rambut patah, fokusnya adalah mengembalikan kelembapan dan kekuatan batang rambut. Anda perlu memotong ujung rambut yang bercabang, rutin memakai masker rambut atau conditioner, menggunakan pelindung panas sebelum styling, serta mengurangi penggunaan bahan kimia keras.
Demikian 4 perbedaan rambut rontok dan patah. Jika Anda masih ragu menentukan masalah rambut Anda, lakukan uji tarik sederhana (pull test).
Pegang seikat kecil rambut bersih (sekitar 50 helai) dari pangkal dekat kulit kepala, lalu tarik secara perlahan hingga ke ujung. Jika ada lebih dari 5-6 helai rambut berakar yang lepas, kemungkinan besar Anda mengalami kerontokan.
Namun, jika helai rambut yang terlepas pendek-pendek tanpa akar, maka masalah utama Anda adalah rambut patah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News