M O M S M O N E Y I D
AturUang

Cara Kumpulin Dana Darurat Rp10 Juta dalam 6 Bulan dengan Gaji Rp6 Juta

Cara Kumpulin Dana Darurat Rp10 Juta dalam 6 Bulan dengan Gaji Rp6 Juta
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Target dana darurat Rp10 juta dalam 6 bulan? Simak hitungan setoran, cara mengatur gaji Rp6 juta, dan strategi agar tetap konsisten.

Punya dana darurat Rp10 juta dalam enam bulan terdengar cukup berat, terutama jika penghasilan bulanan harus dibagi untuk banyak kebutuhan. 

Padahal, target tersebut bisa dibuat lebih ringan dengan memecahnya menjadi setoran sekitar Rp1.666.667 setiap bulan. 

Melansir dari OCBC, target menabung sebaiknya dibuat jelas berdasarkan jumlah dana dan batas waktu agar lebih mudah dipantau. 

“Untuk individu dengan penghasilan tetap dan tidak memiliki tanggungan, jumlah dana darurat yang disarankan berada pada kisaran 3 sampai 6 bulan pengeluaran,” dikutip dari OCBC.

Sementara itu, menurut laman widyaiswara.jambiprov.go menyebut dana darurat perlu disesuaikan dengan pengeluaran bulanan, bukan hanya mengejar nominal tertentu. 

Baca Juga: Biaya Nikah di KUA 2026: Gratis, Syarat, dan Cara Daftarnya di Sini

Cara terbaru melihat target dana darurat

Rp10 juta sebaiknya tidak dianggap sebagai angka mutlak yang pasti cukup untuk semua orang. OJK dalam materi literasi keuangan 2026 juga membedakan kebutuhan dana darurat berdasarkan kondisi seseorang. 

Individu dengan penghasilan tetap umumnya membutuhkan sekitar 3 sampai 6 kali pengeluaran, sedangkan orang yang memiliki tanggungan dapat membutuhkan 6 sampai 12 kali pengeluaran.

Jadi, target Rp10 juta lebih tepat dijadikan fondasi awal. Setelah terkumpul, jumlahnya dapat dievaluasi kembali berdasarkan biaya hidup dan kondisi keluarga.

Hitungan menabung Rp10 juta selama 6 bulan

Jika dimulai dari nol dan tidak memperhitungkan keuntungan dari penyimpanan dana, perhitungannya sederhana:

Rp10.000.000 ÷ 6 = sekitar Rp1.666.667 per bulan.

Agar lebih mudah diterapkan, target dapat dibulatkan menjadi Rp1,7 juta setiap bulan. Dengan begitu, lima bulan pertama menghasilkan Rp8,5 juta dan bulan keenam tinggal menambahkan Rp1,5 juta.

Bagi yang lebih nyaman menggunakan sistem mingguan, targetnya sekitar Rp385 ribu. Cara ini dapat membantu pekerja dengan pemasukan mingguan atau mereka yang merasa nominal Rp1,7 juta terlalu besar jika langsung dipisahkan sekaligus.

Contoh pembagian gaji Rp6 juta

Misalnya penghasilan bersih Rp6 juta per bulan, pembagian sederhananya bisa seperti berikut:

Dana darurat: Rp1.700.000

Kebutuhan pokok dan tagihan: Rp3.000.000

Transportasi dan komunikasi: Rp700.000

Hiburan dan kebutuhan pribadi: Rp400.000

Cadangan kecil: Rp200.000

Total: Rp6.000.000

Baca Juga: Aturan 30 Hari Sebelum Belanja, Trik Mudah Kendalikan Pengeluaran Pribadi

Dalam skenario tersebut, sekitar 28% penghasilan diarahkan ke dana darurat. Namun, angka ini bukan aturan wajib. Jika kebutuhan pokok lebih besar, target enam bulan dapat diperpanjang.

Strategi supaya target tidak berhenti di tengah jalan

Kebiasaan menabung sering gagal bukan karena targetnya terlalu besar, melainkan karena uang disimpan setelah semua pengeluaran selesai. Cara yang lebih terukur adalah menentukan dana darurat sejak awal menerima penghasilan. Beberapa langkah yang bisa dilakukan:

  • Pisahkan sekitar Rp1,7 juta segera setelah gaji masuk.
  • Gunakan rekening khusus agar dana tidak tercampur dengan uang belanja.
  • Kurangi pengeluaran yang sifatnya sementara selama enam bulan.
  • Masukkan bonus, THR, atau pendapatan tambahan ke dalam target.
  • Catat perkembangan setiap bulan agar kekurangan setoran cepat terlihat.

OCBC juga menekankan bahwa dana darurat dapat dibangun secara bertahap, sehingga seseorang dengan penghasilan terbatas tetap bisa memulainya dari nominal yang sesuai kemampuan.

