M O M S M O N E Y I D
AturUang

Orang Tua Pensiun? Ini Cara Menata Keuangan Keluarga biar Tetap Kokoh

Orang Tua Pensiun? Ini Cara Menata Keuangan Keluarga biar Tetap Kokoh
Penulis: Ramadhan Widiantoro  |  Editor: Ramadhan Widiantoro


MOMSMONEY.ID - Orang tua memasuki masa pensiun? Begini cara menata keuangan keluarga agar kebutuhan tetap aman tanpa membebani anak.

Memasuki masa pensiun bukan berarti kebutuhan keluarga otomatis ikut berkurang. Justru, perubahan pemasukan dan meningkatnya kebutuhan kesehatan dapat membuat pengelolaan uang menjadi lebih penting. 

Anak pun sering berada di posisi sulit karena ingin membantu orang tua, tetapi tetap harus memenuhi kebutuhan rumah tangganya sendiri. 

Kondisi seperti ini sebaiknya tidak diselesaikan dengan mengandalkan bantuan spontan setiap bulan. Perencanaan yang terbuka sejak awal bisa membuat kebutuhan orang tua lebih terukur sekaligus menjaga keuangan anak tetap sehat.

Melansir dari consumerfinance, pembicaraan tentang keuangan orang tua sebaiknya dilakukan sebelum muncul keadaan darurat agar keluarga dapat memahami kebutuhan, aset, dan pihak yang dipercaya untuk membantu mengelola keuangan.

Baca Juga: Biaya Nikah di KUA 2026: Gratis, Syarat, dan Cara Daftarnya di Sini

Kenali kondisi keuangan orang tua

Sebelum menentukan berapa uang yang perlu diberikan, cari tahu dulu kondisi finansial orang tua secara menyeluruh. Catat pemasukan dari pensiun atau sumber lain, tabungan, investasi, aset, utang, asuransi, hingga pengeluaran rutin.

Jangan lupa periksa dokumen penting seperti surat wasiat, informasi rekening, serta dokumen yang berkaitan dengan pengelolaan keuangan dan keputusan kesehatan.

Langkah ini penting supaya keputusan keluarga tidak dibuat berdasarkan asumsi. Apalagi, kebutuhan setiap orang tua berbeda. Ada yang masih memiliki aset dan pemasukan cukup, tetapi ada pula yang membutuhkan bantuan rutin untuk memenuhi biaya hidup.

Buat batas bantuan yang realistis

Membantu orang tua tidak harus berarti anak menanggung semua pengeluaran. Keuangan orang tua dan anak sebaiknya tetap dipisahkan agar kemampuan masing masing dapat terlihat jelas.

Buat tiga kelompok anggaran, yaitu kebutuhan orang tua, kebutuhan rumah tangga anak, dan biaya tambahan yang memang diberikan untuk perawatan orang tua.

Contohnya, jika pemasukan orang tua Rp20 juta per bulan sementara kebutuhan mencapai Rp24 juta, terdapat kekurangan Rp4 juta. Jangan langsung menutup seluruh kekurangan tersebut menggunakan uang pribadi.

Periksa lebih dahulu pengeluaran yang dapat dikurangi, aset yang dapat digunakan secara bijak, serta kemungkinan pembagian tanggung jawab dengan anggota keluarga lain.

Jangan korbankan masa depan sendiri

Keinginan membantu orang tua memang baik, tetapi kondisi finansial anak juga perlu dijaga. Jika seluruh tabungan dan dana pensiun anak digunakan untuk kebutuhan orang tua, masalah tersebut justru bisa berpindah kepada generasi berikutnya.

Baca Juga: Aturan 30 Hari Sebelum Belanja, Trik Mudah Kendalikan Pengeluaran Pribadi

Mengutip dari fidelity, keluarga yang berada di antara kebutuhan orang tua dan rumah tangganya sendiri perlu tetap memperhatikan dana darurat, pengelolaan utang, dan persiapan masa pensiun.

Karena itu, hindari menjadikan pinjaman konsumtif sebagai solusi utama. Tentukan nominal bantuan yang benar benar sanggup dibayar secara rutin tanpa mengganggu kebutuhan pokok keluarga.

Kurangi risiko biaya besar

Biaya kesehatan dan perawatan dapat meningkat ketika kondisi fisik orang tua berubah. Karena itu, keluarga sebaiknya tidak hanya memikirkan kebutuhan bulan ini.

Beberapa penyesuaian sederhana di rumah dapat membantu, seperti memasang pegangan di kamar mandi, memperbaiki pencahayaan, menata obat, serta memastikan akses transportasi yang aman.

Menurut info dari laman acl, perencanaan perawatan jangka panjang perlu mempertimbangkan kebutuhan orang tua sekaligus sumber dukungan yang tersedia. 

