MOMSMONEY.ID - Tahukah bahwa ternyata ada beberapa dampak terlalu banyak minum teh hijau bagi tubuh, lo. Cari tahu di sini, yuk!
Teh hijau menjadi pilihan minuman yang diminati banyak orang karena dianggap memberikan berbagai manfaat bagi kesehatan. Minuman ini berasal dari daun teh yang diproses secara minimal sehingga kandungan senyawa alaminya tetap terjaga.
Antioksidan dalam teh hijau dipercaya membantu melindungi sel tubuh dari kerusakan serta mendukung kesehatan secara keseluruhan.
Di dalam teh hijau terdapat berbagai senyawa aktif seperti katekin, polifenol, dan kafein. Kombinasi zat tersebut dapat membantu meningkatkan energi, mendukung metabolisme, serta memberikan efek menyegarkan bagi tubuh. Karena alasan ini, sebagian orang menjadikan teh hijau sebagai minuman harian.
Walaupun memiliki berbagai manfaat, konsumsi teh hijau tetap perlu diperhatikan jumlahnya. Mengonsumsi minuman ini secara berlebihan dapat menimbulkan beberapa dampak yang kurang baik bagi tubuh.
Baca Juga: Dampak Kebanyakan Es Teh, Kenapa Asam Lambung dan Ginjal Bisa Bermasalah?
Mengutip dari laman Verywell Health, di bawah ini beberapa dampak terlalu banyak minum teh hijau bagi tubuh:
1. Dapat menimbulkan rasa gelisah atau gugup
Kafein dalam teh hijau dapat membantu meningkatkan kewaspadaan dan membuat tubuh terasa lebih segar. Namun, jika jumlahnya terlalu banyak, kafein juga dapat memicu rasa gelisah, gugup, atau cemas pada sebagian orang.
Ada beberapa hal yang dapat menyebabkan kondisi ini. Pertama, asupan kafein yang tinggi dapat merangsang sistem saraf secara berlebihan. Akibatnya, tubuh bisa terasa tegang atau sulit rileks. Untuk membantu mencegah gangguan tidur, sebaiknya hindari minum teh hijau sekitar 6 jam sebelum waktu tidur.
Kedua, setiap orang memiliki tingkat sensitivitas yang berbeda terhadap kafein. Ada orang yang sudah merasakan efek stimulasi meskipun hanya mengonsumsi sedikit kafein, tergantung pada cara tubuh memproses zat tersebut.
Ketiga, kafein juga dapat berinteraksi dengan beberapa jenis obat. Zat ini dapat memperkuat efek obat stimulan atau mengurangi efektivitas obat yang digunakan untuk mengatasi kecemasan dan gangguan tidur.
Meski demikian, teh hijau juga mengandung L-theanine, yaitu senyawa yang dapat memberikan efek menenangkan. Senyawa ini membantu menyeimbangkan sebagian efek kafein pada tubuh.
Sebagai gambaran, satu porsi teh hijau sekitar 177 hingga 237 mililiter mengandung sekitar 20 hingga 45 miligram kafein. Batas konsumsi kafein yang disarankan untuk orang dewasa sekitar 400 miligram per hari, sedangkan untuk ibu hamil atau menyusui sekitar 200 miligram per hari. Remaja usia 12 hingga 18 tahun sebaiknya tidak mengonsumsi lebih dari 100 miligram per hari, dan anak di bawah 12 tahun dianjurkan menghindari kafein.
Baca Juga: 3 Dampak Bermain HP Sebelum Tidur yang Penting Diketahui
2. Detak jantung dan tekanan darah bisa meningkat
Teh hijau dapat mendukung kesehatan jantung, tetapi kandungan kafeinnya juga dapat menyebabkan peningkatan detak jantung dan tekanan darah dalam waktu sementara.
Dampak ini lebih mungkin terjadi pada orang yang sensitif terhadap kafein atau pada mereka yang mengonsumsi lebih dari 4 hingga 5 cangkir teh hijau dalam sehari.
Risiko tersebut juga dapat meningkat jika teh hijau dikonsumsi bersamaan dengan obat atau suplemen tertentu. Contohnya adalah obat stimulan seperti obat untuk ADHD, obat tekanan darah seperti ACE inhibitor, beta blocker, atau penghambat saluran kalsium, obat flu yang dijual bebas, serta suplemen herbal seperti ginseng dan guarana.
Jika Anda memiliki riwayat penyakit jantung atau sedang mengonsumsi obat tertentu, sebaiknya berkonsultasi dengan tenaga kesehatan sebelum menjadikan teh hijau sebagai minuman rutin.
Baca Juga: 7 Dampak Minum Soda Terlalu Banyak Bagi Tubuh
3. Dapat memengaruhi pencernaan dan penyerapan nutrisi
Mengonsumsi teh hijau dalam jumlah berlebihan juga dapat memengaruhi sistem pencernaan serta cara tubuh menyerap nutrisi dan obat obatan.
Teh hijau dapat sedikit menekan nafsu makan pada sebagian orang. Hal ini kemungkinan berkaitan dengan kandungan kafein, katekin, atau peningkatan jumlah cairan yang dikonsumsi. Namun, hasil penelitian mengenai efek ini masih bervariasi.
Selain itu, kandungan tanin dan katekin dalam teh hijau dapat menyebabkan mual, terutama jika diminum saat perut kosong. Beberapa penelitian juga melaporkan kemungkinan munculnya refluks asam lambung atau diare.
Dalam jumlah yang sangat tinggi, misalnya beberapa liter setiap hari, konsumsi teh hijau juga dapat meningkatkan risiko gangguan pada hati.
Teh hijau juga dapat memengaruhi penyerapan beberapa jenis obat, seperti beta blocker tertentu, raloxifene, statin, serta obat yang memengaruhi sistem kekebalan tubuh seperti methotrexate dan cyclosporine.
Selain itu, minuman ini dapat mengurangi penyerapan zat besi dari makanan. Untuk mengurangi dampak tersebut, sebaiknya minum teh hijau sekitar 1 hingga 2 jam sebelum atau setelah makan. Dalam kasus yang jarang terjadi, konsumsi dalam jumlah sangat besar juga dikaitkan dengan kadar kalium yang terlalu rendah.
Baca Juga: 6 Dampak Konsumsi Makanan Ultra Proses Terlalu Sering bagi Tubuh
Itulah beberapa dampak terlalu banyak minum teh hijau bagi tubuh. Semoga bermanfaat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News