MOMSMONEY.ID - Saat membeli produk skincare, sebagian besar dari kita mungkin hanya berfokus pada kandungan bahan aktif atau klaim kegunaannya untuk kulit.
Namun, ada satu elemen krusial pada kemasan produk yang sering kali terabaikan atau disalahartikan, yaitu deretan tanggal yang tercantum di bagian bawah atau lipatan botol.
Memahami arti dari tanggal-tanggal ini sangat penting demi menjaga kesehatan kulit Anda serta efektivitas produk itu sendiri.
Baca Juga: 4 Mitos Tentang Seks yang Tidak Boleh Dipercaya, Ketahui Faktanya!
Sebagai panduan, berikut 4 jenis tanggal dalam produk skincare yang perlu Anda tahu sebagaimana dilansir dari U.S. Food and Drug Administration (FDA) dan American Academy of Dermatology (AAD).
1. Expiration Date (ED) atau Tanggal Kedaluwarsa
Expiration Date yang sering disingkat sebagai EXP atau ED adalah tanggal paling mendasar yang menunjukkan batas waktu maksimal suatu produk skincare dapat mempertahankan kualitas, keamanan, dan efektivitas formulanya sebelum segelnya dibuka.
Secara ilmiah, bahan aktif di dalam skincare seperti sunscreen atau krim jerawat akan mengalami penurunan stabilitas secara perlahan seiring berjalannya waktu.
Tanggal ini biasanya ditulis dengan format jernih seperti "EXP 10/2028" atau "EXP 251028" (tanggal/bulan/tahun).
Jika Anda menemukan produk yang sudah melewati tanggal Expiration Date, formula di dalamnya sudah dianggap tidak aktif lagi dan sangat dilarang untuk diaplikasikan ke wajah, meskipun segel kemasannya belum pernah dibuka sama sekali.
2. Period After Opening (PAO) atau Masa Layak Pakai Setelah Segel Dibuka
Banyak orang mengira bahwa selama tanggal Expiration Date masih jauh, maka produk tersebut aman digunakan kapan saja. Anggapan ini keliru, karena ada indikator lain yang disebut Period After Opening (PAO).
Indikator ini disimbolkan dengan logo gambar stoples atau jar kecil dengan penutup yang terbuka. Diikuti oleh angka dan huruf "M" (singkatan dari Months atau bulan), seperti 6M, 12M, atau 24M.
Simbol PAO menandakan berapa lama produk tersebut aman dan efektif digunakan setelah segel kemasannya dibuka untuk pertama kali. Begitu segel dibuka, maka udara, kelembapan, serta bakteri dari luar akan mulai masuk dan berinteraksi dengan formula di dalamnya.
Apabila sebuah serum memiliki tanda 6M, artinya Anda hanya punya waktu 6 bulan untuk menghabiskannya sejak hari pertama Anda membuka tutupnya, meskipun tanggal kedaluwarsa utamanya (EXP) masih dua tahun lagi.
Baca Juga: Belum Siap Punya Anak? Coba 4 Cara Mencegah Kehamilan Tanpa KB Ini
3. Manufacturing Date (MFD) atau Tanggal Produksi Pabrik
Jenis tanggal berikutnya yang sering memicu kebingungan adalah Manufacturing Date yang biasa disingkat sebagai MFD, MFG, atau ditandai dengan kode "PROD".
Berbeda dengan EXP yang menunjukkan batas akhir, MFD adalah tanggal yang menginformasikan kapan produk skincare tersebut selesai diproduksi dan dikemas di pabrik.
Di beberapa negara, seperti Korea Selatan atau Jepang, mencantumkan tanggal produksi jauh lebih umum daripada tanggal kedaluwarsa.
Secara umum, produk yang belum dibuka memiliki masa simpan standar (shelf life) sekitar 2-3 tahun sejak tanggal produksinya. Mengetahui tanggal MFG ini dapat membantu Anda memperkirakan sisa umur produk jika pada kemasannya hanya tertera informasi tanggal produksi tanpa ada tanggal kedaluwarsa eksplisit.
4. Batch Code atau Kode Produksi untuk Pelacakan Kualitas
Batch Code atau nomor lot bukanlah tanggal kalender biasa, melainkan rangkaian kombinasi angka dan huruf unik yang dicetak oleh produsen (misalnya: 3A01 atau L6243).
Kode ini sangat penting bagi industri kosmetik internasional untuk mengidentifikasi batch atau kelompok produksi spesifik dari produk tersebut di pabrik.
Fungsi utamanya adalah untuk pelacakan kualitas. Jika terjadi kontaminasi atau cacat formula pada suatu produk di pasaran, maka penarikan produk massal akan dilakukan berdasarkan batch code ini.
Bagi konsumen, batch code juga sangat berguna untuk mengecek keaslian produk serta melacak tanggal produksi dan tanggal kedaluwarsa yang akurat secara mandiri melalui situs pengecek kosmetik tepercaya. Langkah ini bisa dilakukan jika tulisan tanggal di botol skincare sudah pudar atau sengaja dihapus oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.
Itulah 4 jenis tanggal dalam produk skincare. Agar Anda tidak kecolongan menggunakan skincare yang sudah tidak layak pakai, biasakan untuk menuliskan tanggal pertama kali Anda membuka segel produk menggunakan spidol permanen atau stiker kecil di badan botol. Bandingkan tanggal tersebut dengan logo PAO-nya.
Apabila suatu produk perawatan wajah sudah mengalami perubahan warna, perubahan tekstur, atau mengeluarkan aroma asam yang menyengat, segera buang produk tersebut meskipun secara hitungan tanggal PAO atau EXP-nya belum habis.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News