Namun, data tersebut berasal dari Amerika Serikat sehingga penerapannya di Indonesia harus disesuaikan dengan aturan dan layanan yang berlaku di dalam negeri, ya.

Bagi tugas bersama keluarga

Beban merawat orang tua tidak selalu harus dihitung berdasarkan uang. Anggota keluarga yang tidak bisa memberikan kontribusi finansial besar tetap dapat membantu melalui waktu dan tenaga.

Misalnya, satu orang menangani administrasi, anggota lain mengantar pemeriksaan, sementara yang lainnya membantu belanja atau kebutuhan rumah.

Jika ada beberapa saudara, sepakati pembagian tugas sejak awal. Catatan pengeluaran juga sebaiknya dibuat secara terbuka agar tidak ada pihak yang merasa menanggung beban sendirian.

Baca Juga: Tips Cerdas Atur E-Wallet biar Saldo Tidak Hilang Tanpa Disadari

Periksa kembali rencana secara berkala

Rencana keuangan untuk orang tua tidak cukup dibuat satu kali. Kondisi kesehatan, pemasukan, harga kebutuhan, maupun tempat tinggal bisa berubah sewaktu waktu. Evaluasi setiap tiga sampai enam bulan. Periksa kembali pemasukan, pengeluaran, aset, utang, dan kebutuhan perawatan.

Kondisi industri dana pensiun di Indonesia juga terus berkembang. OJK mencatat total aset dana pensiun mencapai Rp1.686,11 triliun pada Januari 2026, tumbuh 11,21% secara tahunan. Angka ini menunjukkan pentingnya perencanaan dana pensiun sebagai bagian dari kesiapan finansial jangka panjang.

Membantu orang tua memasuki masa pensiun tidak harus dilakukan dengan mengeluarkan uang sebanyak mungkin. Paling penting adalah memahami kondisi keuangan mereka, menentukan batas bantuan, membagi tanggung jawab, dan tetap menjaga masa depan finansial anak. 

Perencanaan yang sederhana tetapi konsisten, kebutuhan orang tua dapat diperhatikan tanpa membuat satu keluarga ikut kehilangan pijakan ekonominya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

TERBARU

Maudy Ayunda Foundation Buka Beasiswa Jadikan Generasi Muda Impact Leaders

​Maudy Ayunda Foundation memiliki fokus untuk membiayai pendidikan maupun proyek yang berdampak pada komunitas.  

Suami Diam-Diam Punya Utang? Ini Cara Menjaga Keutuhan Uang Rumah Tangga

Suami diam-diam punya utang? Simak cara menghadapi masalah finansial, melindungi keuangan keluarga, dan menyusun solusi bersama.  

Fedx Gelar Lomba Ekspor bagi UMKM, Bisa Dapat Hadiah Tunai dalam Bentuk Dolar

Hadiah berupa uang tunai sebesar US$3.000, US$1.500, dan US$1.000 akan diberikan masing-masing kepada pemenang pertama, kedua, dan ketiga.​  

Beyoutiful Symphony Festival 2026, Sajikan Edukasi Kesehatan hingga Konser Musik

Menggabungkan dunia kecantikan, kesehatan dan musik, festival tahun inimengusung tema “Bring Nature To You”.​  

DANA Permudah Wisatawan Asing Bayar Lewat QRIS di Indonesia

Turnamen padel DANA Open Bali Series 2026 menjadi ajang bagi DANA untuk kembali memperkenalkan DANA Foreign Account.  

4 Manfaat Gaya Hidup Minimalis, Rahasia Hidup Tenang Bebas Stres

Berikut adalah 4 manfaat gaya hidup minimalis yang dapat mengubah kualitas hidup Anda menjadi lebih bermakna.  

Tayang 24 September, Film Memburu Pemangsa Rilis Trailer dan Poster Terbaru

Sinemaku Pictures merilis trailer dan poster terbaru untuk film Memburu Pemangsa garapan Umay Shahab.​  

Tak Cuma Buat Nonton, Ini Fitur Teknologi POCO Pad C1​

POCO Pad C1 mengusung sejumlah fitur untuk mendukung aktivitas gaming, multimedia, dan produktivitas.

Gaji Rp5 Juta Sebulan, Begini Cara Mengatur Keuangan untuk Keluarga Muda

Gaji Rp5 juta tetap bisa dikelola dengan kesehatan melalui prioritas kebutuhan, dana darurat, kesehatan, dan tabungan keluarga.

Ini Denah Rumah 7x12 Meter 2 Lantai, Posisi Kamar Orang Tua Ada di Bawah

Denah rumah 7x12 meter dua lantai dengan kamar orang tua di bawah menawarkan hunian nyaman, aman, dan efisien untuk keluarga.