Kalau belum sanggup Rp1,7 juta per bulan

Tidak perlu memaksakan target enam bulan jika kondisi keuangan belum memungkinkan. Menabung Rp1 juta setiap bulan, misalnya, akan membawa seseorang menuju Rp10 juta dalam sekitar 10 bulan.

Pilihan lainnya adalah Rp1,25 juta selama delapan bulan, Rp1,5 juta selama sekitar tujuh bulan, atau Rp2 juta selama lima bulan.

Yang paling penting, jangan menggunakan utang baru hanya demi mengejar target tabungan dalam waktu singkat. Dana darurat seharusnya membuat keuangan lebih kuat, bukan menambah tekanan baru.

Rp10 juta cukup untuk berapa lama?

Jawabannya tergantung pengeluaran wajib. Jika kebutuhan pokok Rp2 juta per bulan, Rp10 juta setara dengan lima bulan pengeluaran. 

Baca Juga: Tips Cerdas Atur E-Wallet biar Saldo Tidak Hilang Tanpa Disadari

Jika pengeluaran wajib mencapai Rp3 juta, jumlah tersebut hanya bertahan sekitar 3,3 bulan. Sementara jika kebutuhan mencapai Rp5 juta per bulan, Rp10 juta hanya setara dua bulan.

Karena itu, setelah target tercapai, lakukan evaluasi. Pertimbangkan pekerjaan, tanggungan keluarga, cicilan, serta biaya hidup sebelum menentukan target berikutnya.

Mengumpulkan dana darurat Rp10 juta dalam enam bulan membutuhkan disiplin sekitar Rp1,67 juta per bulan. Penghasilan Rp6 juta, target tersebut masih bisa dibuat melalui anggaran yang ketat, tetapi tetap perlu disesuaikan dengan kebutuhan masing masing.

Target Rp10 juta bukan garis akhir. Jadikan angka tersebut sebagai langkah pertama untuk membangun cadangan keuangan yang lebih kuat, mudah diakses saat keadaan mendesak, dan terus disesuaikan dengan kondisi hidup.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

4 Tips Makeup Baddie untuk Pemula dari Mata hingga Bibir, Catat Ya!

Berikut adalah 4 tips makeup baddie untuk pemula yang ingin tampil memukau dan penuh percaya diri. Simak sampai akhir.  

Empat Tip Menjadi Menteri Keuangan Rumah Tangga Yang Kompeten

Salah satu tugas utama Moms sebagai ibu di rumah tangga adalah mengelola keuangan keluarga agar segala kebutuhan terjamin.

Rahasia Awet Muda & Sehat! Intip 8 Makanan Orang Jepang yang Kaya Nutrisi Ini, yuk

Temukan deretan makanan orang Jepang seperti matcha hingga natto yang kaya antioksidan dan efektif mencegah penuaan dini.

Kacang vs Popcorn: Mana Camilan yang Lebih Aman untuk Gula Darah?

Suka ngemil tapi khawatir gula darah melonjak? Ketahui perbandingan kandungan nutrisi kacang dan popcorn agar Anda bisa tetap ngemil dengan aman.  

Sering Bunyikan Jari sampai Terdengar 'Krek'? Awas 5 Bahaya Membunyikan Jari Berikut

Jangan biarkan kebiasaan kecil merusak kesehatan tangan Anda. Ketahui bahaya membunyikan jari agar terhindar dari risiko osteoarthritis.

Menjadi Konten Kreator Bisa Dilakukan Dimana Saja Lo Moms

Kementerian Ekraf merancang Program Aktivasi Desa Kreatif secara berkelanjutan di 80 desa di seluruh Indonesia.

23 Provinsi Ini Diguyur Hujan Lebat, Cek Peringatan Dini BMKG Cuaca Besok (3/11)

BMKG mengeluarkan peringatan dini cuaca besok Selasa 3 November 2026 dengan status Waspada hujan lebat di banyak provinsi berikut ini.

Sumatera Utara Masih Diguyur Hujan Besok (3/11), Cek Suhu Tiap Wilayah

BMKG memprakirakan hujan ringan di 28 wilayah Sumatera Utara pada Selasa (3/11), sedangkan Humbang Hasundutan berpotensi hujan sedang.

Olahraga Sambil Lestarikan Budaya, Ini Manfaat Senam Lancang Kuning

Tak sekadar menjaga kebugaran, Senam Lancang Kuning juga menjadi cara mengenalkan budaya Melayu  melalui aktivitas fisik yang menyenangkan.

Wilayah Ini Masih Berpotensi Hujan, Cek Cuaca Yogyakarta Besok (3/11)

BMKG memprakirakan sebagian besar wilayah Yogyakarta berpotensi mengalami hujan ringan besok. Simak rincian prakiraan cuacanya.